Pak Sholeh dan Pak Roestam Ysh,

Saya ingat Lord Comer dalam buku : Le Judaisme et l'histoire des juifs karangan 
Israel Shahak, bilang :"Nous dominons pas l'Egypte, nous dominons les 
gouvernements de l'Egypte.".
Pasti mereka akan mencari segala cara untuk menerapkan hal tersebut kembali.

Tksh, wass,
an




________________________________
From: Sholeh Mr <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Mon, February 14, 2011 9:16:53 AM
Subject: [indonesia] Bls: Pro-Demokrasi melanda Dunia Arab: Setelah Tunisia dan 
Mesir, maka berikutnya Algeria, Syria, Saudi Arabia, Jordania dan Yemen


Bung Roestam Yth,.

Konsep Multikulturisme, Demokratisasi dan Globalisasi merupakan nilai-nilai 
universal yang dijual barat untuk menunjukkan suatu negara beradab atau 
tidak,.. 
sekarang nilai -nilai tersebut sudah mulai dituntut pelaksanaanya oleh semua 
negara,.
Pentingnya nilai-nilai universal tadi  maka  negara-negara didunia ketiga  
menyadarinya dan mulai menuntutnya, namun nampaknya  dukungan  negara barat  
tidak akan konsisten  karena kepentingan politik dan ekonominya akan terganggu, 
contoh aljazair dengan FIS nya,. di Tunisia pun kelompok reformis tidak diikut 
sertakan untuk menata negaranya,.. akan kah Mesir pun bernasib yang sama ? " 
Barat akan berpura-pura mendukung tapi ternayata menekan".
Diktator suatu negara ketiga lebih penting selama masih cooperative dengan 
kepentingannya, dibanding dengan menerapkan demokrasi, multikultur tapi 
menuntut 
kesetaraannya.

Salam hangat,.





________________________________
Dari: S Roestam <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Ming, 13 Februari, 2011 09:30:39
Judul: [indonesia] Pro-Demokrasi melanda Dunia Arab: Setelah Tunisia dan Mesir, 
maka berikutnya Algeria, Syria, Saudi Arabia, Jordania dan Yemen

Kawan2 Anggota Milis  Yth,

Gerakan Pro-Demokrasi pertama melanda Tunisia secara tiba-tiba, dipicu oleh 
kondisi perekonomian dan kebebasan yang serba dikekang oleh Pemerintahan 
Otoriter Presiden Zine el-Abidine Ben Ali, yang dengan cepat menyerah kepada 
kekuatan demokrasi dan meninggalkan negerinya.  Dalam waktusatu minggu, gerakan 
Pro-Demokrasi merambah ke Mesir yang dipicu oleh masalah yang sama, yaitu 
kurangnya kesejahteraan rakyat, tingginya jumlah anak-anak muda yang 
menganggur, 
serta kebebasan berbicara yang sudah puluhan tahun dikekang oleh Pemerintahan 
otoriter Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa selama 30-tahun. Resistensi dari 
Rezim Mubarak sangat kuat, mulai dari para polisi anti huru-hara yang bertindak 
kasar, para anggota keamanan dan pendukung Mubarak yang menyerang para 
Demonstran yang tak bersenjata, dan akhirnya  retorika pidato Mubarak yang 
bertujuan untuk memecah-belah oposisi dan mengulur-ulur waktu agar tetap dapat 
berkuasa.  Setelah demonstrasi besar-besaran berjalan18-hari diseluruh 
kota-kota 
besar Mesir dan kegigiah para demonstran untuk bertahan di Lapangan Tahrir, dan 
ancaman pengepungan Istana Presiden, maka akhirnya Presiden Mubarak menyerah 
terhadap tuntutan utama para demonstran, yaitumenyerahkan kekuasaannya ke Dewan 
Tertinggi AB Mesir.  Saat ini Mesir dipimpin oleh Dewan Tertinggi AB Mesir, 
yang 
para pimpinannya adalah orang-orang yang sangat setia kepada Mubarak. Oleh 
karena itu para pendukung Gerakan Pro-Demokrasi harus tetap awas dan waspada, 
jangan sampai janji-janji untuk perubahan konstitusi, pencabutan UU Darurat 
Keamanan, dan penyelenggaraan Pemilu tidak ditepati oleh dewan. Gerakan 
ProDemokrasi yang didukung oleh masyarakat Dunia akan terus mengawasi 
langkah-langkah nyata dari Dewan  Tertinggi AB Mesir itu, agar mereka tidak 
ingkar janji.  Revolusi di Mesir itu yang didorong oleh Gerakan Pro-Demokrasi 
sekarang memberikan inspirasi kepada negara-negara tetangganya yang masih dalam 
cengkeraman Pemerintahan Otoriter, yaitu Algeria, Siria, Arab Saudi, Yordania 
dan Yemen. Rakyat di kota-kota besar Timur Tengah ikut merayakan kemenangan 
Gerakan Pro-Demokrasi Mesir ini secara meriah. Mereka akan mulai berfikir dan 
merencanakan gerakan Pro-Demokrasi di negeri mereka masing, tinggal tunggu 
saatnya yang tepat untuk dimulai. Gerakan ini dimudahkan oleh lancarnya 
jaringan 
Internet, yang sukses dimanfaatkan oleh para pemuda-pemudi Mesir pendukung 
utama 
Gerakan Pro-Demokrasi.  Kita tunggu saja tanggal mainnya.....
Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenku.com


 
____________________________________________________________________________________
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

Kirim email ke