Hehehe.. dari pertanyaan soal standar gaji akhirnya perbincangan menjadi faktor 
keberhasilan seorang IT...
  Faktor lucky memang yang mengawali semuanya baru faktor lain yang mengikuti, 
karena kalau diurut dari awal, alasan alasan seseorang berhasil atau tidak pada 
ujungnya adalah dimana atau dari siapa kita dilahirkan, sehat atau tidak waktu 
dilahirkan dsb...
  Setelah itu kemampuan orang tua membiayai kita masuk ke lembaga pendidikan.
  Disitu kita mulai berusaha untuk.. belajar.. dan mencari teman / koneksi.. 
Faktor lingkungan ini juga yang mempengaruhi sikap, pandangan, attitude.. dan 
lain lain..
  dimana faktor-faktor ini berkembang menjadi sangat kompleks.. dan semua itu 
adalah faktor untuk seseorang dapat berhasil.
  Semua manusia memiliki kesempatan yang sama... hanya saja tingkat usaha untuk 
tiap orang berbeda (krn faktor yang pertama)
  Contoh extrem: bagaimana seorang tukang becak bisa mempunyai langganan 
langganan pejabat...?
   
  Hehehe... thanks buat kesempatan curhatnya... mungkin untuk menjawab masalah 
standar gaji lebih tepat ditanyakan pada HRD yang anda kenal.. dari beberapa 
informasi yang didapat baru kita bisa ketahui kira-kira standar gaji untuk tiap 
level...
   
  Regards,
  Budi Setiawan
  www.saka-dreams.blogspot.com
   
   
   
  wihartoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          He he he.. Oom nJul, sekali2 milist ini butuh penyegaran....
Pusing mikin code tiap ari, sekali2 mikirin idup biar idup tetep
idup....

On Wed, 31 Oct 2007 09:06:23 +0700, "zulmach" <[EMAIL PROTECTED]> said:
> hihi
> jadi pada curhat deh
> 
> :)
> 
> utk temen2 yang mau hijrah ga ada kata terlambat pak...
> lumayan ngurang2in pesaing.. (tapi... boleh kan minta source code nya? )
> 
> huehuehuhee....
> 
> *no offense.....
> *wink!!
> 
> 
> keep up the spirit
> 
> best regards to all
> ~zulmach
> 
> 
> ps:
> "Rezeki, Jodoh dan Mati adalah rahasia Allah"
> 
> -- 
> Phone. +62 21 993 44 693
> Mobile. +62 818 886 355
> email. [EMAIL PROTECTED]
> YMID. zulmach
> 
> 
> On 10/31/07, dandang.gendhis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Setuju deh dengan Mas Wihartoyo, salam salut ternyata di milist ini
> > ada ustadznya juga nggak cuma para kuli komputer yg hanya bergaul dg
> > barang mati.
> >
> > salam
> > dandang gendhis
> >
> > --- In [email protected] <indopb%40yahoogroups.com>, "wihartoyo"
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > >
> > > > Saya kurang setuju, mengenai lucky lebih dominant. Keberuntungan itu
> > > > dipicu karena peluang atau probabilitas-nya semakin tinggi.
> > > >
> > > > Probabilitas mata uang dengan mata dadu tentunya lebih tinggi mata
> > uang
> > > > kan?
> > >
> > > Ehemm....
> > > Saya mo cerita nih, tapi ini berhubung saya masih kuli dan kebetulan
> > > pula saya adalah pelanggan setia kendaraan umum maka saya hanya akan
> > > bercerita tentang kendaraan umum saja. Jadi gini, setiap kali saya
> > > menunggu kendaraan umum di Jakarta untuk pulang ke rumah saya di Bogor,
> > > jarang sekali saya bisa mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Padahal
> > > saya termasuk orang yang, hmm, setia menanti di shelter. Satu kendaraan
> > > penuh lewat penuh sesak bak pepes ikan, saya abaikan. Dua lewat oleh
> > > karena penuh sesak, saya abaikan. Semakin lama hari semakin gelap. Saya
> > > kemudian jadi berpikir, jam berapa saya akan sampai ke rumah? Pada
> > > akhirnya saya pun naik kendaraan umum apa adanya meskipun berdiri dengan
> > > postur saya yang tinggi maka satu penyiksaan tambahan adalah; saya harus
> > > menundukkan kepala karena kendaraan umum yang harus saya naiki adalah
> > > bus kecil (3/4). E tak berapa lama kemudian ada bus lain dengan jurusan
> > > yang sama dengan yang saya tumpangi ini kosong, dengan hanya penumpang
> > > yang beberapa saja. Kemudian, ketika di dalam bus, saya yang berdiri
> > > dekat salah satu bangku semakin lama semakin terdesak menjauh. Ketika
> > > saya sudah jauh dari bangku itu, eh ternyata orang yang duduk di bangku
> > > itu turun dan seseorang yang baru saja naik dan kebetulan berdiri di
> > > dekat bangku itu akhirnya mendapat kesempatan untuk duduk di bangku itu.
> > >
> > > Bagi saya, pengalaman saya di atas bisa menjadi contoh tentang dinamika
> > > yang kita memang harus hadapi. Itu hanya pengalaman kecil di dalam
> > > angkutan umum. Dan saya amati dalam dunia kerja pun demikian. Dan dalam
> > > dunia yang lebih luas lagi, kehidupan kita. Ada sesuatu yang harus kita
> > > usahakan dan dan ada sesuatu harus kita terima. Dua hal itu suatu saat
> > > menjadi sebab akibat, di saat lain akan menjadi seakan2 sesuatu yang
> > > tidak berhubungan sama sekali. Jika dalam hal ini Oom Wahyu Kurniawan
> > > dengan hanya waktu dua tahun sudah mendapatkan posisi management, maka
> > > ada saudara kita yang sudah belasan tahun malang melintang tetep aja
> > > menjadi kuli. Meskipun dia itu pintar, sudah berusaha dan tak pernah
> > > ketinggalan pula doa nya. Kalo dalam cerita saya mungkin Oom Wahyu
> > > Kurniawan adalah orang yang baru naik tadi dan karena posisi dan
> > > keberuntungannya kemudian dia duduk. Sedang teman saya itu adalah saya
> > > sendiri dalam bis itu.
> > >
> > > Satu hal lagi keberuntungan tidak sekedar dipicu oleh kemungkinan atau
> > > bahasa kampung teman saya 'probability'. Keberuntungan adalah
> > > keberuntungan dan bukan kemungkinan. Karena ketika kemungkinan 99%
> > > sekalipun masih bisa lepas. Bahkan untuk masalah rizki, sudah di tangan
> > > (probability 100%) pun bisa lepas. Dan bagi saya terjemahan yang lebih
> > > cocok adalah 'taqdir'. Baik keberuntungan dan taqdir punya kesamaan,
> > > yakni ada yang mengatur. Dia yang kemudian disebut sebagai Tuhan dan
> > > bagi saya saya sebut Dia, Allah.
> > > Wallahu'alam
> > > --
> > > wihartoyo
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > --
> > > http://www.fastmail.fm - The professional email service
> > >
> >
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Phone. +62 21 993 44 693
> Mobile. +62 818 886 355
> email. [EMAIL PROTECTED]
> YMID. zulmach
-- 
wihartoyo
[EMAIL PROTECTED]

-- 
http://www.fastmail.fm - IMAP accessible web-mail



                         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke