Refleksi : Dulu tak ingat sekarang lupa adalah kebiasaan kaum penipu. Lumpur 
Lampindo akan menjadi pemandangan alam untuk waktu yang lama mungkin 
berabad-abad, tetapi korban cepat dilupakan. Bagaimana mereka diingat dan 
diberi kompensasi sewajar-warjarnya tergantung belas kasihan jadi bukan atas 
dasar hak warganegara; bukankah begitu pengertian kaum berkuasa?  


http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/09/29/13283461/dpr.2009-2014.akan.lupa.lumpur.sidoarjo


DPR 2009-2014 Akan Lupa Lumpur Sidoarjo?
 
KOMPAS/ARIS PRASETYO
Sekitar 50 korban lumpur Lapindo yang tergabung dalam Komite Warga Porong 
Korban Lapindo berunjuk rasa di atas tanggul kolam penampungan lumpur Lapindo, 
Jumat (7/8) di Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka menolak pencalonan Aburizal Bakrie 
sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Alasannya, persoalan sosial korban lumpur 
lebih mendesak diselesaikan ketimbang urusan politik.
/
 Selasa, 29 September 2009 | 13:28 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam hitungan jam saja, anggota Dewan Perwakilan Rakyat 
RI periode 2004-2009 akan memasuki masa purnabakti. Ada sejumlah PR besar yang 
belum tuntas, seperti penanganan lumpur Sidoarjo. Ada kekhawatiran bahwa 
anggota DPR periode 2009-2014 akan melupakan bencana tersebut.

Hal ini diamini oleh anggota Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo 
(TP2LS) Alvin Lie, yang juga anggota Fraksi Partai Amanat Nasional. Maka itu, 
pihaknya akan berusaha memastikan bahwa anggota DPR periode mendatang memiliki 
perhatian yang besar terhadap lumpur yang menyengsarakan ratusan ribu penduduk 
tersebut.

"Kami berharap pengawasan DPR terhadap Lumpur Sidoarjo tetap berjalan. 
Bentuknya terserah, apakah melalui tim ataupun komisi," ujar Alvin, Selasa 
(29/9) di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta.

Selain itu, Alvin berharap PT Lapindo Brantas tetap memberikan perhatian 
terhadap korban Lumpur Sidoarjo. "Anggaplah ini sebagai bentuk tanggung jawab 
sosial. Janji-janji yang dulu pernah disampaikan harus tetap dilaksanakan," 
tambahnya.

Alvin juga menyayangkan pemerintah tidak segera mengucurkan dana bantuan bagi 
korban Lumpur Sidoarjo. Padahal, untuk penanganan Bank Century, lanjut Alvin, 
pemerintah mengucurkan dana hingga triliunan rupiah dalam sekejab.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke