Ha-ha-ha-ha,....
Menceritakan dalam tulisan Mas Cardiyan HIS ini lebih indah dan mantab 
ketimbang 
nonton bolanya,..
nikmat membacanya,. meresapi rasanya,..
ck-ck




________________________________
Dari: Cardiyan HIS <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]
Terkirim: Sab, 26 Maret, 2011 10:53:48
Judul: [indonesia] Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh


Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh!


Oleh Cardiyan HIS


Persib melumat Persiwa Wamena 5-2. Nikmatilah dulu kemenangan ini, karena 
kemenangan begitu indah. Apalagi semua gol yang dibikin kedua tim sangat indah 
bahkan berkelas dunia. Namun ujian Persib sebenarnya manakala menghadapi 
pemimpin klasemen sementara ISL, Persipura Jayapura, Minggu 27 Maret 2011. 
Persib membobol atau malah dibobol banyak gol oleh Persipura? 



Menonton pertandingan-pertandingan Persib sungguh mengecewakan belakangan ini. 
Kesebelasan elite yang digadang-gadang bakal menjuarai kompetisi ISL (Indonesia 
Super League) 2010-2011 ini malah  berkutat di papan bawah pada paruh pertama 
kompetisi. Sungguh sangat memprihatinkan. Karena sebenarnya dari segi materi 
pemain, Persib adalah yang paling memiliki pemain-pemain berkelas dan berharga 
kontrak mahal. 



Persib mengawali kompetisi diperkuat oleh  sedikitnya 6 pemain nasional 
Indonesia (Markus Horison,  Maman Abdurahman, Nova Arianto, Eka Ramdani, 
Hariono 
dan Christian Gonzales) ditambah  2 pemain nasional Singapura (Syahril 
Ishak/kapten timnas Singapura dan Baehaki Kaizan). Tak mengherankan bila Persib 
memiliki nilai jual tinggi didukung  suporter terbanyak di Indonesia. Hal ini 
sedikit banyak meringankan manajemen Persib dalam menggalang dana sponsorship, 
sehingga Persib bersama Arema Malang merupakan dua tim yang telah berhasil 
membebaskan diri dari ketergantungan dana subsidi Anggaran dan Pendapatan 
Belanja  Daerah (APBD). 



Dari segi kualitas permainan, Persib selama ini dikenal sebagai tim yang lebih 
mengutamakan teknik ketimbang permainan keras. Ikon permainan Persib dengan 
bola-bola tik-tak merayap dari bawah yang diakhiri dengan gol yang mematikan 
lawan,sungguh sangat indah ditonton. Bahkan StarTV Hong Kong berniat membeli 
khusus liputan pertandingan yang melibatkan Persib Bandung. Jaman kejayaan 
Persib di tahun 1980an yakni era Ajat Sudrajat  dengan teknik tinggi misalnya 
selalu disandingkan dengan lawan PSMS Medan yang bermain keras tetapi tekniknya 
biasa saja. Permainan teknik tinggi Persib ditaklukkan kekerasan permainan PSMS 
adalah kemenangan adu strategi pelatih dan adu mentalitas pemain. Persib menang 
teknik, tetapi PSMS menang mental. Maklum Persib sampai dua tahun 
berturut-turut 
kalah adu penalti lawan PSMS di final kompetisi PSSI 1983/1984 dan 1984/1985.  
Jadilah PSMS Medan juara dua tahun  berturut-turut dan Persib hanya juara kedua 
dua tahun berturut-turut pula. Sebaliknya, kalau lawan Persib adalah tim yang 
lebih mengutamakan bermain teknik seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, 
Persebaya Surabaya, Arema Malang, maka Persib akan lebih banyak memenangi 
pertandingan.


Nah,  setelah terseok-seok dari pertandingan ke pertandingan Persib di 
kompetisi 
ISL setengah  musim pertama ini, Persib melakukan belanja yang berhasil di awal 
paruh kedua kompetisi ini pada diri Matsunaga Sohei, Miljan Radovic dan Abanda 
Herman. Keindahan permainan Persib terakhir lawan Persiwa Wamena kembali 
muncul. 
Bukan saja karena Persib memenangi pertandingan dengan skor telak 5-2. Tetapi 
semua gol yang terjadi oleh masing-masing tim sungguh indah, yang tidak terjadi 
setiap pertandingan kompetisi. Ketika kompetisi domestik yang lebih sarat 
dengan 
kerusuhan dan kekerasan pemain maupun suporter dan kualitas wasit  yang 
diragukan serta kisruh kepengurusan PSSI Nurdin Halid, kali ini kita disuguhi 
permainan Persib dan Persiwa yang bermain terbuka yang sangat dinamis, enak 
ditonton. 



Bagi penulis yang pernah menonton langsung  pemain legendaris Pele dan Rivelino 
di stadion Senayan, Jakarta tahun 1970an, sungguh tak akan pernah melupakan 
bagaimana indahnya tendangan pisang keduanya.  Dari kesebelasan Indonesia, 
kapten timnas Indonesia tahun 1980an, Ronny Pattinasarani sangat piawai dalam 
melakukan tendangan pisang untuk bola-bola mati yang sebagian besar 
menghasilkan 
gol.  Dan tendangan pisang play maker Persib, Miljan Radovic dari sisi kiri 
lawan Persiwa sungguh sangat indah melengkung sampai akhirnya merobek pojok 
atas 
gawang Persiwa. Sang penjaga gawang  Persiwa pun sampai bengong tak bereaksi. 
Begitu pula assist yang diberikan Radovic  ke Hilton Moreira melengkung 
mengecoh 
cegatan penjaga gawang Persiwa, sehingga  tendangan volley  first time Hilton 
Moreira dengan mudah menembus jala gawang lawan. 



Pelatih kepala Persib, Daniel Rukito, yang  sebenarnya memiliki asisten 
pelatih, 
Robby Darwis -----yang kariernya sebagai pemain belakang Persib dan tim 
nasional 
sangat cemerlang----- seharusnya lebih mampu membenahi kelemahan mencolok 
Persib 
di lini belakang. Pekerjaan rumah tim pelatih Persib ini  sangat banyak, sebab 
gawang Persib telah kebobolan 33 gol berbanding mencetak 27 gol dari 18 
pertandingan. Saya tak habis mengerti dua pemain belakang Persib sekaligus 
pemain nasional, Maman Abdutrahman (kapten) dan Nova Arianto begitu mudahnya 
ditembus pemain depan lawan.  Koordinasi mereka di lini belakang sangat kacau 
balau. Komunikasi tidak jalan. Sering kali mereka hanya melihat bola yang 
sedang 
dipegang lawan tetapi tidak  melihat pergerakan tanpa bola pemain lawan 
lainnya. 
Akibatnya gol-gol dengan sangat mudah terjadi ke gawang Persib, baik yang 
berasal dari umpan silang pemain sayap lawan maupun yang berasal dari serangan 
balik cepat lawan.


Maka menghadapi pertandingan melawan pemimpin klasemen sementara Persipura, 
Jayapura, merupakan ujian yang sebenarnya bagi Persib. Apakah Persib mampu 
menghambat laju Persipura ke tangga juara ISL dengan membobol gawangnya atau 
gawang Persib malah yang dibobol banyak gol oleh kepiawaian seorang Boaz 
Salossa, sang top scorer sementara ISL dengan 19 gol dari 17 pertandingan!


www.cardiyanhis.blogspot.com

http://id.linkedin.com/pub/cardiyan-his/20/742/2a6

Kirim email ke