---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kontak Senjata Di Aceh Utara 14 Aparat Keamanan Luka-luka *Versi GAM Enam Sipil Tewas LHOKSEUMAWE (Waspada): Tragedi kontak senjata antara TNI/Polri dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pelemparan granat kembali mengguncangkan Lhokseumawe Aceh Utara, 14 aparat keamanan luka-luka, satu unit truk Reo aparat rusak parah, Kamis (7/9). Insiden itu terjadi ketika aparat keamanan BKO Koramil 02/Kuta Makmur bersama Brimob BKO Mapolsek kecamatan itu melakukan patroli rutin sekitar pukul 07:00 menuju arah Sidomulyo dan Blang Kulam, kata Kapolres Aceh Utara, Superintendent Drs. Abadan Bangko, SH melalui Perwira Penghubung Penerangannya Senior Inspektur A.Darmawan, SH. Kata dia, aparat yang mempergunakan empat unit truk Reo membagi dua jurusan, setibanya di daerah perbukitan semak belukar kawasan Desa Sidomulyo dihadang oleh 20 orang kelompok GAM di ketinggian sebelah kiri jalan sekitar 50 meter dari arah depan. Serangan dadakan dengan senjata api M-16, AK-47, Minimi dan granat membuat delapan aparat keamanan gabungan menderita luka-luka akibat serpihan granat dan tembakan, sementara truk yang ditumpangi aparat rusak parah, ujar Pa Bung Pen Polres itu. Kedelapan aparat yang menderita luka tembak dan serpihan granat adalah Sertu Pol. Pranet Etsi, Bharatu Pol. Chandra, Sertu Pol. Sriyanto, Serda Pol. Jumadi, Serda Pol. Samijan, kesemuanya dari Resimen I Brimob Jakarta. Sedangkan aparat TNI yang menderita luka-luka Sertu Darius, Kopda Adang, dan Praka Jajat Sudrajat ketiganya BKO Batalyon 312 Siliwangi Bandung, kesemuanya dirawat di RS. Korem 011/Lilawangsa Lhokseumawe, ujar Kapolres Aceh Utara. Sementara dari kelompok GAM dan warga masyarakat tidak ada korban dalam insiden kontak tembak yang berlangsung sekitar pukul 11:30-12:00 siang kemarin, ujarnya. Sementara itu, sekitar pukul 12:45 Kamis kemarin, sebuah granat tangan dilemparkan ke asrama polisi Desa Lancang Garam Lhokseumawe, oleh dua orang yang mengendarai sepedamotor, diduga kelompok GBPK, ujar A.Darmawan, SH. Granat jatuh persis dekat gardu jaga membuat enam orang anggota Brimob menderita luka-luka, kaca mobil Kijang Brimob BL 889 K pecah kaca depan, juga rumah Kabag Administrasi Polres Aceh Utara, Inspektur Polisi I Harun Hasyim pecah kaca depannya. Keenam anggota Brimob polisi dari Resimen II Jakarta yang sedang tugas jaga di pos tersebut menderita luka-luka kena serpihan granat adalah Serda Pol. Dodi Hamdani, Serda Pol. Horis Setia, Bharatu Pol. Budi Nuriman, Bharada Pol. Abdul Kahar, Bharatu Nanang Sulaiman, dan Serda Tri Suharyanto, kesemuanya dirawat di RS. Korem 011/Lilawangsa di Lhokseumawe, ujar Kapolres. Tanah tempat jatuhnya granat berlobang dengan radius 15 senti meter, tidak ada korban jiwa dalam pelemparan granat tersebut, ujar Senior Inspektur A.Darmawan, SH. Dalam waktu yang hampir bersamaan kelompok itu juga melemparkan granat di jalan sekitar asrama TNI Desa Hagu Selatan Lhokseumawe, namun tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan, menjelang sore Kamis kemarin suara dahsyat kembali mengejutkan warga kota di sekitar kantor bupati Jln. Mayjen T.Hamzah Bendahara, namun tidak ada korban jiwa. Versi GAM Wakil Panglima Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) Wilayah Pase, Abu Sofyan Daud, melalui telefon selular kepada Waspada tadi malam mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas insiden kontak tembak di Sidomulyo/Blang Kulam, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Kamis kemarin. Pasalnya, insiden ini terjadi diawali pasukan aparat TNI/Polri yang menggelar aktivitas serangan fajar, di Kecamatan Kuta Makmur, Matang Kuli, Tanah Luas dan Kecamatan Meurah Mulia. Dalam insiden yang terjadi di Kemukiman Beureghang, Sidomulyo, Kuta Makmur, enam warga sipil tewas ditembak aparat TNI/Polri setelah terjadi insiden sekitar dua jam terlebih dahulu ditawan, ujar Abu Sofyan. Keenam warga yang tewas dibunuh aparat itu adalah Syakubat Sabi, 35, M.Jamil Usman, 37, warga Beureghang, Nuriah Ismail, 20, wanita warga Desa Kulam Beureghang, Nurdin Haji Daud, 30, warga Krueng Seupeng Beureghang, Sulaiman Abdullah, 25, supir traktor warga Nisam berikut traktornya dibakar dan Munawar Junet, 30, warga Desa Cot Seutuy, Kecamatan Kuta Makmur, rinci Wakil Panglima GAM Wilayah Pase. Sementara warga yang hilang/belum pulang ke rumah sampai Kamis tengah malam tadi adalah Ibnu Sakdan Juned, 21, Sofyan Hasan, 21, Rusli Badai, 21, Cot Seutuy Kuta Makmur, Jafar Usman, 25, Muhammad Abdullah, 30, Cot Beudak Kuta Makmur, Muhammad Ali, 45, Syaridin Thalib, 40, Abdullah Ahmad, 45, Yunus Abu, 60, M.Aji Abu, 37, warga Dusun Kubu Teungku, Kecamatan Kuta Makmur. Semua yang tewas maupun hilang adalah masyarakat biasa bukan anggota GAM, kalau TNI/Polri terus mengusik kami ke hutan, di desa-desa, kami akan turun ke kota untuk membalas serangan itu. "Kalau kami terus diserang, kami juga akan membalas serangan," ujar Abu Sofyan. Ketika Waspada konfirmasi kepada Kapolres Aceh Utara, via telefon tentang tewasnya warga sipil itu, Senior Inspektur A.Darmawan, SH membantah keras tewasnya warga sipil maupun aparat membakar traktor. "Jangankan tewas warga sipil, lecet pun tidak karena kontak tembak itu terjadi di kawasan hutan perbukitan yang tidak ada rumah penduduk, saya baru turun dari TKP," ujarnya. Itu semua berita fitnah untuk menjelek-jelekkan aparat, kami membantah keras berita tersebut, ujar Senior Inspektur A.Darmawan, aparat tetap melaksanakan tugas sesuai dengan hukum, ujarnya. Menurut Kapolres yang ada hanya empat warga Kecamatan Kuta Makmur, kami bawa ke Mapolres untuk diminta keterangan sehubungan dengan insiden itu, keempat warga yang tidak disebutkan identitasnya itu benar-benar untuk kami minta keterangannya, ujarnya berkali-kali. (b11/b10/b12) Aceh Tengah Diobrak-Abrik Empat Tewas, 16 Diculik, Satu Kritis TAKENGON (Waspada): Aceh Tengah diobrak-abrik. Bukan hanya harta yang dijarah dan dibakar, namun mayat ditemukan bergelimpangan di berbagai tempat. Empat warga sipil di daerah dingin itu tewas, 16 masih berada di tangan penculik, satu kritis luka tembakan. Informasi yang berhasil dihimpun Waspada, Kamis (7/9) menjelang tengah malam, kondisi Kecamatan Bandar Tegang. Dari empat mayat yang telah ditemukan itu, dua diantaranya warga Kec. Bandar, satu kritis dan 16 diculik oleh kelompok bersenjata. Dua mayat lainnya merupakan penduduk Kecamatan Silih Nara, yang sehari sebelumnya juga diculik. Abdullah Aman Firdaus, 70, dan Jami Inen Syukur, 55, ditemukan warga Bandar dengan kondisi sangat menyedihkan. Demikian dengan dua mayat lainnya, Gatiman (Kades Blang Mancung) dan Syaharuddin, ketua LKMD Desa Blang Mancung, Kecamatan Silih Nara dihabisi dengan timah panas dan mayatnya dicampakkan di bawah jembatan. Sementara Herman, 22, warga Wih Tenang, hingga berita ini diturunkan masih dalam keadaan kritis, setelah bagian kepalanya ditembusi peluru. Korban masih dirawat di RSU Datu Beru, Takengon. Sementara orang tua korban yang kini sekarat itu, Jamiun, hingga berita ini diturunkan belum ditemukan dimana mayatnya. Kapolres Aceh Tengah Suprt. Drs. Misik Natari didampingi Kasat Reserse Iptu M. Zaini. HS, ketika dikonfirmasi Waspada diruang kerjanya, membenarkan kejadian itu. Pihaknya yang turun ke TKP untuk mengevakuasi mayat Abdullah Aman Firdaus, sempat kontak senjata setelah dihadang oleh kelompok bersenjata. Apa dosanya ibu Jami Inen Syukur, sudah tapi dibantai dengan sadis di depan anaknya yang baru berumur 2,5 tahun. Masyarakat di Bandar saat ini membutuhkan aparat keamanan. Namun sayangnya pos di sana harus ditarik, karena permintaan DPRD," sebut Kapolres. Menurut Kapolres dari 16 orang warga Wih Tenang yang diculik karena kepergok, tiga diantaranya telah dikembalikan. Namun, masih dalam keadaan stres dan hilang ingatan. Tiga belas lagi, nasib belum diketahui. Namun Kapolres memperkirakan empat dari tiga belas ini kemungkinan besar telah tewas. Hal itu dibuktikan dengan ceceran darah dan otak dipeputaran TKP. "Perbuatan ini sengaja dilakukan GAM untuk menakuti masyarakat. Kalau di Jagong kelompok 16, di Kecamatan Bandar ini kelompok tiga puluh. Mereka tetap menteror masyarakat," sebut Kapolres. "Kalau pasukan," sebut Kapolres," masih tetap ada di Buntul Kemumu, Kecamatan Bandar, tentunya kelompok ini berhitung untuk menteror masyarakat. Namun karena permintaan DPRD, Saudara Easyrah Hakim dan Tgk. M. Yunus, terpaksa aparat keamanan ditarik." "Sekarang kita kembalikan ke DPRD mampu tidak mengamankan wilayah Buntul yang kini porak-poranda. Namun walau demikian, kami harus kerja ekstra keras mengamankan wilayah ini," sebut Kapolres. Bukan GAM Biro penerangan GAM Wil Linge Alas Kutacane, Ali Gergel Piraq membantah tudingan Kapolres. "GAM tidak pernah melakukan perbuatan biadab, apalagi menteror masyarakat. Kami tahu semua ini adalah rekayasa yang dilakukan milisi Polri dan TNI," jelas Ali. Untuk itu, pinta GAM wil Linge, masyarakat jangan terpancing akan upaya yang menyudutkan GAM. Namun siapapun yang berbuat korban sipil terus berjatuhan, masyarakat terancam kelaparan, karena takut untuk berusaha. Perkampungan di Kecamatan Bandar sepi dari manusia. (b23) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 05:27:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
