At 05:58 PM 3/4/99 +1100, you wrote:
>Yah begitulah kalao lagi emosi
>Kenapa jauh2 ke KOSOVO, di Indonesia bagaimana2. 500an gereja rusak kok seng
>di bilang2 di media kita.  Eeeeee baru satu mesjid "KATANYA" kena tembaK
>polisi di Ambon semua koran langsung heboh. pakai telpon Bapk Kep. negara
>segala. Gereja Di tembak di anggap sunyi sepi. Yang pasti Allah itu Maha
>Tahu. Kayak Abunawas saja kita semua ini (termasuk Mbah Dyah kita). Mustinya
>kita semua anak bangsa Indonesia ini bertobat dan minta penyucian dariNYA.
>Sudah terlalu banyak dosa kita semua buat sadar atau tidak. 
>
>Salam hormat 
>
>Bob
>
Kawan-kawan di Indoz-net yang baik,
Kita kira masalahnya juga tidak se-simple di atas
bukan satu masjid yang katanya kena tembak, tapi nyawa manusia yang tertembak,
belum lagi, nyawa-nyawa ummat Islam dan Kriten tak berdosa lainnya.
Kenapa pertengkaran soper angkot dengan penumpangnya bisa begitu cepat membesar. 
Kenapa kok bisa? Sebuah pekerjaan rumah yang perlu kita renungkan.

Saya juga sempat tertegun dengan demo besar di Bandung yang berakhir di Masjid Salman 
ITB, Jum'at kemarin, kebetulan memang kantor saya dekat dengan ITB:

Ada poster (ini bukan kata saya lho) : antara lain:
- satu mati di TimTim, banyak LSM ribut, ribuan mati di Aceh, Tanjung Priok. 
Lampungdll. LSM yang biasa vokal diam. Hai LSM dimana suara-HAMmu untuk Muslim?
- satu non-muslim diperkosa, banyak LSM garang, ratusan muslim Aceh diperkosa, LSM 
garang jadi garing,
- minoritas non-Muslim bisa hidup makmur di daerah mayoritas Muslim, tetapi minoritas 
Muslim tertindas di daerah mayoritas non-Muslim.
- Turunkan Wiranto !

dan lain-lain yang tentu akan membikin kawan-kawan non-Muslim akan panas, belum lagi 
orasi-orasinya.
belum lagi pendaftaran para jihad yang bersedia dikirim ke Ambon,

Coba kalau semua dituruti, jadi apa negara kita nanti,
Lagi-lagi yang jadi korban tentu yang di bawah, padahal segelintir konseptor bisa 
aman-aman saja bahkan berpesta,
Seperti juga, kalau kita fanatik berkampanye suatu kontestan, orang-orang kecil kalau 
jatuh ketika berkampanye dari truk/mobil ke aspal bisa mati, sedang para pemimpinnya 
kalau jatuh masih enak jatuh di 'kasur'.

Nah, kawan-kawan marilah kita renungkan,
bagaimana diskusi untuk solusi terbaik bagi perselisihan di Ambon, 
bagaimana cara menangkap sang konseptor itu,
Kalau abri punya intelijen, kalau rakyat apa punya intelijen?, sebab yang dipunyai 
oleh rakyat biasanya dicap sebagai isu provokasi, 
kasihan juga orang-orang yang tertangkap karena cuma-cuma ikutan saling melempar batu,

Marilah kita ngobrol berdiskusi dengan baik

Cheers
Pudjo Rahardjo

Kirim email ke