Memangnya apa untungnya bagi Indonesia dengan "keberhasilan menembus
ketidakadilan dari negara raksasa itu"?
Apa dengan itu trus harga antivirus turun?
Walau virusnya dari kita, kita juga harus realistis bahwa kita belum mampu
menciptakan antivirusnya. Penelitian untuk menciptakan antivirus tentu
mahal, ya wajar juga kalau antivirusnya dijual mahal.
Kalau hasil penelitiannya tidak dapat dijual dengan harga yang
menguntungkan, siapa yang mau melakukan.

wassalam
satiyawarmantarigan

2008/2/22 Rudy Surbakti [EMAIL PROTECTED]:

>    Well, poin dari tulisan ini adalah Indonesia telah berhasil menembus
> ketidak adilan dari Negara raksasa yg memperalat WHO (PBB) untuk menekan
> negara kecil dan meraih keuntungan sebesar besarnya. Virus nya dari kita kok
> vaksinnya dijual ke kita dgn harga mahal. Ternyata PBB itu sarang bandit yg
> mencari keuntungan. Dan virus-virus flu burung tsb diteliti di tempat
> pembuatan Bom atom (kemungkinan) di buat senjata biologi?
> Mungkin membuat vaksinnya kita belum mampu karena kurang dan dan peralatan
> tapi juga kan perlu rekomndasi dari lembaga terpercaya, bisa juga WHO.
> Kabarnya kemarin ada yg bilang Bahwa badan dunia pbb ingin agar penyaluran
> bantaun Tsunami Aceh dan Nias harus melaui mereka tetapi mereka minta
> imbalan sekian persen dari dana tsb. Itu kan namanya agen.
> Yang penting Indonesia telah berhasil mendobrak peraturaan yg tidak adil
> tsb.
>
> Wassalam,
>
> Rudy
> .
>
> 
>

Kirim email ke