>
> ###silahkan bung Amat merangkai kata-kata yang muter dan bikin mumet
> ###karena
> kata-kata anda bermakna tinggi, sesuai dengan kelasnya,
> tapi makin bermakna tinggi bak puisi, makin banyak orang tidak mengerti
> kata-kata anda.
terima kasih atas komplement anda. tadinya saya akan menganggap ini bentuk
sarkasme, tapi melihat kelanjutannya saya membatalkan untuk melihatnya
sebagai suatau sarkasme.
ketika saya menulis, saya berusaha menyesuaikan diri dengan pembaca
prospektif [prospective reader] saya. tulisan saya dalam menanggapi
tulisan anda, memang tidak saya maksudkan untuk yu senik, penjual
nasgithel langganan saya.
> ###Kawan, Indonesia memang sedang jatuh sekarang, tetapi kenapa musti
> 'tangga' tetangga dijatuhkan ke Indonesia, sudah jatuh tertimpa tangga.
> Kalau Indonesia sudah kuat nanti, gantian meninggalkan tetangga-tetangga
> yang munafik. Dulu tetangga itu minta bantuan jangan sampai ada 'Cuba
> kecil' di dekat wilayahnya di musim perang dingin 1975 dan mendukung
> TimTim gabung sama Indonesia, tapi sekarang tetangga itu mukul juga dari
> belakang dan bergaya seperti pahlawan.
mudah-mudahan. saya juga ikut berdoa agar indonesia kuat. tapi kuatnya
kapan kalau ngurus bb, semanggi, trisakti, aceh, aja kagak kelar kelar?
mudah-mudahan saya masih sempat mengalami 'menguat'nya indonesial.
>
> wes-e-wes.
> musim akan berganti, ekonomi dan demokrasi Indonesia juga berganti dan
> makin kuat dan mapan, suatu saat tetangga itu akan menyembah, minta pasar
> bagi produksinya ketika ekonomi dan demokrasi Indonesia makin kuat,
kapan? sesudah penentuan kursi dpr kelar? sesudah marsinah, bb, semanggi,
trisakti, aceh, kelar? sesudah semua partai gurem dapet kursi? atau
walahualam?