Dear fellow

KKN ternyata tidak saja dianggap merugikan rakyat banyak tapi sekarang
menjadi semacam publick enemy number one. Berbeda dengan terminologi KKN
tersebut, pada saat ini oleh pemerintah juga sedang digodok sebuah RUU KKN
dalam arti RUU Keselamatan dan keamanan Negara.

Terlepas saya setuju atau tidak dengan RUU KKN tersebut, menurut analisa
saya diperlukannya KKN adalah dengan kerangka pemikiran bahwa:

1. Apabila jejak pendapat di TIMTIM berhasil dan dimenangkan oleh mereka
yang pro Integrasi, dikhawatirkan pihak yang pro Kemerdekaan tidak bisa
menerima dan mungkin akan terjadi semacam clash atau keributan.
Maka dengan adannya UU tersebut MILITER Cq. PEMERINTAH dapat melakukan
PENUMPASAN secara tangan besi atau menciptakan semacam DOM baru di TimTim
melalui legalisasi UU tersebut dengan alasan menjaga dan melindungi
Keselamatan atau Kedaulatan RI, mereka dianggap sebagai teroris atau
Gerombolan Pengacau Keamanan.

Apabila hasilnya Pro Kemerdekaan menang, Secara legal RI dapat mengirimkan
pasukan besar ke TIMTIM dengan tujuan melindungi rakyat atau mereka yang
pro kepada Integrasi karena melindungi warga negara adalah bagian dari
Keamanan dan keselamatan negara.

2. Dengan berlakunya UU KKN tersebut maka pada saat pemilihan Presiden
mendatang apabila terjadi semacam peristiwa didudukinya gedung DPR dan MPR
oleh mahasiswa atau terjadinya Dead Lock, maka Militer mempunyai hak untuk
menyatakan SOB (Staat van Orlog and Beleg) atau Negara dalam keadaan Bahaya
sehingga Militer dapat mengambil alih tanpa harus melalui persetujuan DPR
semacam Darurat Perang. Meskipun tidak 100% benar tapi kurang lebih seperti
peristiwa Tian An Men.

3. Dengan adanya upaya Demiliterisasi yang terjadi akhir-akhir ini karena
lahirnya semangat Demokrasi maka secara perlahan Militer akan kehilangan
perannya di dunia sipil. Agar dapat mempertahankan eksistensinya maka
Militer harus siap melakukan suatu langkah besar dengan nama Pengamanan
Negara apabila diperlukan. Jadi sekarang tergantung mereka yang SIPIL
apakah mampu bersatu memimpin negara ini atau memilih ribut terus karena
rebutan kursi dan kedudukan. 

Ini adalah analisa saya, barangkali analisa ini bisa benar namun bisa pula
keliru, oleh karena itu tanggapan dan counter statement dari rekan-rekan
bisa memperkaya diskusi ini dan menambah wawasan saya.... Silakan!!! 

Kirim email ke