Saya jadi tergelitik untuk segera beri catatan kecil terhadap urusan nikah-kawin ini. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tuan Bahrul Hayat ini adalah makhluk yang aneh atau dungu. Tapi memang karena Bahrul adalah alat dari pemerintahan yang aneh atau dungu, ya jadi wajarlah 'pengajarannya ini. Terpaksa harus saya katakan bahwa ini adalah hasil gemilang dari pembodohan yang dilakukan oleh rezim orba Suharto. Dan orang-orang orba masih terus memegang kekuasaan di negeri ini.
Dari pandangan yang normal, pengajaran dari Bahrul ini akan sangat benar APABILA NEGERI INI - REPUBLIK iNDONESIA - SUDAH DIDEKLARASIKAN SEBAGAI NEGARA ISLAM. Pernyataan Bahrul bahwa norma hukum dan nilai-nilai agama merupakan landasan yang bersifat absolut harus disempurnakan/dilengkapi, bukan sekedar nilai-nilai agama melainkan "nilai-nilai agama ISLAM menurut interpretasi pemuka agama Islam di Indonesia' karena penganut agama-agama lain mengimani Allah Maha Pencipta, menerima dan menghargai serta memelihara SELURUH ciptaanNYA, termasuk kemajemukan masyarakat dan urusan cinta-kasih manusia. CINTA-KASIH ADALAH URUSAN ANAK MANUSIA PRIBADI DENGAN PRIBADI, TERLEPAS DARI ANUTAN AGAMANYA. Bisakah nanti setelah memasuki periode ke-2 Presiden SBY meninjau kembali penempatan pembantu-pembantunya yang paham konstitusi (UUD 1945) dan memiliki keimanan yang memahami kemutlakan kekuasaan Allah yang tidak dapat ditorpedo oleh peraturan perundangan buatan tuan-tuan yang mengaku beragama namun tidak berTUHAN, agar bangsa ini boleh maju menuju kecerdasan. Mogi-mogi.... (gustaf dupe) ----- Original Message ----- From: "sunny" <[email protected]> To: <Undisclosed-Recipient:;> Sent: Monday, October 05, 2009 7:30 PM Subject: [inti-net] Depag: Pemerintah Tidak Akui Pernikahan Beda Agama dan Sejenis > http://www.christianpost.co.id/society/society/20090923/4992/Depag-Pemerintah-Tidak-Akui-Pernikahan-Beda-Agama-dan-Sejenis/index.html > > Depag: Pemerintah Tidak Akui Pernikahan Beda Agama dan Sejenis > Ariza Samuel > Reporter Kristiani Pos > Posted: Sep. 23, 2009 12:57:14 WIB > Pemerintah tidak akan pernah mengakui atau melegalkan pernikahan antara > pasangan yang berbeda agama, pernikahan pasangan sejenis (homoseksual), > menurut Sekretaris Jenderal Departemen Agama, Bahrul Hayat. > > > Meskipun hal ini banyak disuarakan oleh beberapa kalangan dengan alasan > hak asasi manusia (HAM), ia menegaskan bahwa masa depan bangsa harus > diselamatkan melalui lembaga pernikahan. > > > "Norma hukum dan nilai-nilai agama merupakan landasan yang bersifat > absolut dan tidak dapat ditawar sebagai syarat untuk menata perkawinan dan > membentuk rumah tangga sakinah dan sejahtera," kata Bahrul saat membuka > sebuah workshop tentang pendidikan pernikahan, di Jakarta, seperti > diberitakan Pos Kota. > > > Menurutnya, negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila > pertama Pancasila, hanya mengakui pernikahan yang dilakukan menurut hukum > agama sebagai dasar bagi pembentukan keluarga. > > > "Karena itu, pemerintah terlibat aktif dalam berbagai upaya untuk > memperkuat eksistensi lembaga pernikahan dan pemberdayaan keluarga sebagai > entitas yang suci dan terhormat yang perlu ditingkatkan kualitas dan > ketahanannya seiring dengan kemajuan masyarakat," katanya. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : > [email protected] > > Kunjungi situs INTI-net http://groups.yahoo.com/group/inti-net > > Kunjungi Blog INTI-net > http://tionghoanet.blogspot.com/ > > *Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting > iklan* > Yahoo! Groups Links > > > > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG. > Version: 7.5.560 / Virus Database: 270.11.6/1980 - Release Date: 3/2/2009 > 11:02 PM > >
