On 15/04/2011 8:17, M. Irwan Hrp wrote:

Perhatikan kata-kata "MUSLIM RADIKAL"

Memang Alquran tidak pernah mengajarkan membuat kerusuhan di muka bumi ini, yang ada malah perintah membuat kedamaian! Damai, hidup rukun dan saling bertoleransi dengan tetangga , bahkan dengan lain agama sekalipun, seperti dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad saw dalam peri kehidupan sehari-hari. Sekalipun kepada nabi palsu, yang berusaha "menyainginya", beliau saw memang bertindak tegas dengan menyurati " Hee pendusta, segeralah bertobat!". Hanya sampai itu.

Tapi kenyataannya sekarang apa? Fakta tidak bisa dipungkiri, para "penganut" ajaran ini merasa telah menjadi pembela Tuhan, merasa diri paling benar, yang lain salah, yang tidak sefaham harus dibakar dan dimusnahkan, darahnya halal, dlsb dlsb. Maka terjadilah pembakaran rumah ibadah, saling serang dengan mengatasnamakan agama. Padahal Tuhan tidak pernah mengajarkan ummatnya melakukan pengrusakan! Ingat tatkala para Malaikat berkata:"Apakah Engkau akan menciptakan manusia penumpah darah?". Allah hanya menjawab:"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Apa artinya? Artinya ialah yang disangkakan para Malaikat itu salah!

Fakta lain, ingat rencana seorang Pendeta Amerika yang akan membakar Alquran? Pada saat itu memang tidak kejadian setelah menuai protes banyak pihak, tapi selanjutnya apa? * "Pendeta Amerika yang punya sifat jelek, yang berbicara buruk tentang Kitab Suci Alqur-aan dalam bulan September 2010 yang lalu dan berencana untuk membakarnya, tetapi saat itu terhalangi atas desakan orang-orang. Betapa pun juga, dua hari yang lalu, ia telah melakukannya juga perbuatan jahat ini (yaitu mencabi-cabik dan membakar KS Alqur-aan). Ia telah mempertahankan alasan perbuatannya itu dengan memanggil apa yang dinamakannya sebagai ‘jury’ yang terdiri dari 12 orang yang dimana seorang Imam Muslim telah mewakili golongan Islam. Betapa pun juga, setelahnya _6 jam jury tersebut berunding mereka memutuskan bahwa Kitab Suci Alqur-aan - na’uduzubillah min dzalik – memang menganjurkan dan mendorong kekerasan dan inilah apa yang mereka lihat dan yang mereka saksikan _* *_, itulah alasannya mengapa mereka membakar Kitab Alqur-aan ini_*

Semoga kita bisa membuktikan bahwa Islam itu indah, terbukti sebagai rahmat bagi seluruh dunia.






*From: * Yohanes Kristianto <[email protected] <mailto:[email protected]>>
*Sender: * [email protected] <mailto:[email protected]>
*Date: *Fri, 27 Aug 2010 15:13:13 +0800 (SGT)
*To: *Pagerkipas Yogya<[email protected] <mailto:[email protected]>> *ReplyTo: * [email protected] <mailto:[email protected]> *Subject: *[pagerkipas] Data Pembakaran Gereja 1945- 2005 Re: [nasional-list] Religious intolerance and Indonesia's future



//Untuk Elwin Tobing//, Ph.D.
Associate Professor,
Phone: (626) 815-6000 <tel:%28626%29%20815-6000> Ext. 3824.
Email: [email protected] <mailto:[email protected]>

Untuk para pembaca email dimanapun kalian berada, marilah kita menambahkan data baru mengenai perusakan gereja yang terjadi sejak 2005 sampai 2010. Data ini perlu dipublikasikan keseluruh dunia, sehingga para pemimpin negara mengerti keadaan sesungguhnya. Seperti kita tahu SBY terlihat masih tertidur nyenyak ,marilah gedor pintu hatinya.

Dalam perayaan 17 Augustus 2010, SBY memberikan pesan seperti ini:

*"Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 kita sukseskan reformasi gelombang kedua untuk terwujudnya kehidupan berbangsa yang makin sejahtera, makin demokratis, dan makin berkeadilan."*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Ini adalah data pembakaran gereja sejak 1945-2005 untuk diketahui dunia bahwa pembakaran gereja di Indonesia sudah menjadi Fenomena, dari zaman Sukarno sampai SBY sekarang. Tak seorangpun ditahan, ditangkap, diadili, maupun dihukum.


**Sejak zaman kemerdekaan sampai zaman Pemerintah SBY 2005 kaum Muslim radikal telah merusak, menutup, mem-bom, dan membakar ****/_900 Gereja@2005._/****







2011/4/15 DANíëL!® <[email protected] <mailto:[email protected]>>

    Siapa yg memvonis umat Islam?
    Mengapa (merasa) divonis?
    Dan siapa yg anda harapkan memvonis umat non-Islam?

    Btw, saya pribadi memvonis FPI adalah organisasi yg suka melakukan
    kekerasan seperti yg mereka tunjukkan sendiri. Tapi setau saya
    lebih banyak umat Islam yg tidak merasa diwakili FPI.
    Apa menurut anda saya salah?

    Rgds,
    DANíëL!®

    -----Original Message-----
    From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]
    <mailto:[email protected]>>
    Sender: [email protected] <mailto:[email protected]>
    Date: Fri, 15 Apr 2011 06:49:01
    To: <[email protected] <mailto:[email protected]>>;
    <[email protected] <mailto:[email protected]>>
    Reply-To: [email protected] <mailto:[email protected]>
    Subject: [Itb] Lima Mesjid Dibakar, Adakah Yang Peduli?

    Assalamu'alaikum wr. wb.,

    Excerpt:  Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka
    melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada
    yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran.

    Wassalamu'alaikum wr. wb.,
    CA


    Source:
    
http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/13/14108/lima-masjid-dibakar-di-medan-fui-sumatera-utara-datangi-komnas-ham/

    --begins--

    Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM

    Jakarta (voa-islam) – Selama ini, media massa hanya memberitakan
    insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran
    masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat
    tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak
    fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan
    kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut
    umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara
    hukum?

    Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera
    Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli
    Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi
    Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi
    Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan
    pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.

    Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU),
    Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu
    (Penasihat Himounan Tani),  Herymereka diterima oleh Jhony Nelson
    Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua
    FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran,
    pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat
    di Sumatera Utara.

    “Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan
    beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan
    konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak
    terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang
    korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan
    menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM
    Nasrullah Nasution SH.

    Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan
    masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:

     1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa
    Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

    2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba,
    Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

    3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan
    Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

     4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di
    Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan
    Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

     5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu,
    Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

    6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang,
    Kabupaten Langkat.

    PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan
    penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak
    dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di
    Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil
    tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama;
    dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap
    peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena
    diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM.

    Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap
    tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di
    Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan
    menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut.

    Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. Berita terkaitnya, akan
    segera dilaporkan voa-islam mengenai “Turunnya Tentara Alloh di
    Kampung Melayu Selambo – Deli Serdang”. Tunggu saja laporannya.
    ●Desastian
    --ends--
    _______________________________________________
    Itb mailing list
    [email protected] <mailto:[email protected]>
    http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
    Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.
    _______________________________________________
    Itb mailing list
    [email protected] <mailto:[email protected]>
    http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
    Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.




--
- Irwan -



--
Yours Affectionately,

YADI supriadi wendy
.:sent with love:.

Kirim email ke