Btw, semangat kebangsaan memang sangat perlu di kibar kan dan di junjung
tinggi dengan penuh keihklasan, kedewasaan dan Mandiri

Di satu pihak mencari tahu rekayasa vs Actual ... tidak ada salah nya
Andai Metro atau TV one (setasiun TV yang seneng nyari issue hangat) bisa
dapet data dan di tayangkan .. ya tentu sangat bagus. kalau itu rekayasa
.... hayo kita buat publikasi balik
Tappi kalau itu bener ... wuah isin tenan kita ... tapi gak perlu isin ..
hanya kita perlu meng upgrade diri agar jauh melompat utk lebih baik

Di lain pihak kita juga perlu mawas diri, Kita tahu bisnis sapi import dari
Australi saja mencapai nilai ratusan juta dollar per tahun .. bukan bisnis
main2 tuh ... Mega proyek di Indonesia aja sangat jarang ada yang nilai nya
ratusan juta dolar per tahun. Jadi pasti nya wong Strali pasti mikir seribu
kali sebelum mutusin hal itu. Salah2 peluang dia kesamber ama negara lain
yang juga siap masok anakan sapi ke Indonesia



2011/6/10 <[email protected]>

> Klo rekayasa, nggak lah. Mereka itu sdh tau resikonya klo itu rekayasa
> mereka. Hentikan import sapi anakan jg bukan solusi.
>
> Justru kitalah yg hrs mengupgrade diri dalam menghadapi era globalisasi,
> eco-label, dan pasar bebas. Membangkitkan rasa nasionalisme itu hrslah
> dengan cara refined method, bukan fanatisme.
>
> Pertamina aja sempet jualan gasoline lebih mahal dari Shell. How comes?
> Seems embarrassing to hear that. Nasionalisme itu perlu pembuktian hari ke
> hari...
>
> Wake-up your mind...
>
> Rgrds,
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
>  *From: *Sholeh Mr <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Fri, 10 Jun 2011 11:11:44 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *[indonesia] Bls: Bls: Gara2 Video Penyiksaan Sapi, Australia
> Hentikan Ekspor Sapi Anakan. Kalau ini hanya rekayasa, Indonesia bisa Tuntut
> Pencemaran Nama Baik sesuai UU ITE
>
>  Bung Roestam yth,.
>
> sikap mu menunjukkan orang yang memiliki kemandirian
> bangsa mu memerlukan sikap mu
> untuk menuju indonesia yang lebih baik.
>
> menuju presiden ku 2014,.
>
> setujuuuuuu,.
>
> Salam indonesia bangkit.
>
>  ------------------------------
> *Dari:* goenarso goenoprawiro <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Terkirim:* Jum, 10 Juni, 2011 10:54:28
> *Judul:* [indonesia] Bls: Gara2 Video Penyiksaan Sapi, Australia Hentikan
> Ekspor Sapi Anakan. Kalau ini hanya rekayasa, Indonesia bisa Tuntut
> Pencemaran Nama Baik sesuai UU ITE
>
>  Pak Sumitro,
>
> Ini kesempatan peternak lokal menggenjot produksi sapi menggantikan
> ketergantungan kita terhadap impor sapi.
>
> Goenarso
>
>  ------------------------------
> *Dari:* S Roestam <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Terkirim:* Jum, 10 Juni, 2011 09:25:15
> *Judul:* [indonesia] Gara2 Video Penyiksaan Sapi, Australia Hentikan
> Ekspor Sapi Anakan. Kalau ini hanya rekayasa, Indonesia bisa Tuntut
> Pencemaran Nama Baik sesuai UU ITE
>
> Kawan2 Yth,
>
> Apakah anda sekalian tidak merasa aneh, gara2 penayangan video Penyiksaan
> Sapi di TV ABC Astralia dan Youtube, dalam waktu 2-minggu saja Australia
> memutuskan untuk menghentikan ekspor sapi anakan ke Indonesia, dan memaksa
> Indonesia harus membeli daging sapi beku dengan harga yang jauh lebih mahal
> dari pada kalau kita impor sapi anakan yg kita besarkan dulu di Indonesia
> dengan harga yg jauh lebih murah???
>
> Tidak adakah yg terpikir di hati kawan2 bahwa itu hanya sebuah taktik
> dagang untuk dapatkan keuntungan yg sebesar2nya dari ekspor daging sapi beku
> ke Indonesia? Australia juga sangat khawatir, kalau sapi anakan itu
> dikembang-biakkan secara luas di Indonesia, maka akibatnya akan menyetop
> secara otomatis ekspor daging sapi beku dari Australia ke Indonesia...???
>
> Namun kalau untuk menghentikan itu Australia menggunakan cara Rekayasa
> video penganiayaan sapi2 di Indonesia sebelum dipotong, maka ini sebuah
> pembohongan publik dan bisa dituntut sesuai UU ITE, pasal Pencemaran Nama
> Baik Bangsa Indonesia!!!
>
> Pernah ada berita, bahwa para penjagal sapi sebelum melakukan aksi
> penganiayaan itu dapat bayaran Rp 50.000,- Kalau ini memang benar terjadi,
> maka ini adalah sebuah rekayasa untuk mencemarkan nama baik Indonesia!
>
> Tidak adakan diantara kawan2 di milis itu yang tinggal didekat Rumah jagal
> sapi itu yg bisa menyaksikan kebiasaan pemotongan sapi, apakah memang sapi2
> iru terlebih dahulu disika, dipukuli, dicongkel matanya, dll?? Apakah ini
> secara logika masuk akal??? Untuk apa para penjagal itu menyiksa sapi2 itu?
> Tidak masuk akal!
>
> *Jadi kami sarankan Pemerintah/Polisi melakukan penyidikan resmi tentang
> ada/tidaknya penyiksaan sesuai gambar di video yg dapat dengan mudah kita
> download dari Youtube atau minta dari TV-One atau Metro TV, kemudian secara
> langsung menanyakan ke para penjagal yg fotonya ada di video itu. Kalau
> benar mereka hanya dibayar Rp 50.000,- untuk melakukan aksi kekejaman
> terhadap sapi, dan bukan praktek pelaksanaan penjagalan sehari-hari, maka
> ini namanya rekayasa untuk mencemarkan nama baik Bangsa Indonesia!*
>
> *Ayo kawan2, bangkit dan tunjukkan nyalimu, bahwa Bangsa Indonesia bukan
> bangsa yg mudah untuk ditipu dan diperlakukan secara sewenang-wenang!!!!
>
> Silahkan ditanggapi dan didukung langkah2 untuk menuntut pembuat Video
> Rekayasa Penyiksaan Sapi2 ex Australia! Tuntutan hukumannya 5-tahun penjara
> dan Denda Rp 1-milyar. Jangan hanya berani menuntut Prita yg tak
> berdaya...?!*
>
> Semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai.
>
> Wassalam,
> S Roestam
> http://mastel.blogspot.com
> http://wartaduniamaya.blogspot.com
> http://wartakehidupan.blogspot.com
>

Kirim email ke