Ahad 5 Pebruari
AAS tampil di depan sekitar 200 siswa Qinshoo
siswa Qinshoo cukup unik
ada anakk, mahasiswa, ada kakek nenek 70 tahunan
ada tukang ojek, petani, mantan napi membunuh orang, profesional IT, jurnalis,
pengusaha, birokrat, pejabat
tapi semua tampak rapi tidak kumal
pemandangan yang jarang terjadi
aneka latar belakang sosial ekonomi berbaur jadi satu
tanpa sekat,
tanpa kepuraa-an,
tanpa rasa minder bagi yang dari "kelas" sosial bawah
tanpa keangkuhan dari yang kelas sosial atas
tanpa penghormatan berlebihan pada sang guru
bahkan sang guru hanya disapa/dipanggil dengan Bang
sapaan yang berlaku bagi semua siswa laki
Bang
saya pun disapa Bang GusPur
Qinshoo mulanya berpusat di Jakarta
tetapi kemudian pindah ke hutan Kalimantan
Jakarta cukup dijadikan cabang
seperti halnya cabang di pedalaman Tulungagung
materi pertama disampaikan Bang Gandos yang berbadan tambun
diselingi pertanyaan kepada para peserta
dan peserta yang disebut namanya pun segera menjawab lugas apa adanya
tanpa takut salah
sebelum AAS presentasi
peserta diajak menyanyi beberapa lagu khas Qinshoo
mars Qinshoo
dan lagu keimanan
yang diambilkan dari hadits lalu diaransemeni menjadi lagu yang sangat apik
memnyanyi dipandu seorang yang ternyata magister hukum
seperti panitia kegiatan lainnya, menggunakan jubah panjang berwarna putih
berjalan ke sana kemari sambil memetik gitar
"tubaa liman yaroniy wa amana biy
tubaa tubaa tubaa
liman lam yaroni tsumma amana biy
beruntunglah orang yang melihatku, kemudian mereka mengimaniku
dan lebih beruntung mereka yang tidak melihatku
tetapi mereka mengimaniku"
sangat khidmat
tanpa terasa air mata pun berlinang
lagu "Arab" selesai
dilanjut menyanyikan lagu "Amerika"
One Moment in Time yang telah dimodifikasi dengan syair tauhid
dipimpin istri sang guru
semua siswa pun menyanyi dengan kompak
Qinshoo kependekan dari Quranic International School
yang menarik
International tidak merujuk pada bahasa Inggris atau pun bahasa Arab
tetapi pada kebaikan hati dan ahlak
dengan budi pekerti, ahlak, dan hati serta pikiran yang baik maka orang akan
diterima siapa saja secara universal
itulah Quran terapan ala Qinshoo
sebelumnya
Sabtu bang GusPur diterima di Pawontelogo, rumah makan di tengah telaga
oleh para punggawa QIC Quranic Intelligence Center
dari sana kemudian beralih ke sekretariat QIC
dan dilanjut kajian falak
sekitar 60 peserta, semua peserta pria berjubah putih
kecuali bang Gandos pemandu acara berjubah hitam
variasi usia peserta juga sangat variatif
ada anak usia SMA sampai kakek nenek
yang luar biasa
mereka bukan sekedar asyik nyimak, tetapi juga tampak rajin mencatat
tanpa satu pun peserta menampakkan wajah kantuk
acara yang berlangsung di alam bebas beratap terpal
karenanya bisa ditonton oleh orang lewat di jalan depannya
berlangsung sampai jam 01 dini hari
acara dihentikan karena bang GusPur besok pagi masih harus isi sampai sore
di lantai 5 Banjarmasin Pos
sebagaimana di halaman Banjarmasin Pos
di sekretariat QIC
poster besar bergambar bang GusPur bersama sang guru QIC dipasang
---------- ------ ------
sekali lagi,
yang memerlukan buku AAS
bisa kontak lgsg no hp 0856 4888 2554
setelah transfer
Rp 80.000 untuk Jawa
Rp 85.000 untuk luar Jawa
ke no rek BNI 0100149129
jangan lewatkan al-Quran al-'alim
mushaf ilmiy
juga Metoda HIKARI untuk baca Arab Gundul
Agus Purwanto
LaFTiFA ITS
http://purwanto-laftifa.blogspot.com
http://ayatayatsemesta.wordpress.com
__,_._,___
_______________________________________________
Indonesia mailing list
[email protected]
http://nextbetter.net/mailman/listinfo/indonesia
http://indonesia.nextbetter.net