SBY Panggil Sejumlah Tokoh Bahas Kasus KPK Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak memanggil sejumlah tokoh nasional ke Istana Negara. Mereka dipanggil guna membahas soal penahanan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh polisi.
"Kami diundang oleh Pak SBY. Kita sendiri belum tahu mengenai apa, tapi yang jelas soal isu terakhir KPK," kata Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan saat dihubungi detikcom, Minggu (1/11/2009). Anies menjelaskan, selain dirinya sejumlah tokoh juga menerima undangan presiden. Mereka adalah Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat, Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Teten Masduki dan Guru Besar Ilmu Hukum UI Hikmahanto Juwana. "Kita masih di jalan menuju Wisma Negara," jelasnya. Sebelumnya, penahanan terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah menuai protes sejumlah kalangan. Bahkan beberapa tokoh nasional, praktisi hingga akademisi berani menjaminkan dirinya agar polisi membebaskan Bibit dan Chandra. Akibat penahanan tersebut, gerakan untuk mendukung Bibit dan Chandra terus mengalir. Gerakan ini menyebar lewat berbagai saluran, dari Yahoo Messenger, Facebook, hingga blog. Bahkan beberapa LSM, organisasi mahasiswa hingga kelompok masyarakat akan menggelar aksi massa esok hari. Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/11/01/204918/1232811/10/sby-panggil-sejumlah-tokoh-bahas-kasus-kpk Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri Undang Pimred Media Massa Kasus penahanan Mabes Polri terhadap dua pimpinan KPK nonaktif, Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto masih berbuntut. Malam ini, Presiden SBY memanggil sejumlah tokoh. Sedangkan pada Senin (2/11/2009), Menkominfo, Kapolri, dan Jaksa Agung ingin bertemu para pemimpin redaksi (pimred) media massa. Undangan kepada para pimred sudah disampaikan oleh staf khusus Menkominfo melalui SMS kepada para pimred, Minggu (1/11/2009). Pertemuan Menkominfo Tifatul Sembiring, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji akan digelar di kantor Menkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2009) pukul 14.00 WIB. Belum diketahui secara pasti apa agenda pertemuan antara tiga anggota kabinet SBY itu. Yang jelas, undangan itu hanya menyebutkan agenda: "Silaturahmi dan update situasi terkini." Karena dalam forum itu dihadirkan Kapolri dan Jaksa Agung, maka diperkirakan pertemuan itu akan juga membahas kelanjutan kasus penahanan Bibit dan Chandra yang saat ini mendapat perhatian penuh dari masyarakat. Untuk diketahui, saat ini para tokoh nasional dan anggota masyarakat yang menjadi penjamin atas pembebasan Chandra dan Bibit terus semakin bertambah. Dukungan masyarakat lewat berbagai saluran, termasuk facebook, terus mengalir, bahkan mendekati 300 ribu orang pendukung. Dukungan akan terus mengalir, karena berbagai aksi keprihatinan akan terus digelar hingga beberapa hari mendatang. Banyak pihak yang menilai kasus yang disangkakan oleh Polri terhadap Bibit dan Chandra tidak memiliki bukti yang kuat, cenderung terlihat direkayasa. Sesuai perintah Presiden SBY, Kapolri sudah memberikan penjelasan terkait hal ini, namun masih banyak hal yang belum jelas dan dinilai belum transparan. Antara lain, mengenai tuduhan penyuapan dan pemerasan, yang miskin bukti. Terkait kasus penahanan Bibit dan Chandra yang masih terus berbuntut, sejak pukul 21.00 WIB, Presiden SBY memanggil sejumlah tokoh ke Wisma Negara. Sejumlah tokoh yang diundang, antara lain Anies Baswedan, Komaruddin Hidayat, Teten Masduki dan Hikmahanto Juwana. Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/11/01/224608/1232819/10/menkominfo-jaksa-agung-kapolri-undang-pimred-media-massa Komentar: Tokoh Nasional dikumpulkan ke-Istana untuk membahas masalah KPK, kemudian Pimred media juga di Undang oleh Menkominfo dan ini juga dianulir ada kaitan dengan masalah KPK. Semoga saja diantara kedua undangan terhadap tokoh dan pers diatas menghasilkan hal yang positif terhadap kasus KPK dan bukan malah sebaliknya menghasilkan hal yang negatif dan yang paling parahnya akan terjadi lagi kontrol media seperti halnya pada zaman orde baru yang sudah berlalu. Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
