...INIPUN Hanyab isa terjadidi NKRI .......... 
 
-------Original Message-------
 
From: sunny
Date: 08/15/09 12:43:02
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [inti-net] SBY Pidato Kenegaraan, Indonesia Raya Terlupakan
 
  Refleksi : Tidak penting lagu Indonesia Raya terlupakan, sebab sekarang
zaman NKRI bukan lagi zaman RI dan juga pada pembukaan pidato SBY katakan: 
Assalamalaikum wabarakatu!".

http://www.ambonekspres.com/index.php?act=news&newsid=26902

Sabtu, 15 Aug 2009, | 5 

SBY Pidato Kenegaraan, Indonesia Raya Terlupakan 

Jakarta, AE.- Kesempurnaan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT
Kemerdekaan RI ke 64 di DPR tercoreng. Insiden memalukan terjadi di acara
kenegaraan yang ditonton banyak orang itu. 
Pasalnya, lagu kebangsaan Indonesia Raya terlupakan untuk dikumandangkan.
Dalam paripurna DPR yang dihadiri Presiden, biasanya lagu Indonesia Raya
langsung diperdengarkan sesaat setelah presiden menempati kursinya di
samping deretan kursi pimpinan DPR. Sekitar pukul 09.05, setelah Presiden
dan Wakil Presiden memasuki ruang paripurna. Rangkaian acara pun dimulai.

Namun Agung Laksono yang memimpin sidang justru langsung mengajak
mengheningkan cipta. Padahal biasanya, sesuai protokol yang baku acara
didahului dengan Indonesia Raya. Ajakan Agung itu sempat membuat Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono terkejut. Ia pun menoleh ke arah Agung Laksono.
Sebab, Presiden sudah siap-siap berdiri, satu kebiasaan baku saat Indonesia
Raya dikumandangkan. 

Namun tetap saja acara mengheningkan cipta berlanjut. Setelah mengheningkan
cipta, Agung memulai sambutannya sekaligus membuka masa sidang terakhir bagi
DPR periode 2004-2009. Setelah sekitar 20 menit memberikan sambutan tertulis
 Agung mempersilakan Presiden menyampaikan pidato kenegaraan.

Presiden menyampaikan pidato tertulisnya setebal 40 halaman selama sekitar
50 menit. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan beberapa lagu-lagu nasional
dan diakhiri dengan do'a oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni.

Sesaat setelah do'a, Agung bermaksud menutup acara itu. Namun dari deretan
balkon terdengar suara Wakil Ketua MPR AM Fatwa menginterupsi Agung. Fatwa
menilai Agung selaku pimpinan sidang telah lalai karena lagu Indonesia Raya
tidak diperdengarkan dalam acara kenegaraan yang dihadiri para pejabat
tinggi negara dan perwakilan negara sahabat itu.

Interupsi AM Fatwa yang nyaris tak terdengar karena tidak menggunakan
microphone itu diikuti interupsi anggota DPR dari FPDIP, Panda Nababan.
Mantan wartawan yang banting stir menjadi politisi itu juga memprotes
mengapa acara dalam kenegaraan lagu Indonesia Raya tidak diperdengarkan.

Akhirnya sebelum palu diketok sebagai simbol penutupan paripurna DPR, Agung
mempersilakan hadiri berdiri karena lagu Indonesia Raya akan diperdengarkan.
Namun sebelumnya Agung sempat meminta maaf. Hal itu karena khilafan belaka. 
Jadi bukan suatu kesengajaan," ujar Agung.

Namun tetap saja polemik menggelinding. AM Fatwa yang ditemui usai paripurna
menyatakan, mengumandangkan lagu Indonesia Raya dalam acara kenegaraan
adalah protokol baku. "Ini sudah protokol dan secara internasional seperti
itu. Di luar negeri dimana Presiden hadir, ada lagu Indonesia Raya," ucapnya


Fatwa sempat menyayangkan karena saat dirinya melakukan interupsi tidak ada
microphone. Namun Fatwa tetap meminta Agung bertanggungjawab. "Teknis
protokolnya di Sekjen (DPR), tetapi secara politis kan penanggung jawab
utama tetap ketua sidang (Agung Laksono)," sebut Fatwa.

Selain itu Fatwa juga melihat ada kejanggalan. Pasalnya, dalam susunan acara
yang dibagikan secara tertulis, menyanyikan lagu Indonesia Raya juga tidak
dicantumkan. "Padahal kalau protokol kepresidenan bilang ini ada dalam gladi
resik. Tadi ketua DPR memang bilang minta maaf. Tetapi apapun itu jangan
sampai terulang," ujarnya.

Sementara ketua Fraksi Golkar di DPR, Priyo Budi Santoso juga mengaku
terkejut dengan kejadian itu. Priyo menilai kejadian itu sangat memalukan 
Saya juga terperanjat, karena kalau memang ada perubahan tanpa dikasih tahu.
Ini fatal dan kami menyesalkan ini semua terjadi. Ini tidak boleh diulangi
lagi dan harus minta maaf. Kami akan minta cek ke Sekjen dan protokoler,"
cetusnya.

Sekjen DPR Disalahkan
Agung Laksono yang ditanya wartawan usai memimpin sidang mengatakan, dirinya
sudah meminta maaf dan hal itu bukanlah suatu kesengajaan. Meski demikian
Agung tetap akan memberikan teguran kepada Sekjen DPR Nining Indra Saleh. 
Bagaimana bisa kejadian seperti itu. Kalau memang (Sekjen DPR) bersalah bisa
diberi sanksi," ujarnya.

Namun Sekjen DPR RI Nining Indra Saleh tidak mau disalahkan dengan
terlupakannya lagu Indonesia Raya pada pembukaan Pidato Penegaraan Presiden
SBY dalam rapat paripurna DPR itu. Menurut Nining, di susunan jadwal acara
sebenarnya agenda menyanyikan Indonesia Raya sudah tercantum, yakni saat
pembukaan dan penutupan sidang paripurna.

Kepada wartawan Nining menjelaskan bahwa setiap tahapan acara, termasuk
menyanyikan Indonesia Raya, biasanya dipandu oleh master of ceremony (MC)
yang disiapkan kesekjenan DPR. "Di susunan acara sudah tercantum. Biasanya
Indonesia Raya dinyanyikan dua kali yaitu di pembukaan dan di penutupan dan
itu dipandu oleh MC," ujar Nining.

Lantas mengapa Agung Laksono langsung mengambil inisiatif dengan hadirin
mengheningkan cipta tanpa didahului Indonesia Raya sebagai pembuka sidang"
Nining tidak secara tegas menjawabnya. Ia justru menjelaskan, sempat ada
beberapa detik kekosongan dalam peralihan agenda acara yang seharusnya diisi
oleh MC.

Nining juga mengaku sudah menanyai MC sebagai pemandu acara yang telat
menyebut acara selanjutnya. "Ada suasana yang agak vaccum. MC melihat
situasi dulu. Saya sudah tanya ke MC kenapa MC, dia jawab ada hal-hal yang
belum pas. Karena lagu Indonesia Raya harus dinyanyikan dalam suasana yang
pas," ujar Nining.

Hanya saja saat MC hendak mengajak hadirin berdiri karena Indonesia Raya mau
dinyanyikan, Agung Laksono terlanjur menyela lebih dulu dengan ajakan
mengheningkan cipta. Meski demikian Nining tidak mau menyalahkan Agung
Laksono selaku pimpinan rapat. "Itu memang tanggung jawab ketua (Agung
Laksono). Tetapi saya tidak mau saling menyalahkan," kilahnya.

Selain itu, sambung Nining, Agung Laksono juga sudah memintakan maaf. "Pak
Ketua DPR (Agung Laksono) selaku ketua rapat sudah minta maaf terhadap
adanya rangkaian acara pidato kenegaraan yang terlewatkan. Tetapi karena
pelaksaan ini terkait tugas kesekjenen, sebagai pelaksananya adalah Sekjen
DPR RI beserta jajarannya, maka ini mendapat perhatian penuh," tandasnya.
(ara/jpnn)

[Non-text portions of this message have been removed]



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke