>terima kasih atas komplement anda. tadinya saya akan menganggap ini bentuk
>sarkasme, tapi melihat kelanjutannya saya membatalkan untuk melihatnya
>sebagai suatau sarkasme.
Mailing-list Indoz-net kembali rame dan seru....enak untuk dibaca, karena
semua berdiskusi secara bebas dan merdeka...
Ngomong-ngomong...kita-kita pada gontok-gontokan....padahal yang kasih
'lampu merah' dan janji supaya Tim-tim merdeka siapa sih? Bukankah karena
janji tsb. akhirnya masuklah unamet dan segala sesuatunya ke
Tim-Tim?....kalau nggak ada janji-janji manis pasti kita masih bersatu padu
dengan saudara-saudara kekasih di Tim-Tim memasuki era millenium, I have
always feel sorry for East-Timor, Aceh and Ambon, kita sudah
menderita...kita dituduh pula bersekongkol dengan pihak luar, dituduh
RMS-lah....(dosa sangka itu besar khan ya mas...), dan sudah jatuh ketimpa
tangga pula. Hanya doa yang bisa diucapkan. dia maha baik. dia
memperhatikan tangismu saudara-saudaraku. If ...you ask him. Have you
ever ask him? There are many ways guys...tahajud, doa puasa, but no gun
guys.....
Cheers,
Betty Pentury
(I might be wrong anyway...)