----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Tutut Siap Minta Surat Kuasa Ayahnya

Media Indonesia - Politik dan Keamanan (6/28/00)
JAKARTA (Media):

Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) berjanji akan meminta kepada ayahnya agar
dibuatkan surat kuasa bagi pemerintah untuk pengambilan harta kekayaan Pak
Harto di luar negeri sebagaimana yang diketahui Presiden Gus Dur sebesar
US$45 miliar.

Sampai saat ini, Pak Harto masih bersikukuh bahwa dirinya tidak memiliki
uang sesen pun di luar negeri. Sedangkan mengenai harta kekayaannya di dalam
negeri telah dilaporkan kepada pemerintah semasa Presiden BJ Habibie.

"Kalau Presiden Gus Dur mengetahui bahwa ada dana milik Bapak (Pak Harto) di
luar negeri ya alhamdulillah. Bila beliau (Gus Dur) menemukan, mohon
perintahkan kepada yang berwenang untuk mengambil uang itu kemudian dipakai
bagi kepentingan bangsa dan negara," tegas Tutut kepada wartawan kemarin.

Putri sulung mantan Presiden Soeharto itu, kemarin, pada pukul 08.30 WIB
datang ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejakgung) untuk diperiksa sebagai
saksi dalam kasus KKN yang dituduhkan terhadap ayahnya. Selama pemeriksaan
berlangsung, ia didampingi Amir Syamsudin, penasihat hukumnya.

Tutut menyatakan bahwa dirinya bersedia meminta kembali surat kuasa kepada
Pak Harto untuk pengambilan harta kekayaan ayahnya di luar negeri
sebagaimana diketahui Gus Dur. Sehingga tidak perlu Pak Harto atau
keluarganya yang mengambil dan menyerahkannya kepada pemerintah. "Kalau
memang ada dananya dan perlu surat kuasa nanti saya sampaikan kepada Bapak
saya untuk mengambil uang tersebut. Jadi tidak perlu kita yang harus
menyerahkan. Kalau memang Gus Dur tahu ada di mana silakan, monggo," kata
Tutut.

Namun dia mengakui adanya pertemuan keluarga Pak Harto dengan Susilo Bambang
Yudhoyono. Hanya saja ia tidak bersedia menjelaskan apa yang dibicarakan
dalam pertemuan itu. Tetapi yang pasti, Tutut menegaskan bahwa dari
pertemuan itu, pihak keluarganya tidak mempunyai komitmen atau negosiasi apa
pun dengan pemerintah. Dia justru mempertanyakan harta mana yang harus
diserahkan?.

"Kalau apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu silakan tanya kepada Pak
Bambang Susilo. Kami sudah tegaskan, di luar negeri Bapak tidak punya harta
sesen pun, jadi bagaimana lagi cara untuk menjelaskan bahwa itu betul-betul
tidak ada," tutur Tutut.

Mantan Mensos itu kemarin diperiksa Jaksa Suryansah dalam kapasitasnya
sebagai Bendahara Yayasan Dana Gotong Royong. Sebanyak 26 pertanyaan yang
diajukan jaksa berhasil dijawab Tutut.

Seusai diperiksa pada pukul 11.00 WIB, dia mengatakan bahwa pemeriksaannya
untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran uang dari yayasan tersebut serta
penyertaannya pada badan usaha.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jun 2000 jam 11:17:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke