Kalo begitu, jika ada tambahan, barangkali lebih pas untuk es-es-an yang lebih tinggi... misalnya S4 aau S7...?
Salam Z 2011/4/2 Agus Purwanto <[email protected]> > di dunia ilmu khususnya eksakta > parameter kerja ilmuwan sebenarnya sederhana > > 1. publikasi di jurnal internasional > dan atau > 2. patent > > keduanya sudah mengukur orisinalitas > jadi nggak perlu ditambahi yang lainn, destruktif ataupu konstruktif, > beneran apa bukan beneran, ini bisa mengarah pada bid'ah akademik. > > Agus Purwanto > LaFTiFA ITS > http://purwanto-laftifa.blogspot.com > http://ayatayatsemesta.wordpress.com > > > ------------------------------ > *From:* Harlizon MBAu <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Sat, April 2, 2011 2:17:19 PM > *Subject:* [indonesia] Re: AAS dan Pemberdayaan Masjid: Ilmu beneran atau > dongengan... > > Yang sangat perlu di check adalah apakah sang GB punya ilmu beneran atau > cuma dongengan... > Jika dongengan, tentu berpotensi tidak sesuai dengan fakta alam yang > sebenarnya... > Akibatnya juga tidak bisa dipakai untuk "mengenal permasalahan dengan baik" > apalagi mencari solusinya... > Yang beneran pun agaknya perlu dipilah lagi apakah ilmunya "konstruktif" > atau "destruktif" untuk kehidupan... > Yang destruktif, mungkin saatnya bagi mereka untuk minggir (moga-moga tidak > diadili) atau memperbaiki ilmunya... > > Salam Z > > 2011/3/31 Agus Purwanto <[email protected]> > >> beberapa tahun lalu, >> saya khutbah Jumat >> Robot dapat dijadikan sebagai ikon Perguruan Tinggi >> tetapi setiap upaya robotisasi mahasiswa harus dilawan. >> >> salah satu materi khutbah yang membuat saya dicekal, >> dilarang khutbah >> >> Jumat 25 Maret 2011 lalu >> dalam khutbah Jumat di masjid kampus >> saya bahas ilmu dan alam semesta >> saya sampaikan juga, >> "Dalam setiap pengukuhan Guru Besar, saya coba lihat buku atau naskah >> pengukuhan GB-nya, >> saya lihat apakah ada Publikasi di Jurnal Internasional setelah menempuh >> studi S3-nya" >> >> Masjid harus diberdayakan, >> termasuk mengontrol para calon GB dan GB itu sendiri. >> apakah mereka telah memenuhi syarat substansial >> bukan sekedar syarat formal administratif. >> Maklum, tunjangan GB sekarang cukup besar >> jadi harus dikontrol. >> Masjid harus ikut mengawasi, >> menumbuhkan rasa`malu bagi GB yang GB-GBan >> yang pseudo-GB. >> >> maka, >> menulislah para GB >> untuk membuktikan ke-GB-an anda. >> >> Salam >> >> >
