hihi jadi pada curhat deh :)
utk temen2 yang mau hijrah ga ada kata terlambat pak... lumayan ngurang2in pesaing.. (tapi... boleh kan minta source code nya? ) huehuehuhee.... *no offense..... *wink!! keep up the spirit best regards to all ~zulmach ps: "Rezeki, Jodoh dan Mati adalah rahasia Allah" -- Phone. +62 21 993 44 693 Mobile. +62 818 886 355 email. [EMAIL PROTECTED] YMID. zulmach On 10/31/07, dandang.gendhis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setuju deh dengan Mas Wihartoyo, salam salut ternyata di milist ini > ada ustadznya juga nggak cuma para kuli komputer yg hanya bergaul dg > barang mati. > > salam > dandang gendhis > > --- In [email protected] <indopb%40yahoogroups.com>, "wihartoyo" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Saya kurang setuju, mengenai lucky lebih dominant. Keberuntungan itu > > > dipicu karena peluang atau probabilitas-nya semakin tinggi. > > > > > > Probabilitas mata uang dengan mata dadu tentunya lebih tinggi mata > uang > > > kan? > > > > Ehemm.... > > Saya mo cerita nih, tapi ini berhubung saya masih kuli dan kebetulan > > pula saya adalah pelanggan setia kendaraan umum maka saya hanya akan > > bercerita tentang kendaraan umum saja. Jadi gini, setiap kali saya > > menunggu kendaraan umum di Jakarta untuk pulang ke rumah saya di Bogor, > > jarang sekali saya bisa mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Padahal > > saya termasuk orang yang, hmm, setia menanti di shelter. Satu kendaraan > > penuh lewat penuh sesak bak pepes ikan, saya abaikan. Dua lewat oleh > > karena penuh sesak, saya abaikan. Semakin lama hari semakin gelap. Saya > > kemudian jadi berpikir, jam berapa saya akan sampai ke rumah? Pada > > akhirnya saya pun naik kendaraan umum apa adanya meskipun berdiri dengan > > postur saya yang tinggi maka satu penyiksaan tambahan adalah; saya harus > > menundukkan kepala karena kendaraan umum yang harus saya naiki adalah > > bus kecil (3/4). E tak berapa lama kemudian ada bus lain dengan jurusan > > yang sama dengan yang saya tumpangi ini kosong, dengan hanya penumpang > > yang beberapa saja. Kemudian, ketika di dalam bus, saya yang berdiri > > dekat salah satu bangku semakin lama semakin terdesak menjauh. Ketika > > saya sudah jauh dari bangku itu, eh ternyata orang yang duduk di bangku > > itu turun dan seseorang yang baru saja naik dan kebetulan berdiri di > > dekat bangku itu akhirnya mendapat kesempatan untuk duduk di bangku itu. > > > > Bagi saya, pengalaman saya di atas bisa menjadi contoh tentang dinamika > > yang kita memang harus hadapi. Itu hanya pengalaman kecil di dalam > > angkutan umum. Dan saya amati dalam dunia kerja pun demikian. Dan dalam > > dunia yang lebih luas lagi, kehidupan kita. Ada sesuatu yang harus kita > > usahakan dan dan ada sesuatu harus kita terima. Dua hal itu suatu saat > > menjadi sebab akibat, di saat lain akan menjadi seakan2 sesuatu yang > > tidak berhubungan sama sekali. Jika dalam hal ini Oom Wahyu Kurniawan > > dengan hanya waktu dua tahun sudah mendapatkan posisi management, maka > > ada saudara kita yang sudah belasan tahun malang melintang tetep aja > > menjadi kuli. Meskipun dia itu pintar, sudah berusaha dan tak pernah > > ketinggalan pula doa nya. Kalo dalam cerita saya mungkin Oom Wahyu > > Kurniawan adalah orang yang baru naik tadi dan karena posisi dan > > keberuntungannya kemudian dia duduk. Sedang teman saya itu adalah saya > > sendiri dalam bis itu. > > > > Satu hal lagi keberuntungan tidak sekedar dipicu oleh kemungkinan atau > > bahasa kampung teman saya 'probability'. Keberuntungan adalah > > keberuntungan dan bukan kemungkinan. Karena ketika kemungkinan 99% > > sekalipun masih bisa lepas. Bahkan untuk masalah rizki, sudah di tangan > > (probability 100%) pun bisa lepas. Dan bagi saya terjemahan yang lebih > > cocok adalah 'taqdir'. Baik keberuntungan dan taqdir punya kesamaan, > > yakni ada yang mengatur. Dia yang kemudian disebut sebagai Tuhan dan > > bagi saya saya sebut Dia, Allah. > > Wallahu'alam > > -- > > wihartoyo > > [EMAIL PROTECTED] > > > > -- > > http://www.fastmail.fm - The professional email service > > > > > -- Phone. +62 21 993 44 693 Mobile. +62 818 886 355 email. [EMAIL PROTECTED] YMID. zulmach
