*From: * Yohanes Kristianto <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*Sender: * [email protected] <mailto:[email protected]>
*Date: *Fri, 27 Aug 2010 15:13:13 +0800 (SGT)
*To: *Pagerkipas Yogya<[email protected]
<mailto:[email protected]>>
*ReplyTo: * [email protected]
<mailto:[email protected]>
*Subject: *[pagerkipas] Data Pembakaran Gereja 1945- 2005 Re:
[nasional-list] Religious intolerance and Indonesia's future
//Untuk Elwin Tobing//, Ph.D.
Associate Professor,
Phone: (626) 815-6000 <tel:%28626%29%20815-6000> Ext. 3824.
Email: [email protected] <mailto:[email protected]>
Untuk para pembaca email dimanapun kalian berada, marilah kita
menambahkan data baru mengenai perusakan gereja yang terjadi sejak
2005 sampai 2010.
Data ini perlu dipublikasikan keseluruh dunia, sehingga para pemimpin
negara mengerti keadaan sesungguhnya. Seperti kita tahu SBY terlihat
masih tertidur nyenyak ,marilah gedor pintu hatinya.
Dalam perayaan 17 Augustus 2010, SBY memberikan pesan seperti ini:
*"Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 kita sukseskan reformasi
gelombang kedua untuk terwujudnya kehidupan berbangsa yang makin
sejahtera, makin demokratis, dan makin berkeadilan."*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ini adalah data pembakaran gereja sejak 1945-2005 untuk diketahui
dunia bahwa pembakaran gereja di Indonesia sudah menjadi Fenomena,
dari zaman Sukarno sampai SBY sekarang. Tak seorangpun ditahan,
ditangkap, diadili, maupun dihukum.
**Sejak zaman kemerdekaan sampai zaman Pemerintah SBY 2005 kaum Muslim
radikal telah merusak, menutup, mem-bom, dan membakar ****/_900
Gereja@2005._/****
2011/4/15 DANíëL!® <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Siapa yg memvonis umat Islam?
Mengapa (merasa) divonis?
Dan siapa yg anda harapkan memvonis umat non-Islam?
Btw, saya pribadi memvonis FPI adalah organisasi yg suka melakukan
kekerasan seperti yg mereka tunjukkan sendiri. Tapi setau saya
lebih banyak umat Islam yg tidak merasa diwakili FPI.
Apa menurut anda saya salah?
Rgds,
DANíëL!®
-----Original Message-----
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]
<mailto:[email protected]>>
Sender: [email protected] <mailto:[email protected]>
Date: Fri, 15 Apr 2011 06:49:01
To: <[email protected] <mailto:[email protected]>>;
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
Reply-To: [email protected] <mailto:[email protected]>
Subject: [Itb] Lima Mesjid Dibakar, Adakah Yang Peduli?
Assalamu'alaikum wr. wb.,
Excerpt: Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka
melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada
yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran.
Wassalamu'alaikum wr. wb.,
CA
Source:
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/13/14108/lima-masjid-dibakar-di-medan-fui-sumatera-utara-datangi-komnas-ham/
--begins--
Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM
Jakarta (voa-islam) – Selama ini, media massa hanya memberitakan
insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran
masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat
tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak
fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan
kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut
umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara
hukum?
Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera
Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli
Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi
Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi
Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan
pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.
Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU),
Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu
(Penasihat Himounan Tani), Herymereka diterima oleh Jhony Nelson
Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua
FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran,
pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat
di Sumatera Utara.
“Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan
beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan
konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak
terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang
korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan
menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM
Nasrullah Nasution SH.
Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan
masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:
1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa
Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.
2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba,
Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.
3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan
Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di
Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan
Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.
5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu,
Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.
6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang,
Kabupaten Langkat.
PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan
penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak
dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di
Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil
tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama;
dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap
peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena
diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM.
Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap
tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di
Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan
menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut.
Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. Berita terkaitnya, akan
segera dilaporkan voa-islam mengenai “Turunnya Tentara Alloh di
Kampung Melayu Selambo – Deli Serdang”. Tunggu saja laporannya.
●Desastian
--ends--
_______________________________________________
Itb mailing list
[email protected] <mailto:[email protected]>
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.
_______________________________________________
Itb mailing list
[email protected] <mailto:[email protected]>
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.
--
- Irwan -