----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SIARAN PERS:
PRESIDIUM FORUM SILATURRAHMI MAHASISWA ACEH ( FORSIMA )

DEWAN PRESIDIUM SIRA / SEKJEND FARMI-DIA DITANGKAP BRIMOB TANPA ALASAN
YANG JELAS DI SIGLI KAB. PIDIE

KRONOLOGIS:

Pada Jam 10.30  malam saudara Radhi Darmansyah ( aktivis Mahasiswa IAIN
Ar-Raniry, Dewan Presidium SIRA komisi Jaringan Internasional serta SEKJEND
FARMI-DIA ) bersama rekannya Nasruddin Abu Bakar ( Aktivis mahasiswa IAIN
Ar-Raniry, Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Idi Rayeuk, serta Koordinator
Jaringan Nasional Cease Fire Watch - CFW  ) dari terminal Seutui B.Aceh
berangkat dengan Bus Kurnia tujuan jakarta . Sesampainya di depan MAPOLRES
PIDIE  kota Sigli pukul 00.00 dini hari,  Bus Penumpang tersebut di
berhentikan oleh satuan BRIMOB, dimana seperti lazimnya BRIMOB di Mapolres
tersebut melakukan Swiping terhadap kenderaan ataupun Bus yang lewat, beber
apa personil Pasukan tersebut langsung melakukan pemeriksaan terhadap setiap
penumpang Bus. Saudara Radhi Darmansyah dan Nasruddin Abu Bakar yang duduk
satu bangku pun di periksa. Dalam pemeriksaan tersebut dalam tas saudara
radhi
ditemukan satu tape rekaman Merk sony serta buku Agenda yang berisi catatan
harian. Personil Brimob tersebut langsung menyeret saudara Radhi Darmansyah
turun kebawah sambil membentak dan memukulinya dengan popor senjata, sedang
kan saudara Nasruddin Abu Bakar tetap ditempat. Saudara Radhi dikawal masuk
ke
Mapolres dan sampai berita ini kami turunkan saudara Radhi Darmansyah masih
ditahan untuk di intograsi. Kronlogis ini diterima FORSIMA dari Saksi
Nasruddin Abu Bakar

SIKAP DAN TUNTUTAN.

Menyikapi kejadian yang tidak bermoral tersebut terhadap aktivis Mahasiswa
untuk kemanusiaan maka kami FORSIMA Periode 2000s/d 2001 yang mempunyai
tanggung jawab dan moral terhadap kesatuan dan persatuan Aktivis Mahasiswa
sebagaimana Amanah Pertemuan Tahunan FORSIMA ke 8 beberapa waktu lalu
menyatakan sikap sebagai berikut:

1.Menuntut KAPOLRES Pidie untuk segera melepaskan saudara Radhi Darmansyah,
dan kami tidak membenarkan dengan alasan apapun apabila saudara radhi di
tahan lebih dari 24 jam.

2.Menyatakan bahwa perlakuan penangkapan sewenang-wenang tersebut merupakan
suatu bukti betapa kesepakatan Jeda Kemanusiaan ( JoU ) tidak mempunyai arti
apa-apa dilapangan. Dan ini adalah suatu pembangkangan serius terhadap
Kesepakatan tersebut; penangkapan sewenang-sewenang tidak dapat di tolerir
apalagi terhadap sipil yang tidak berdosa.

3.Menuntut KAPOLDA Aceh untuk bertanggung jawab terhadap kasus tersebut den
gan mengusut tuntas, serta memberhentikan dari tugasnya KAPOLRES Pidie
selaku
penanggung jawab wilayah pidie

4.Menuntut kepada Tim Modalitas Keamanan JOU delegasi RI untuk tidak hanya
sekedar mencatat kejadian diatas, FORSIMA mendesak untuk segera mengambil
tindakan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran prajurit dilapangan, kalau
hal ini tidak bisa dilaksanakan maka kami menilai Forum Bersama Modalitas
Keama
nan tidak mampu dan tidak punya kemampuan serta profesional kerja atas
kepercay
aan tersebut. Maka FORSIMA meyatakan sikap bubarkan saja Forum bersama
tersebut
, dan itu lebih baik serta  Profesional

5.Menghimbau kepada semua Rekan Aktivis Mahasiswa untuk Kemanusiaan untuk
senantiasa tegar dan tabah serta tidak terpancing oleh intimidasi /teror da
ri Aparat RI, demi membela hak-hak rakyat maka darah dan air mata adalah
seman
gat bagi bersama.

Demikianlah sikap dan tuntutan ini kami perbuat sebagai wujud kebersamaan
gerakan sipil dalam membela HAM rakyat Aceh. Senantiasa FORSIMA tidak akan
membiarkan rakyat dalam keteraniayaan dan terjajah.

B.Aceh, 27.Juli 2000
Presidium
Forum Silaturrahmi Mahasiswa Aceh
( FORSIMA )

RIDWAN M
KOORDINATOR PUSAT PRESIDIUM

----------------------------------------------------------------------------
--
PERNYATAAN SIKAP

Nomor : 0015..02.Sekjen.Pers.2000

  PENANGKAPAN AKTIVIS PRO DEMOKRASI

Pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2000, kira-kira pukul
00.00 WIB salah seorang aktivis FARMIDIA ditangkap
oleh aparat kepolisian (petugas sweeping) di depan
Mapolres Pidie tanpa ada suatu alasan yang logis.
Tindakan  penangkapan aparat kepolisian  tersebut
terhadap Sekretaris Jenderal FARMIDIA (Aceh Student
Front for Reform) telah mengganggu aktifitas-aktifitas
kemanusian yang akan dilaksanakannya di Aceh Utara.

Penangkapan ini merupakan pelanggaran terhadap
point-point Aturan-aturan Dasar Modalitas Keamanan
(ADMK) yang telah disepakati oleh pihak GAM dan RI
dalam Joint Understanding for Humanitarian Pause for
Aceh, sebagai berikut:
1.  Melakukan operasi sweeping/razia tanpa memasang
tanda RAZIA POLISI di depan Mapolres Pidie sebagaimana
yang diatur dalam ADMK.
2.  Melakukan upaya-upaya yang menakutkan masyarakat
karena menggunakan senjata tempur dalam operasi
sweeping/razia.
3.  Memasang barikade jalan di depan Mapolres Pidie.

Untuk penyelesaian kasus ini kami Pengurus FARMIDIA
menyatakan sikap sebagai berikut :
1.  Mengutuk dan sangat menyesal atas  tindakan aparat
kepolisian  karena menahan Saudara Radhi Darmansyah
selama lebih dari 24 jam.
2.  Meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi Tim
Monitoring Modalitas Keamanan (TMMK) atas izin
melakukan razia/sweeping yang dilakukan oleh aparat
kepolisian di depan Mapolres Pidie.
3.  Meminta pertanggung jawaban Kapolda Aceh atas
tindakan Kapolres Pidie mengenai penahanan Saudara
Radhi Darmansyah.

Banda Aceh, 27 Juli  2000
Pengurus FARMIDIA

M.  D A H L A N
Pjs. Sekretaris Jenderal

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jul 2000 jam 09:27:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke