Refleksi : Bukan rahasia bahwa sahabat adalah konco, jadi harus tetap bersama.
http://www.antaranews.com/news/249126/presiden-putuskan-golkar-tetap-dalam-koalisi Presiden Putuskan Golkar Tetap Dalam Koalisi Selasa, 8 Maret 2011 20:19 WIB | Jakarta (ANTARA News) - Pembicaraan antara Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa sore, memutuskan Partai Golkar tetap berada dalam koalisi partai-partai politik pendukung pemerintah. "Saya dapat informasi itu langsung dari Pak Aburizal melalui telepon seluler," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa malam. Menurut Priyo, ketika Aburizal menyampaikan keputusan dari pembicaraannya dengan Presiden, semula dirinya tidak percaya. Ia menegaskan pada Aburizal apakah benar keputusannya seperti itu? "Ya keputusannya seperti itu, Partai Golkar tetap berada di dalam koalisi," kata Priyo menirukan pernyataan Aburizal. Menurut dia, sebelum Aburizal bertemu dengan Presiden Yudhoyono, Ketua Umum DPP Partai Golkar memberikan arahan di hadapan para ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar dari seluruh Indonesia di Hotel Sultan Jakarta. Dari arahan tersebut, kata dia, para Ketua DPD dan DPC Partai Golkar dari seluruh Indonesia memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum Partai Golkar untuk menentukan sikap apakah Partai Golkar tetap berada di dalam koalisi atau keluar. Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, pada pembicaraan tersebut, Presiden Yudhoyono hanya menyinggung sedikit soal koalisi dan tidak menyinggung soal menteri kabinet. "Pembicaraan antara Pak Aburizal dan Pak Presiden lebih banyak membahas pada perspektif pemerintahan hingga 2014," katanya. Menurut Priyo, pada kesempatan itu, Aburizal menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal pemerintahan hingga berakhir pada 2014. "Karena keputusannya berada di dalam Partai Golkar akan lebih patuh," katanya. Menurut dia, Partai Golkar akan memahami dan menerjemahkan dengan baik posisinya di dalam koalisi.(*) (T.R024/R007) ++++ http://www.antaranews.com/berita/249145/pengamat--reshuffle-kabinet-karena-alasan-politis Pengamat : "Reshuffle" Kabinet Karena Alasan Politis Selasa, 8 Maret 2011 22:25 WIB | 594 Views Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago menilai rencana perubahan susunan (Reshuffle) kabinet lebih didasarkan pada alasan politis daripada evaluasi kinerja menteri. "Saya melihat `reshuffle` karena alasan politis, ini sudah terlihat. Saya tidak melihat alasan `reshuffle` ini untuk menaikkan kinerja," katanya di Jakarta, Selasa. Andrinof mengatakan, jika benar perubahan susunan kabinet didasarkan pada alasan politis, maka perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Buat masyarakat ini tidak ada untungnya, hanya melanjutkan kegaduhan politik saja. `Reshuffle` ini tidak akan ada manfaatnya untuk masyarakat kalau alasannya politis," ujarnya. Ia mengatakan jika dilakukan perubahan susunan kabinet maka seharusnya dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengubah susunan kabinet maka yang harus dilakukan adalah merasionalisasi kabinet dengan mengganti menteri-menteri yang dianggap kurang mampu. "Harusnya penekanannya pada orang-orang yang mampu. Kalau dia (menteri) mewakili partai maka harusnya orang yang mampu sehingga tidak menghambat pemerintahan," katanya. Menurut dia, komposisi maupun perubahan di kabinet seharusnya tidak sekedar mengutamakan representasi politik. Sementara itu, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menyatakan siap untuk digeser dari jabatannya oleh Presiden. Menteri Pertanian Suswono menyatakan dirinya siap digeser jika Presiden menginginkan itu. Hal serupa juga disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta. Ia mengatakan dirinya menyerahkan sepenuhnya soal perubahan susunan kabinet kepada Presiden. Kemudian, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring juga menyatakan kesiapannya jika Presiden mengambil langkah perubahan susunan kabinet. Ia mengatakan, jika Presiden SBY mengambil langkah tersebut, maka itu berarti Presiden telah memperhitungkannya dengan matang.(*) [Non-text portions of this message have been removed]
