Ppembela Tuhan? Apakah memang Tuhan begitu lemah sehingga tidak dapat membela 
sendiri? Bagi Tuhan tinggal bersabda "Kun fayakun" maka apapun akan dapat 
terjadi. Janganlah kita memanfaakan kata membela Tuhan hanya untuk melampiaskan 
yang sebetulnya hanya keinginan pribadi. Tuhan Maha Tahu apa yang akan Tuhan 
lakukan terhadap mereka itu.

 ===============================
HATI-HATI adalah sahabat sejati: 
(1) teliti, 
(2) tertib urutan, dan 
(3) pahami masalah sebelum melangkah
===============================




________________________________
From: YADI supriadi wendy <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, April 15, 2011 8:53:34 AM
Subject: [indonesia] Re: [Itb] Lima Mesjid Dibakar, Adakah Yang Peduli?

On 15/04/2011 8:17, M. Irwan Hrp wrote: 

>Perhatikan kata-kata "MUSLIM RADIKAL"
>
Memang  Alquran tidak pernah mengajarkan membuat kerusuhan di muka bumi ini, 
yang ada malah perintah membuat kedamaian! Damai, hidup rukun dan saling 
bertoleransi dengan tetangga , bahkan dengan lain agama sekalipun, seperti 
dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad saw dalam peri kehidupan sehari-hari. 
Sekalipun kepada nabi palsu, yang berusaha "menyainginya", beliau saw memang 
bertindak tegas dengan menyurati " Hee pendusta, segeralah bertobat!". Hanya 
sampai itu.

Tapi kenyataannya sekarang apa? Fakta tidak bisa dipungkiri, para "penganut" 
ajaran ini merasa telah menjadi pembela Tuhan, merasa diri paling benar, yang 
lain salah, yang tidak sefaham harus dibakar dan dimusnahkan, darahnya halal, 
dlsb dlsb. Maka terjadilah pembakaran rumah ibadah, saling serang dengan 
mengatasnamakan agama. Padahal Tuhan tidak pernah mengajarkan ummatnya 
melakukan 
pengrusakan! Ingat tatkala para Malaikat berkata:"Apakah Engkau akan 
menciptakan 
manusia penumpah darah?". Allah hanya menjawab:"Sesungguhnya Aku mengetahui apa 
yang tidak kamu ketahui.”  Apa artinya? Artinya ialah yang disangkakan para 
Malaikat itu salah!

Fakta lain, ingat rencana seorang Pendeta Amerika yang akan membakar Alquran? 
Pada saat itu memang tidak kejadian setelah menuai protes banyak pihak, tapi 
selanjutnya apa? 

"Pendeta Amerika yang punya sifat jelek, yang berbicara buruk tentang Kitab 
Suci 
Alqur-aan dalam bulan  September 2010 yang lalu dan berencana untuk 
membakarnya, 
tetapi saat itu terhalangi atas desakan orang-orang. Betapa pun juga, dua hari 
yang lalu, ia telah melakukannya juga perbuatan jahat ini (yaitu mencabi-cabik 
dan membakar KS Alqur-aan). Ia telah mempertahankan alasan perbuatannya itu 
dengan memanggil apa yang dinamakannya sebagai ‘jury’ yang terdiri dari 12 
orang 
yang dimana seorang Imam Muslim telah mewakili golongan Islam.  Betapa pun 
juga, 
setelahnya 6 jam jury tersebut berunding mereka memutuskan bahwa Kitab Suci 
Alqur-aan - na’uduzubillah min dzalik – memang menganjurkan dan mendorong 
kekerasan dan inilah apa yang mereka lihat dan yang mereka saksikan , itulah 
alasannya mengapa mereka membakar Kitab Alqur-aan ini

Semoga kita bisa membuktikan bahwa Islam itu indah, terbukti sebagai rahmat 
bagi 
seluruh dunia.






>
>
>From:  Yohanes Kristianto <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Fri, 27 Aug 2010 15:13:13 +0800 (SGT)
>To: Pagerkipas Yogya<[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: [pagerkipas] Data Pembakaran Gereja 1945- 2005 Re: [nasional-list] 
>Religious intolerance and Indonesia's future
>
>  
>
>
>
>  
>Untuk Elwin Tobing, Ph.D. 
>Associate Professor, 
>Phone: (626) 815-6000 Ext. 3824. 
>Email: [email protected]
>
>Untuk para pembaca email dimanapun kalian berada, marilah kita menambahkan 
>data 
>baru mengenai perusakan gereja yang terjadi sejak 2005 sampai 2010.
>Data ini perlu dipublikasikan keseluruh dunia, sehingga para pemimpin negara 
>mengerti keadaan sesungguhnya. Seperti kita tahu SBY terlihat masih tertidur 
>nyenyak ,marilah gedor pintu hatinya.
>
>Dalam perayaan 17 Augustus 2010, SBY memberikan pesan seperti ini:
>
>"Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 kita sukseskan reformasi gelombang 
>kedua untuk terwujudnya kehidupan berbangsa yang makin sejahtera, makin 
>demokratis, dan makin berkeadilan."
>~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
>
>Ini adalah data pembakaran gereja sejak 1945-2005 untuk diketahui dunia bahwa 
>pembakaran gereja di Indonesia sudah menjadi Fenomena, dari zaman Sukarno 
>sampai 
>SBY sekarang.  Tak seorangpun ditahan, ditangkap, diadili, maupun dihukum.  
>
>
>
>
>Sejak zaman kemerdekaan sampai zaman Pemerintah SBY 2005 kaum Muslim radikal 
>telah merusak, menutup, mem-bom, dan membakar 900 Gereja@2005.
>  
>
>
>
>
>
>
>
>
>2011/4/15 DANíëL!® <[email protected]>
>
>Siapa yg memvonis umat Islam?
>>Mengapa (merasa) divonis?
>>Dan siapa yg anda harapkan memvonis umat non-Islam?
>>
>>Btw, saya pribadi memvonis FPI adalah organisasi yg suka melakukan kekerasan 
>>seperti yg mereka tunjukkan sendiri. Tapi setau saya lebih banyak umat Islam 
>>yg 
>>tidak merasa diwakili FPI.
>>Apa menurut anda saya salah?
>>
>>Rgds,
>>DANíëL!®
>> 
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
>>Sender: [email protected]
>>Date: Fri, 15 Apr 2011 06:49:01
>>To: <[email protected]>; <[email protected]>
>>Reply-To: [email protected]
>>Subject: [Itb] Lima Mesjid Dibakar, Adakah Yang Peduli?
>>
>>
>>Assalamu'alaikum wr. wb.,
>>
>>Excerpt:  Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka
>>melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada
>>yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran.
>>
>>Wassalamu'alaikum wr. wb.,
>>CA
>>
>>
>>Source: 
>>http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/13/14108/lima-masjid-dibakar-di-medan-fui-sumatera-utara-datangi-komnas-ham/
>>
>>
>>--begins--
>>
>>Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM
>>
>>Jakarta (voa-islam) – Selama ini, media massa hanya memberitakan
>>insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran
>>masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat
>>tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak
>>fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan
>>kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut
>>umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara
>>hukum?
>>
>>Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera
>>Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli
>>Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi
>>Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi
>>Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan
>>pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.
>>
>>Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU),
>>Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu
>>(Penasihat Himounan Tani),  Herymereka diterima oleh Jhony Nelson
>>Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua
>>FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran,
>>pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat
>>di Sumatera Utara.
>>
>>“Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan
>>beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan
>>konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak
>>terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang
>>korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan
>>menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM
>>Nasrullah Nasution SH.
>>
>>Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan
>>masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:
>>
>> 1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa
>>Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.
>>
>>2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba,
>>Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.
>>
>>3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan
>>Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
>>
>> 4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di
>>Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan
>>Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.
>>
>> 5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu,
>>Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.
>>
>>6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang,
>>Kabupaten Langkat.
>>
>>PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan
>>penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak
>>dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di
>>Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil
>>tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama;
>>dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap
>>peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena
>>diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM.
>>
>>Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap
>>tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di
>>Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan
>>menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut.
>>
>>Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. Berita terkaitnya, akan
>>segera dilaporkan voa-islam mengenai “Turunnya Tentara Alloh di
>>Kampung Melayu Selambo – Deli Serdang”. Tunggu saja laporannya.
>>●Desastian
>>--ends--
>>
>>_______________________________________________
>>Itb mailing list
>>[email protected]
>>http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
>>Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.
>>_______________________________________________
>>Itb mailing list
>>[email protected]
>>http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
>>Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.
>
>
>-- 
>- Irwan -
>
>


-- 
Yours Affectionately,

YADI supriadi wendy
.:sent with love:.

Kirim email ke