Refleksi: Ada benarnya "popularitas SBY ikut turun naik kasus BC", sebab kalau 
BC berlaba besar maka bintang SBY pun tambah mengkilat di angkasa nan bisur dan 
bisa tepuk dada, tetapi apa boleh buat taik kambing bulat-bulat, tinggal  
bintang penyanyi saja yang akan berkilau sebagi "Bintang Suara 100 Hari"
-----  
Jawa Pos
 Senin, 25 Januari 2010 ] 


Popularitas SBY Ikut Tertekan Kasus Bank Century 
Survei, Publik Tidak Percaya Dampak Sistematis 


JAKARTA - Sikap sejumlah partai mitra koalisi SBY, seperti PAN, PPP, PKB, dan 
Partai Demokrat, dalam kasus Bank Century ternyata bertolak belakang dengan 
opini mayoritas publik. Bila keempat partai politik itu mendukung kebijakan 
bailout yang diambil Boediono dan Sri Mulyani, mayoritas publik ternyata 
berpandangan sebaliknya.

''Sebagian besar responden yang kami survei berpendapat tidak setuju kalau Bank 
Century dianggap berdampak sistemik dan sebaiknya dibiarkan bangkrut,'' kata 
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei 
terbarunya di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, kemarin (24/1).

Survei nasional Indo Barometer itu dilakukan 8-18 Januari dengan wawancara 
tatap muka terhadap 1.200 responden. Adapun margin of error sebesar plus minus 
3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Qodari menuturkan, ada tiga kategori pertanyaan terkait sistemik atau tidaknya 
Bank Century. Hasilnya, 36,3 persen menilai kebangkrutan Bank Century tidak 
akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap bank hilang. Sedangkan, yang 
berpandangan sebaliknya 26,2 persen.

Sebanyak 38,7 persen juga berpendapat bahwa kebangkrutan Bank Century tidak 
akan menular ke bank lain. Hanya 24,7 persen yang mendukung pandangan, kalau 
Bank Century tidak diselamatkan, bank-bank di Indonesia akan mengalami nasib 
yang sama.

Bahkan, 42,3 persen responden berpendapat bahwa kebangkrutan Bank Century 
akibat kesalahan dalam mengelola dan mengurus bank yang kini bernama Bank 
Mutiara itu. Hanya 21,9 persen yang menilai kebangkrutan Bank Century harus 
dihindari agar tidak menganggu perekonomian nasional yang tengah menghadapi 
ancaman krisis global. ''Ini bukan penilaian profesional, tapi opini publik. 
Jadi, tolong, jangan didebat dengan teori ekonomi,'' canda Qodari, lantas 
tertawa.

Dia menambahkan, 43,3 persen atau mayoritas responden menilai penanggung jawab 
keputusan penyelamatan Bank Century adalah Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Bank 
Indonesia saat itu, Boediono. Hanya 10,4 persen yang menyebut Presiden SBY.

Karena itu, lanjut Qodari, bisa dipahami kalau tingkat kepuasan publik terhadap 
Boediono hanya 39,9 persen. Namun sebaliknya, tingkat kepuasan terhadap SBY 
masih 74,5 persen. Itu sebenarnya termasuk merosot bila dibandingkan dengan 
Agustus 2009 di posisi 90,4 persen. ''SBY masih aman dalam pencitraan, 
sedangkan Boediono terluka parah,'' jelasnya.

Terkait Pansus Angket Century, Qodari mengatakan bahwa 52,4 persen responden 
meyakini pansus bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Angka itu jauh lebih 
besar daripada yang meragukannya, yakni 37,4 persen. Dari sejumlah agenda 
pansus, 37,8 persen atau mayoritas responden menginginkan pansus 
memprioritaskan pengungkapan penyelewengan dana talangan.

''Jadi, yang paling ditunggu soal aliran dana. Ini menjadi kunci adanya 
implikasi politik dan hukum dari pembentukan pansus,'' katanya.

Dalam acara tersebut hadir sejumlah anggota pansus, seperti Maruarar Sirait 
(PDIP), Ruhut Sitompul (Partai Demokrat), dan Mukhamad Misbakhun (PKS). 
Demikian juga Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum 
menilai, tingkat kepuasan terhadap SBY tersebut masih termasuk bagus. Bahkan, 
dia optimistis, kepercayaan publik itu sudah cukup untuk menjadi modal 
membangun kinerja pemerintah yang produktif lima tahun ke depan.

''Setelah ontran-ontran (kerusuhan, Red) Bank Century selesai Maret, saya 
yakin, angka kepuasan publik akan kembali merangkak naik,'' tegasnya.

Mengenai Boediono, Anas mengatakan, selama dua bulan terakhir semua pemberitaan 
mengenai wapres memang selalu negatif, karena dikaitkan dengan kasus Bank 
Century. ''Wajar kalau angkanya merosot cukup serius,'' kata Ketua Fraksi 
Partai Demokrat di DPR itu.

Seperti Presiden SBY, Anas juga meyakini persepsi publik terhadap Boediono akan 
ikut pulih setelah kasus Bank Century selesai. ''Saya yakin betul dalam 
memutuskan kebijakan bailout Bank Century, Boediono tidak korupsi dan tidak 
memperkaya orang lain,'' tandas mantan ketua umum PB HMI itu. (pri/tof







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke