Tak cuma masyarakat luas yang memakai pita hitam di lengan kirinya.
Simbol duka mendalam atas kriminalisasi terhadap KPK ternyata juga
dipakai oleh petinggi kepolisian, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol
Nanan Soekarna.
 
 Pita hitam dikenakan Nanan saat menghadiri
acara Jakarta Lawyers Club yang ditayangkan TVOne, Senin (2/11/2009)
malam. Pita hitam tersebut melilit lengan kiri Nanan yang masih
mengenakan seragam kebesaran polisi itu.
 
 Nanan sempat ditanya
oleh Pemimpin Redaksi TVOne Karni Ilyas yang menjadi pemandu acara
tentang alasan mengenakan pita hitam. "Seperti masyarakat lainnya, saya
juga ingin membesarkan KPK," kata Nanan tegas. 
 
 Namun, dalam
acara itu, Nanan secara tegas juga mengatakan, selain tetap ingin KPK
kuat, pihak kepolisian sebenarnya juga menginginkan independensi
kepolisian. "Siapa yang tidak ingin independen," kata Nanan.
 

Selama ini, polisi yang biasa disebut buaya selalu dihadap-hadapkan
dengan KPK yang biasa disebut cicak. Istilah buaya dan cicak ini selama
beberapa bulan terakhir santer diperbincangkan dan menjadi tobik
bahasan media.
 
 Terakhir, Kapolri Jenderal Polisi Bambang
Hendarso Danuri saat bertemu dengan pemimpin redaksi media nasional
meminta maaf dengan munculnya istilah buaya dan cicak. Dia berharap,
istilah itu tidak dipakai lagi.

Sumber: 
http://www.detiknews.com/read/2009/11/02/210943/1233671/10/irjen-pol-nanan-pun-pakai-pita-hitam?991101605

Komentar: Dari pernyataan Nanan Soekarna menyebutkan ingin membesarkan KPK , 
dan selanjutnya dia juga menginginkan independensi Polri. Jadi apakah dalam 
kasus KPK ini Polri melakukannya bukan atas Independensi? Siapa dibalik layar 
dalam kasus KPK vs Polri?

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke