Lebih baik kita kembalikan pembahasan mengenai 5 masjid yang dirusak. 1. Berita penganiayaan dan penistaan terhadap umat mayoritas kurang bernilai ekonomis bagi wartawan atau media. 2. Secara umum media telekomunikasi lebih dikuasai non muslim. 3. Muslim dengan jumlah aliran yang lebih banyak (biasanya) lebih mudah dipecah belah (krn cara pandang yang lebih majemuk) dibandingkan minoritas dengan jumlah aliran yang lebih sedikit. 4. Imej ingin menjadi pemimpin populer mempengaruhi obyektifitas pengambilan keputusan.
Hal2 diatas (menurut saya) antara lain yang menjadi sebab selama ini kita hampir tidak pernah mendengar berita tentang penganiyaan terhadap umat Islam. Tetapi setiap kali non-muslim di"colek" sedikit hampir bisa dipastikan itu akan menjadi headlines. Bahkan haedlines itu akan menguntungkan mereka. Karena seringkali kalau ada gereja yang dirusak karena tidak mendapat ijin mayoritas warga, akhirnya akan diganti dengan lebih besar. AA/84 a-anggono.blogspot.com / grahaagung.blogspot.com -----Original Message----- From: "M. Irwan Hrp" <[email protected]> Sender: [email protected]: Fri, 15 Apr 2011 09:17:26 To: <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Cc: <[email protected]> Subject: [indonesia] Re: [Itb] Lima Mesjid Dibakar, Adakah Yang Peduli? Ini contohnya pak Di milis mediacare selalu dibahas. Perhatikan kata-kata "MUSLIM RADIKAL" *From: * Yohanes Kristianto <[email protected]> *Sender: * [email protected] *Date: *Fri, 27 Aug 2010 15:13:13 +0800 (SGT) *To: *Pagerkipas Yogya<[email protected]> *ReplyTo: * [email protected] *Subject: *[pagerkipas] Data Pembakaran Gereja 1945- 2005 Re: [nasional-list] Religious intolerance and Indonesia's future *Untuk Elwin Tobing*, Ph.D. Associate Professor, Phone: (626) 815-6000 Ext. 3824. Email: [email protected] Untuk para pembaca email dimanapun kalian berada, marilah kita menambahkan data baru mengenai perusakan gereja yang terjadi sejak 2005 sampai 2010. Data ini perlu dipublikasikan keseluruh dunia, sehingga para pemimpin negara mengerti keadaan sesungguhnya. Seperti kita tahu SBY terlihat masih tertidur nyenyak ,marilah gedor pintu hatinya. Dalam perayaan 17 Augustus 2010, SBY memberikan pesan seperti ini: *"Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 kita sukseskan reformasi gelombang kedua untuk terwujudnya kehidupan berbangsa yang makin sejahtera, makin demokratis, dan makin berkeadilan."* ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Ini adalah data pembakaran gereja sejak 1945-2005 untuk diketahui dunia bahwa pembakaran gereja di Indonesia sudah menjadi Fenomena, dari zaman Sukarno sampai SBY sekarang. Tak seorangpun ditahan, ditangkap, diadili, maupun dihukum. *Sejak zaman kemerdekaan sampai zaman Pemerintah SBY 2005 kaum Muslim radikal telah merusak, menutup, mem-bom, dan membakar **900 Gereja@2005.*** 2011/4/15 DANíëL!® <[email protected]> > Siapa yg memvonis umat Islam? > Mengapa (merasa) divonis? > Dan siapa yg anda harapkan memvonis umat non-Islam? > > Btw, saya pribadi memvonis FPI adalah organisasi yg suka melakukan > kekerasan seperti yg mereka tunjukkan sendiri. Tapi setau saya lebih banyak > umat Islam yg tidak merasa diwakili FPI. > Apa menurut anda saya salah? > > Rgds, > DANíëL!® > > -----Original Message----- > From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 15 Apr 2011 06:49:01 > To: <[email protected]>; <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [Itb] Lima Mesjid Dibakar, Adakah Yang Peduli? > > Assalamu'alaikum wr. wb., > > Excerpt: Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka > melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada > yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran. > > Wassalamu'alaikum wr. wb., > CA > > > Source: > http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/13/14108/lima-masjid-dibakar-di-medan-fui-sumatera-utara-datangi-komnas-ham/ > > --begins-- > > Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM > > Jakarta (voa-islam) – Selama ini, media massa hanya memberitakan > insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran > masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat > tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak > fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan > kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut > umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara > hukum? > > Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera > Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli > Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi > Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi > Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan > pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM. > > Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU), > Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu > (Penasihat Himounan Tani), Herymereka diterima oleh Jhony Nelson > Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua > FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran, > pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat > di Sumatera Utara. > > “Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan > beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan > konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak > terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang > korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan > menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM > Nasrullah Nasution SH. > > Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan > masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain: > > 1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa > Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan. > > 2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, > Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan. > > 3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan > Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. > > 4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di > Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan > Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan. > > 5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, > Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir. > > 6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, > Kabupaten Langkat. > > PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan > penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak > dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di > Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil > tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama; > dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap > peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena > diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM. > > Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap > tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di > Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan > menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut. > > Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. Berita terkaitnya, akan > segera dilaporkan voa-islam mengenai “Turunnya Tentara Alloh di > Kampung Melayu Selambo – Deli Serdang”. Tunggu saja laporannya. > ●Desastian > --ends-- >_______________________________________________ > Itb mailing list > [email protected] > http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb > Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca. >_______________________________________________ > Itb mailing list > [email protected] > http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb > Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca. > -- - Irwan -
