Waduh-waduh hidung akang jadi melambung dan malu deh. Yang akan bikin bangga 
adalah bila Persib Bandung-nya menang he he...!

--- Pada Jum, 25/3/11, Sholeh Mr <[email protected]> menulis:

Dari: Sholeh Mr <[email protected]>
Judul: [indonesia] Bls: Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh
Kepada: [email protected], [email protected]
Cc: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected]
Tanggal: Jumat, 25 Maret, 2011, 8:19 PM

Ha-ha-ha-ha,....
Menceritakan dalam tulisan Mas Cardiyan HIS ini lebih indah dan mantab 
ketimbang nonton bolanya,..
nikmat membacanya,. meresapi rasanya,..
ck-ck

Dari: Cardiyan HIS <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]
Terkirim:
 Sab, 26 Maret, 2011 10:53:48
Judul: [indonesia] Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh

Mengamati Persib Bandung Sekarang? Cape Deh!


Oleh Cardiyan HIS


Persib melumat Persiwa Wamena 5-2. Nikmatilah dulu kemenangan ini, karena 
kemenangan begitu indah. Apalagi semua gol yang dibikin kedua tim sangat indah 
bahkan berkelas dunia. Namun ujian Persib sebenarnya manakala menghadapi 
pemimpin klasemen sementara ISL, Persipura Jayapura, Minggu 27 Maret 2011.
 Persib membobol atau malah dibobol banyak gol oleh Persipura?    


Menonton pertandingan-pertandingan Persib sungguh mengecewakan belakangan ini. 
Kesebelasan elite yang digadang-gadang bakal menjuarai kompetisi ISL (Indonesia 
Super League) 2010-2011 ini malah
 berkutat di papan bawah pada paruh pertama kompetisi. Sungguh sangat 
memprihatinkan. Karena sebenarnya dari segi materi pemain, Persib adalah yang 
paling memiliki pemain-pemain berkelas dan berharga kontrak mahal. 


Persib mengawali kompetisi diperkuat oleh  sedikitnya 6 pemain nasional 
Indonesia (Markus Horison,  Maman Abdurahman, Nova Arianto, Eka Ramdani, 
Hariono dan Christian Gonzales) ditambah  2 pemain nasional Singapura (Syahril 
Ishak/kapten timnas Singapura dan Baehaki Kaizan). Tak mengherankan bila Persib 
memiliki nilai jual tinggi didukung  suporter terbanyak di Indonesia. Hal ini 
sedikit banyak meringankan manajemen Persib dalam menggalang dana sponsorship, 
sehingga Persib bersama Arema Malang merupakan dua tim yang telah berhasil 
membebaskan diri dari ketergantungan dana subsidi Anggaran dan Pendapatan 
Belanja
 Daerah (APBD). 


Dari segi kualitas permainan, Persib selama ini dikenal sebagai tim yang lebih 
mengutamakan teknik ketimbang permainan keras. Ikon permainan Persib dengan 
bola-bola tik-tak merayap dari bawah yang diakhiri dengan gol yang mematikan 
lawan,sungguh sangat indah ditonton. Bahkan StarTV Hong Kong berniat membeli 
khusus liputan pertandingan yang melibatkan Persib Bandung. Jaman kejayaan 
Persib di tahun 1980an yakni era Ajat Sudrajat  dengan teknik tinggi misalnya 
selalu disandingkan dengan lawan PSMS Medan yang bermain keras tetapi tekniknya 
biasa saja. Permainan teknik tinggi Persib ditaklukkan kekerasan permainan PSMS 
adalah kemenangan adu strategi pelatih dan adu mentalitas pemain. Persib menang 
teknik, tetapi PSMS menang mental. Maklum Persib sampai dua tahun 
berturut-turut kalah adu penalti lawan PSMS di final kompetisi PSSI 1983/1984 
dan 1984/1985.  Jadilah PSMS Medan juara dua tahun
 berturut-turut dan Persib hanya juara kedua dua tahun berturut-turut pula. 
Sebaliknya, kalau lawan Persib adalah tim yang lebih mengutamakan bermain 
teknik seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, Arema 
Malang, maka Persib akan lebih banyak memenangi pertandingan.


Nah,  setelah terseok-seok dari pertandingan ke pertandingan Persib di 
kompetisi ISL setengah  musim pertama ini, Persib melakukan belanja yang 
berhasil di awal paruh kedua kompetisi ini pada diri Matsunaga Sohei, Miljan 
Radovic dan Abanda Herman. Keindahan permainan Persib terakhir lawan Persiwa 
Wamena kembali muncul. Bukan saja karena Persib memenangi pertandingan dengan 
skor telak 5-2. Tetapi semua gol yang terjadi oleh masing-masing tim sungguh 
indah, yang tidak terjadi setiap pertandingan kompetisi. Ketika kompetisi 
domestik yang lebih sarat dengan kerusuhan dan kekerasan pemain maupun suporter 
dan kualitas wasit
 yang diragukan serta kisruh kepengurusan PSSI Nurdin Halid, kali ini kita 
disuguhi permainan Persib dan Persiwa yang bermain terbuka yang sangat dinamis, 
enak ditonton. 


Bagi penulis yang pernah menonton langsung  pemain legendaris Pele dan Rivelino 
di stadion Senayan, Jakarta tahun 1970an, sungguh tak akan pernah melupakan 
bagaimana indahnya tendangan pisang keduanya.  Dari kesebelasan Indonesia, 
kapten timnas Indonesia tahun 1980an, Ronny Pattinasarani sangat piawai dalam 
melakukan tendangan pisang untuk bola-bola mati yang sebagian besar 
menghasilkan gol.  Dan tendangan pisang play maker Persib, Miljan Radovic  dari 
sisi kiri lawan Persiwa sungguh sangat indah melengkung sampai akhirnya merobek 
pojok atas gawang Persiwa. Sang penjaga gawang
 Persiwa pun sampai bengong tak bereaksi. Begitu pula assist yang diberikan 
Radovic  ke Hilton Moreira melengkung mengecoh cegatan penjaga gawang Persiwa, 
sehingga  tendangan volley  first time Hilton Moreira dengan mudah menembus 
jala gawang lawan.  


Pelatih kepala Persib, Daniel Rukito, yang  sebenarnya memiliki asisten 
pelatih, Robby Darwis -----yang kariernya sebagai pemain belakang Persib dan 
tim nasional sangat cemerlang----- seharusnya lebih mampu membenahi kelemahan 
mencolok Persib di lini belakang. Pekerjaan rumah tim pelatih Persib ini  
sangat banyak, sebab gawang Persib telah kebobolan 33 gol berbanding mencetak 
27 gol dari 18 pertandingan. Saya tak habis mengerti dua pemain belakang Persib 
sekaligus pemain nasional, Maman Abdutrahman (kapten) dan Nova Arianto begitu 
mudahnya ditembus pemain depan lawan.
 Koordinasi mereka di lini belakang sangat kacau balau. Komunikasi tidak jalan. 
Sering kali mereka hanya melihat bola yang sedang dipegang lawan tetapi tidak  
melihat pergerakan tanpa bola pemain lawan lainnya. Akibatnya gol-gol dengan 
sangat mudah terjadi ke gawang Persib, baik yang berasal dari umpan silang 
pemain sayap lawan maupun yang berasal dari serangan balik cepat lawan.


Maka menghadapi pertandingan melawan pemimpin klasemen sementara Persipura, 
Jayapura, merupakan ujian yang sebenarnya bagi Persib. Apakah Persib mampu 
menghambat laju Persipura ke tangga juara ISL dengan membobol gawangnya atau 
gawang Persib malah yang dibobol banyak gol oleh kepiawaian seorang Boaz 
Salossa, sang top scorer sementara ISL dengan 19 gol dari 17 pertandingan!


www.cardiyanhis.blogspot.com

http://id.linkedin.com/pub/cardiyan-his/20/742/2a6

    
  







Kirim email ke