Disesalkan, Penjualan Gedung Wanita Karo di Medan
Kabanjahe (Analisa)
 Disesalkan, penjualan Gedung Wanita Karo di Jalan Iskandar Muda, Medan. 
Padahal, itu bangunan monumental bagi masyarakat Karo. Penjualan itu telah 
meruntuhkan nilai-nilai historis etnis Karo yang nota bene pendiri Kota Medan.
 Demikian disampaikan Pt. Theopilus Sinulaki yang juga Biro Humas Moderamen 
GBKP kepada wartawan, Selasa (19/2) di Kabanjahe.
 Dikatakan, Gedung Wanita Karo adalah kebanggaan dan simbol bagi kaum wanita 
Karo, yang ingin tampil didepan berperan aktif membangun Kota Medan. 
 Begitu heterogennya masyarakat Sumatera Utara dari beragam etnis, satu-satunya 
punya gedung adalah wanita Karo. Itu menunjukkan eksistensi wanita Karo untuk 
berbuat nyata menyukseskan program pembangunan walikotamadya Medan.
 Dengan dibongkarnya gedung wanita Karo yang dibangun Tahun 1950 itu 
menunjukkan betapa memperihatinkannya rasa nasionalisme kita. 
 Artinya, walaupun gedung itu namanya gedung wanita Karo, tapi peruntukannya 
bagi semua suku yang ada di Kota Medan tanpa membedakan kelompok, ras dan 
etnis. 
 Oleh sebab itu, sangat disayangkan penjualan gedung tersebut yang merupakan 
simbol dan jati diri etnis Karo di Kota Medan.
 Pemko Medan seharusnya melestarikan bangunan lama yang mempunyai nilai-nilai 
historis terhadap Sumatera Utara, bukan malah menghancurkannya, apalagi 
menjualnya. Sangat naif, kalau nantinya penjualan gedung itu tidak memberikan 
pengganti gedung baru. 
 Sementara di tempat terpisah, BG. Munthe (72) mengatakan, yang juga mantan 
Ketua Pilkada Kabupaten Karo sangat menyesalkan bila jadi pertapakan gedung 
Wanita Karo itu terjual, siapun penjualnya saya yakin uang pengadaanya tempo 
dulu bukan uang pribadinya.
 “Jangan-jangan lokasi tugu Komponis Jaga Depari di kawasan Peringgan, Medan 
dijual pula setelah nantinya dirobohkan tugu pengarang lagu 'Erkata Bedil' yang 
sudah menjadi aset nasional,” tegasnya prihatin.
 Diperoleh informasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lokasi gedung wanita 
Karo sudah dibayarkan ke Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Medan Rp29 Juta dan 
perubahan peruntukan peruntukan tanah dan perumahan menjadi pertokoan dibayar 
Rp199 juta. Dan penjualan gedung Wanita Karo itu, senilai Rp6 miliar. (ps)


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke