Klo rekayasa, nggak lah. Mereka itu sdh tau resikonya klo itu rekayasa mereka. 
Hentikan import sapi anakan jg bukan solusi.

Justru kitalah yg hrs mengupgrade diri dalam menghadapi era globalisasi, 
eco-label, dan pasar bebas. Membangkitkan rasa nasionalisme itu hrslah dengan 
cara refined method, bukan fanatisme.

Pertamina aja sempet jualan gasoline lebih mahal dari Shell. How comes? Seems 
embarrassing to hear that. Nasionalisme itu perlu pembuktian hari ke hari...

Wake-up your mind...

Rgrds,  
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Sholeh Mr <[email protected]>
Sender: [email protected]: Fri, 10 Jun 2011 11:11:44 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Bls: Bls: Gara2 Video Penyiksaan Sapi, Australia Hentikan 
Ekspor Sapi Anakan. Kalau ini hanya rekayasa, Indonesia bisa Tuntut Pencemaran 
Nama Baik sesuai UU ITE

Bung Roestam yth,.

sikap mu menunjukkan orang yang memiliki kemandirian
bangsa mu memerlukan sikap mu
untuk menuju indonesia yang lebih baik.

menuju presiden ku 2014,.

setujuuuuuu,.

Salam indonesia bangkit.




________________________________
Dari: goenarso goenoprawiro <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 10 Juni, 2011 10:54:28
Judul: [indonesia] Bls: Gara2 Video Penyiksaan Sapi, Australia Hentikan Ekspor 
Sapi Anakan. Kalau ini hanya rekayasa, Indonesia bisa Tuntut Pencemaran Nama 
Baik sesuai UU ITE


Pak Sumitro,

Ini kesempatan peternak lokal menggenjot produksi sapi menggantikan 
ketergantungan kita terhadap impor sapi.

Goenarso




________________________________
Dari: S Roestam <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 10 Juni, 2011 09:25:15
Judul: [indonesia] Gara2 Video Penyiksaan Sapi, Australia Hentikan Ekspor Sapi 
Anakan. Kalau ini hanya rekayasa, Indonesia bisa  Tuntut Pencemaran Nama Baik 
sesuai UU ITE

Kawan2 Yth,

Apakah anda sekalian tidak merasa aneh, gara2 penayangan video Penyiksaan Sapi 
di TV ABC Astralia dan Youtube, dalam waktu 2-minggu saja Australia memutuskan 
untuk menghentikan ekspor sapi anakan ke Indonesia, dan memaksa Indonesia harus 
membeli daging sapi beku dengan harga yang jauh lebih mahal dari pada kalau 
kita 
impor sapi anakan yg kita besarkan dulu di Indonesia dengan harga yg jauh lebih 
murah???

Tidak adakah yg terpikir di hati kawan2 bahwa itu hanya sebuah taktik dagang 
untuk dapatkan keuntungan yg sebesar2nya dari ekspor daging sapi beku ke 
Indonesia? Australia juga sangat khawatir, kalau sapi anakan itu 
dikembang-biakkan secara luas di Indonesia, maka akibatnya akan menyetop secara 
otomatis ekspor daging sapi beku dari Australia ke Indonesia...???

Namun kalau untuk menghentikan itu Australia menggunakan cara Rekayasa video 
penganiayaan sapi2 di Indonesia  sebelum dipotong, maka ini sebuah pembohongan 
publik dan bisa dituntut sesuai UU ITE, pasal Pencemaran Nama Baik Bangsa 
Indonesia!!!

Pernah ada berita, bahwa para penjagal sapi sebelum melakukan aksi penganiayaan 
itu dapat bayaran Rp 50.000,- Kalau ini memang benar terjadi, maka ini adalah 
sebuah rekayasa untuk mencemarkan nama baik Indonesia!

Tidak adakan diantara kawan2 di milis itu yang tinggal didekat Rumah jagal sapi 
itu yg bisa menyaksikan kebiasaan pemotongan sapi, apakah memang sapi2 iru 
terlebih dahulu disika, dipukuli, dicongkel matanya, dll?? Apakah ini secara 
logika masuk akal??? Untuk apa para penjagal itu menyiksa sapi2 itu? Tidak 
masuk 
akal!

Jadi kami sarankan Pemerintah/Polisi melakukan penyidikan resmi tentang 
ada/tidaknya penyiksaan sesuai gambar di video yg dapat dengan mudah kita 
download dari Youtube atau minta dari TV-One atau Metro TV, kemudian secara 
langsung menanyakan ke para penjagal yg fotonya ada  di video itu. Kalau benar 
mereka hanya dibayar Rp 50.000,- untuk melakukan aksi kekejaman terhadap sapi, 
dan bukan praktek pelaksanaan penjagalan sehari-hari, maka ini namanya rekayasa 
untuk mencemarkan nama baik Bangsa Indonesia!

Ayo kawan2, bangkit dan tunjukkan nyalimu, bahwa Bangsa Indonesia bukan bangsa 
yg mudah untuk ditipu dan diperlakukan secara sewenang-wenang!!!!

Silahkan ditanggapi dan didukung langkah2 untuk menuntut pembuat Video Rekayasa 
Penyiksaan Sapi2 ex Australia! Tuntutan hukumannya 5-tahun penjara dan Denda Rp 
1-milyar. Jangan hanya berani menuntut Prita yg tak berdaya...?!

Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai.

Wassalam,
S Roestam
http://mastel.blogspot.com
http://wartaduniamaya.blogspot.com
http://wartakehidupan.blogspot.com

Kirim email ke