----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Danramil di Aceh Barat Tewas

Banda Aceh - 10 Sep 00 22:45 WIB (Astaga.com)

Komandan Koramil Seunagan, Aceh Barat, Serka Jufri, tewas sekitar pukul
12.00 WIB, setelah menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal di
kawasan Kede Simpang Puet. Sementara anak buahnya, Sertu Khairul Zaini
mengalami luka kritis.

Kasub Satgaspen Operasi Cinta Meunasah (OCM)-I, Senior Superintendent
Kusbini Imbar kepada pers di Banda Aceh, Minggu malam menjelaskan, selain
membacok dua personil TNI-AD, pelaku yang teridentifikasi sebagai Gerombolan
Bersenjata Pengacau Keamanan (GBPK) itu, juga merampas satu senjata api
milik korban.

Sementara di hari yang sama, sekitar pukul 13.00 WIB, aparat keamanan
gabungan TNI/Polri mengevakuasi lima mayat warga masyarakat yang berluka
tembak di kawasan Kecamatan Bandar, Kabupaten Aceh Tengah, sekitar 320
kilometer dari Banda Aceh.

Kelima mayat luka tembak yang sudah mengeluarkan bau busuk itu, diduga tewas
setelah "dibantai" oleh sipil bersenjata di kawasan tersebut sekitar empat
hari lalu, kata Kusbini yang didampingi Wakasub Satgaspen OCM-I,
Superintendent Y Suyatmo.

Dikatakannya, kedua anggota Koramil Seunagan itu sedang berbelanja di pasar
Simpang Peut--Seunagan, lalu tiba-tiba diserang dan dibacok oleh beberapa
anggota GBPK, sehingga mereka tidak sempat melakukan perlawanan dan roboh
bersimbah darah.

Serka Jufri yang tewas dibacok telah dikebumikan, sedangkan Sertu Khairul
Zaini kini dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Nyak Dhien,
Meulaboh, Aceh Barat atau sekitar 260 kilometer Banda Aceh.

"Kelompok GBPK itu memanfaatkan kelalaian aparat keamanan TNI/Polri. Dan
mereka tampaknya selalu mengincar senjata api milik petugas," tuturnya.

Sementara itu, Kusbini mengatakan bahwa kelima mayat yang masih bisa
diketahui identitasnya itu masing-masing Ponirin (50), Jamiun (50) dan
Iswanto (15) penduduk Kecamatan Bandar, Sukirno (35) dan Mahdi (40) warga
Kecamatan Bukit, Kabupaten Aceh Tengah.

"Sebelum dibunuh, kelima mayat berluka tembak itu ditangkap saat kelompok
GBPK tersebut menggelar 'sweeping' empat hari lalu di kawasan Desa Weih
Kenis, Kecamatan Bandar," tambah Satgaspen OCM.

Dia menjalaskan, para korban tersebut kini telah diambil dan dikebumikan
oleh anggota keluarganya masing-masing. "Kita akan terus melakukan
pengejaran terhadap kelompok GBPK itu yang jelas-jelas membuat resah
masyarakat," demikian Kusbini. (Antara)

Source: Astaga.Com

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 05:27:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke