Sungguh ulasan mas Cardiyan yang sungguh bagus dan rinci , sayang semenjak PSSI dipimpin oleh Kriminal N>C, karena sangat kecewa saya tidak mengikuti perkembangan persepak bolaan nasional yang terseok2, Saya mengikuti bagaimana PSSI berhasil menahan RUSIa 0-0, waktu di olimpiade Melbourne ( yg Rusia akhirnya Juara ) dg trio Ramang Sidi dan Jamiat Dakhar ( waktu itu saya masih klas 6 SR. ) Mudah2an kriminal N C denga Kroni2nya segera berakhir tahun ini juga, agar PSSI bisa berjaya bukan terpuruk di no 140 an dunia.Wass LZ
________________________________ From: Cardiyan HIS <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, March 26, 2011 10:27:21 AM Subject: [indonesia] Bls: Bls: Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh Waduh-waduh hidung akang jadi melambung dan malu deh. Yang akan bikin bangga adalah bila Persib Bandung-nya menang he he...! --- Pada Jum, 25/3/11, Sholeh Mr <[email protected]> menulis: >Dari: Sholeh Mr <[email protected]> >Judul: [indonesia] Bls: Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh >Kepada: [email protected], [email protected] >Cc: [email protected], [email protected], >[email protected], [email protected], [email protected] >Tanggal: Jumat, 25 Maret, 2011, 8:19 PM > > >Ha-ha-ha-ha,.... >Menceritakan dalam tulisan Mas Cardiyan HIS ini lebih indah dan mantab >ketimbang >nonton bolanya,.. >nikmat membacanya,. meresapi rasanya,.. >ck-ck > > > > ________________________________ Dari: Cardiyan HIS <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Cc: [email protected]; [email protected]; >[email protected]; [email protected]; [email protected] >Terkirim: Sab, 26 Maret, 2011 10:53:48 >Judul: [indonesia] Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh > > >Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh! > > >Oleh Cardiyan HIS > > >Persib melumat Persiwa Wamena 5-2. Nikmatilah dulu kemenangan ini, karena >kemenangan begitu indah. Apalagi semua gol yang dibikin kedua tim sangat indah >bahkan berkelas dunia. Namun ujian Persib sebenarnya manakala menghadapi >pemimpin klasemen sementara ISL, Persipura Jayapura, Minggu 27 Maret 2011. >Persib membobol atau malah dibobol banyak gol oleh Persipura? > > > >Menonton pertandingan-pertandingan Persib sungguh mengecewakan belakangan ini. >Kesebelasan elite yang digadang-gadang bakal menjuarai kompetisi ISL >(Indonesia >Super League) 2010-2011 ini malah berkutat di papan bawah pada paruh pertama >kompetisi. Sungguh sangat memprihatinkan. Karena sebenarnya dari segi materi >pemain, Persib adalah yang paling memiliki pemain-pemain berkelas dan berharga >kontrak mahal. > > > >Persib mengawali kompetisi diperkuat oleh sedikitnya 6 pemain nasional >Indonesia (Markus Horison, Maman Abdurahman, Nova Arianto, Eka Ramdani, >Hariono >dan Christian Gonzales) ditambah 2 pemain nasional Singapura (Syahril >Ishak/kapten timnas Singapura dan Baehaki Kaizan). Tak mengherankan bila >Persib >memiliki nilai jual tinggi didukung suporter terbanyak di Indonesia. Hal ini >sedikit banyak meringankan manajemen Persib dalam menggalang dana sponsorship, >sehingga Persib bersama Arema Malang merupakan dua tim yang telah berhasil >membebaskan diri dari ketergantungan dana subsidi Anggaran dan Pendapatan >Belanja Daerah (APBD). > > > >Dari segi kualitas permainan, Persib selama ini dikenal sebagai tim yang lebih >mengutamakan teknik ketimbang permainan keras. Ikon permainan Persib dengan >bola-bola tik-tak merayap dari bawah yang diakhiri dengan gol yang mematikan >lawan,sungguh sangat indah ditonton. Bahkan StarTV Hong Kong berniat membeli >khusus liputan pertandingan yang melibatkan Persib Bandung. Jaman kejayaan >Persib di tahun 1980an yakni era Ajat Sudrajat dengan teknik tinggi misalnya >selalu disandingkan dengan lawan PSMS Medan yang bermain keras tetapi >tekniknya >biasa saja. Permainan teknik tinggi Persib ditaklukkan kekerasan permainan >PSMS >adalah kemenangan adu strategi pelatih dan adu mentalitas pemain. Persib >menang >teknik, tetapi PSMS menang mental. Maklum Persib sampai dua tahun >berturut-turut >kalah adu penalti lawan PSMS di final kompetisi PSSI 1983/1984 dan 1984/1985. >Jadilah PSMS Medan juara dua tahun berturut-turut dan Persib hanya juara >kedua >dua tahun berturut-turut pula. Sebaliknya, kalau lawan Persib adalah tim yang >lebih mengutamakan bermain teknik seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, >Persebaya Surabaya, Arema Malang, maka Persib akan lebih banyak memenangi >pertandingan. > > >Nah, setelah terseok-seok dari pertandingan ke pertandingan Persib di >kompetisi >ISL setengah musim pertama ini, Persib melakukan belanja yang berhasil di >awal >paruh kedua kompetisi ini pada diri Matsunaga Sohei, Miljan Radovic dan Abanda >Herman. Keindahan permainan Persib terakhir lawan Persiwa Wamena kembali >muncul. >Bukan saja karena Persib memenangi pertandingan dengan skor telak 5-2. Tetapi >semua gol yang terjadi oleh masing-masing tim sungguh indah, yang tidak >terjadi >setiap pertandingan kompetisi. Ketika kompetisi domestik yang lebih sarat >dengan >kerusuhan dan kekerasan pemain maupun suporter dan kualitas wasit yang >diragukan serta kisruh kepengurusan PSSI Nurdin Halid, kali ini kita disuguhi >permainan Persib dan Persiwa yang bermain terbuka yang sangat dinamis, enak >ditonton. > > > >Bagi penulis yang pernah menonton langsung pemain legendaris Pele dan >Rivelino >di stadion Senayan, Jakarta tahun 1970an, sungguh tak akan pernah melupakan >bagaimana indahnya tendangan pisang keduanya. Dari kesebelasan Indonesia, >kapten timnas Indonesia tahun 1980an, Ronny Pattinasarani sangat piawai dalam >melakukan tendangan pisang untuk bola-bola mati yang sebagian besar >menghasilkan >gol. Dan tendangan pisang play maker Persib, Miljan Radovic dari sisi kiri >lawan Persiwa sungguh sangat indah melengkung sampai akhirnya merobek pojok >atas >gawang Persiwa. Sang penjaga gawang Persiwa pun sampai bengong tak bereaksi. >Begitu pula assist yang diberikan Radovic ke Hilton Moreira melengkung >mengecoh >cegatan penjaga gawang Persiwa, sehingga tendangan volley first time Hilton >Moreira dengan mudah menembus jala gawang lawan. > > > >Pelatih kepala Persib, Daniel Rukito, yang sebenarnya memiliki asisten >pelatih, >Robby Darwis -----yang kariernya sebagai pemain belakang Persib dan tim >nasional >sangat cemerlang----- seharusnya lebih mampu membenahi kelemahan mencolok >Persib >di lini belakang. Pekerjaan rumah tim pelatih Persib ini sangat banyak, sebab >gawang Persib telah kebobolan 33 gol berbanding mencetak 27 gol dari 18 >pertandingan. Saya tak habis mengerti dua pemain belakang Persib sekaligus >pemain nasional, Maman Abdutrahman (kapten) dan Nova Arianto begitu mudahnya >ditembus pemain depan lawan. Koordinasi mereka di lini belakang sangat kacau >balau. Komunikasi tidak jalan. Sering kali mereka hanya melihat bola yang >sedang >dipegang lawan tetapi tidak melihat pergerakan tanpa bola pemain lawan >lainnya. >Akibatnya gol-gol dengan sangat mudah terjadi ke gawang Persib, baik yang >berasal dari umpan silang pemain sayap lawan maupun yang berasal dari serangan >balik cepat lawan. > > >Maka menghadapi pertandingan melawan pemimpin klasemen sementara Persipura, >Jayapura, merupakan ujian yang sebenarnya bagi Persib. Apakah Persib mampu >menghambat laju Persipura ke tangga juara ISL dengan membobol gawangnya atau >gawang Persib malah yang dibobol banyak gol oleh kepiawaian seorang Boaz >Salossa, sang top scorer sementara ISL dengan 19 gol dari 17 pertandingan! > > >www.cardiyanhis.blogspot.com > >http://id.linkedin.com/pub/cardiyan-his/20/742/2a6 > > > > > > > >
