REFLEKSI: Mungkin Bu Mega sibuk bikin nasi ramas, goreng kerupuk dan bikin kopi 
tubruk, jadi tidak keburu hadir upacara di istana. Lain kali saja akan hadir, 
bila ada kesempatan. 

Politikus yang tidak berani menghadapi tantangan mata lawan yang menang, sulit 
dijadikan motor perubahan demi perbaikan kehidupan rakyat.  

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=9826

2009-08-18
Megawati Kembali Absen Upacara 17 Agustus di Istana

SP/Ignatius Liliek


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan bendera kepada anggota Paskibraka 
asal SMA Negeri 8 DKI Jakarta Anisa Fatharani (kanan) untuk dikibarkan pada 
Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi 1945 di Istana Merdeka, Jakarta, 
Senin (17/8). 

[JAKARTA] Para mantan presiden, yakni BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), 
dan Megawati Soekarnoputri tidak hadir pada upacara detik-detik peringatan 
proklamasi kemerdekaan ke-64 RI di halaman depan Istana Merdeka Jakarta, Senin 
(17/8).

Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa mengatakan, BJ Habibie harus kembali ke 
Jerman untuk mendampingi istrinya. Sedangkan, Gus Dur terbaring sakit di rumah 
sakit, dan Megawati tidak memberikan kabar.

Hatta membantah kalau ketidakhadiran para mantan presiden itu karena undangan 
yang dikirim mendadak. "Oh, tidak. Tidak pernah mepet. Semua yang diundang, 
dipastikan sampai," kata Hatta kepada wartawan, kemarin.

Sementara itu, Megawati Soekarnoputri memilih untuk memperingati hari 
kemerdekaan RI di halaman kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi 
Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Megawati tidak 
menghadiri upacara bendera di Istana Merdeka.

"Kita di sini saja. Di sana (Istana, Red) sudah banyak yang datang. Bagi saya, 
memperingati hari kemerdekaan, di mana saja sama," kata Megawati seusai upacara 
tersebut.

Pada upacara itu, anak Megawati, Puan Maharani bertindak sebagai inspektur 
upacara. Teks proklamasi dibacakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP 
PDI-P Taufiq Kiemas, dan Pancasila dibacakan Ketua DPP PDI-P Adang Ruchyatna.

Pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan RI di Istana Merdeka dilaksanakan 
dalam penjagaan yang sangat ketat. Hal itu dilakukan, karena masih tingginya 
ancaman keamanan, terutama ancaman aksi teror bom kepada Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono.


Standar

Sejumlah panser milik TNI disiagakan di beberapa sudut Istana Merdeka. Selain 
itu, aparat keamanan, baik yang berpakaian militer maupun sipil, disebarkan di 
sekitar lokasi upacara.

Mensesneg Hatta Rajasa menjelaskan, penjagaan keamanan itu sebenarnya tidak 
terlalu ketat. Penjagaan itu masih sesuai standar pengamanan yang berlaku. 
Upacara memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-64 RI dimulai tepat 
pukul 10.00 WIB.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Kolonel Inf Agus Sutomo, Komandan 
Korem Surya Kencana Bogor. Alumnus Akmil 1984 itu sebelumnya menjabat sebagai 
Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Sedangkan, komandan upacara penurunan bendera pada sore hari adalah Kolonel PSK 
Theodorus Seto Purnomo, lulusan Akmil Angkatan 1985. Naskah teks proklamasi 
dibacakan oleh Ketua DPR Agung Laksono dan doa dibawakan Menteri Agama Maftuh 
Basyuni.

Pengibaran Sang Merah-Putih dilakukan oleh Paskibraka dengan pembawa bendera 
adalah Anisa Fatharani, siswa SMA 8 Tebet, Jakarta Selatan. Gadis kelahiran 
Jakarta, 1 April 1993 itu menerima Sang Merah Putih dari Presiden SBY sebelum 
dikibarkan.

Hadir dalam upacara itu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Ny Ani Bambang 
Yudhoyono, dan Ny Mufidah Jusuf Kalla. Hadir pula calon wakil presiden 
(cawapres) terpilih Boediono yang didampingi istrinya. [O-1/


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke