Eitt.. sorry di sini tidak pernah ada yang mengajak untuk pasrah bongkokan sama takdir tanpa usaha. Cuma sedikit koreksi untuk kata2 lucky/keberuntungan bukan faktor dominan. Karena aku beranggapan lucky, keberuntungan, takdir itu suatu kosa kata yang punya pengertian sama maka aku gak setuju bahwa lucky bukan faktor yang dominan, tapi bukan berarti menafikan komponen usaha. Dan sekali lagi takdir bukan hal yang susah untuk dicerna jika kita telah mengenal keikhlasan. Jadi sebenarnya pesan intinya dalam thread ini adalah jangan pernah merasa pongah terhadap keberhasilan yang kita peroleh sekarang, jika kita mengalami kegagalan sementara usaha sudah maksimal maka keikhlasan untuk menerima yang paling bisa menenangkan jiwa kita dan jangan pernah menganggap kegagalan orang lain itu karena kemalasan yang orang lain itu. Jadi saya setuju untuk tetap berbuat yang terbaik.
:-) Saya setuju dengan anda mas wihartoyo, betul sepertinya keikhlasan lah yang bisa menenangkan semuanya. Anda bisa bicara seperti itu karena anda sudah paham ilmunya. Tidak semua orang paham ilmu ini. Jadinya ya itu. Banyak yang putus asa, bunuh diri, stress, dll. Nikmati saja, toh hidup ini cuma sebentar, ada yang lebih hakiki setelah kehidupan ini. Sekali lagi maaf, jika kata-kata saya seperti menyudutkan, maksud hati tidak seperti itu. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Best Regards, Wahyu Kurniawan ========================================= Profescipta Wahana Teknik <http://www.profescipta.com/> Titan Building 3rd Floor, Jl. Slamet Riadi No. 7, Jakarta 13150, Indonesia O : 62-21 8580515, F : 62-21 8581561, M : 62-81808653883 Web Blog : http://geeks.netindonesia.net/blogs/wahyukurniawan/ <blocked::http://geeks.netindonesia.net/blogs/wahyukurniawan/> ------------------------------------------------------------------------ --------------------. <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=1666100/grpspId=1705007181/m sgId=11409/stime=1193806412/nc1=3848642/nc2=3848586/nc3=4990213>
