Penjahat Bius Mengincar Pemudik http://www.gatra.com/nusantara/jawa/2045-penjahat-bius-mengincar-pemudik Kamis, 25 Agustus 2011 05:19
Pemudik di terminal, target pembiusan (Foto ANTARA/Nyoman Budhiana) Dua orang itu tertunduk lesu di ruang interogasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/82011) kemarin. Dengan borgol di tangan, mulutnya terbata-bata menjawab cecaran pertanyaan dua petugas kepolisian. Keduanya diduga menjadi pelaku kejahatan dengan modus pembiusan, yang mengincar para pemudik. Mereka ditangkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu kemarin, di dua tempat berbeda. Sugiyanto alias Ciko, ditangkap saat berada di KM 34 Cikarang. Satu lagi bernama Sutikno alias Daglek, ditangkap di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Gatot Eddy Pramono, Ciko dan Daglek kerap beraksi di Bandara Soekarno Hatta. Kedua pelaku memiliki peran berbeda. "Ciko sebagai penyedia dan peracik jamu yang dicampur dengan obat tidur, sementara Daglek berperan sebagai sopir," kata Gatot. Sasaran mereka adalah pemudik yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, baik dari luar daerah, maupun luar negeri. Mereka bertugas secara terpisah. Yang satu berpura-pura mencari tumpangan ke tujuan sama dengan calon korban, dengan menyewa mobil agar ongkos yang dikeluarkan lebih murah. Satunya lagi berperan sebagai sopir mobil sewaan. Di tengah perjalanan, korban korban dikasih makanan dan minuman yang sudah diberi obat tidur agar tidak sadarkan diri. Setelah itu, harta korban dijarah lalu dibuang di daerah perbatasan seperti Cikarang atau Cakung. Ciko mengaku sudah tiga kali bekerja sebagai peracik jamu yang dicampur dengan obat tidur. Dia bekerja untuk tersangka Katro, dan mendapat jatah HP Blackberry, uang tunai Rp1,3 juta dan satu laptop. Sedangkan Daglek, yang berperan sebagai sopir, mengaku baru pertama ikut aksi. Dia bekerja untuk tersangka Yayan dengan imbalan Rp1,5 juta. Ciko dan Daglek disinyalir menjadi bagian dari gerombolan penjahat dengan modus obat bius. Selain kedua pelaku itu, diduga masih banyak anggota gerombolan yang rajin beroperasi saat mudik lebaran. Mereka tidak hanya menjerat korban di bandara, tapi juga di terminal dan di jalanan dengan target pengendara mobil pribadi. Karena itu, para pemudik dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Di bandara, menurut Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Kombes Pol. Reynhard Silitonga, sasaran empuk mafia pembius itu adalahTKI yang hendak pulang ke kampung halamannya setelah mengumpulkan dolar di luar negeri. Karena itu, kata Reynhard, pihaknya menerjunkan anggota untuk memantau beberapa lokasi seperti di terminal kedatangan luar negeri dan di halte Damri. "Tempat itu awal terjadinya kejahatan pembiusan," ungkapnya. Di terminal angkutan umum, stasiun dan pusat perbelanjaan-terminal , para pelaku biasanya mengincar wanita, terutama ibu-ibu lanjut usia. Sedangkan di perempatan jalan raya, gerombolan pembius itu berusaha mengelabui pengendara mobil pribadi dengan menawarkan minuman --yang sudah diberi obat bius-- dengan harga miring. Biasanya obat bius yang digunakan jenis benzodiazepin atau obat golongan psikotropika. Obat ini biasa diberikan kepada penderita depresi untuk penenang. Efek dari obat ini menimbulkan rasa kantuk, pusing, nyeri kepala, mulut kering, dan rasa pahit di mulut. Kebanyakan pembiusan bermula karena korban tidak menaruh curiga terhadap orang asing yang baru dikenalnya. Para pelaku kejahatan itu umumnya berlagak baik dan menawarkan minuman atau makanan. Atau menawarkan tisu basah yang sudah dibubuhi obat bius. Tapi pada beberapa kasus, ada pelaku yang nekat membius korbannya dengan menyemprotkan parfum yang ditawarkannya. Dalam kondisi capek dan badan lemah selama perjalanan mudik, kewaspadaan kerap menurun, sehingga kurang peka dan hati-hati terhadap lingkungan sekitar. Sejak awal, pelaku sudah mengincar targetnya. Ketika lengah itulah, kawanan pembius ini leluasa beraksi. Umumnya, pelaku kejahatan ini adalah orang-orang lama yang sebelumnya pernah terlibat kasus sejenis. Maka, berhati-hatilah selama perjalanan mudik agar tidak termakan bujukan manis pelaku pembiusan. (HP) Kunjungi juga Konsorsium Blog Nasional Tulisan ini juga ditayangkan serentak di Jaringan Blog Nasional berikut ini Blog INTI-net online http://tionghoanet.blogspot.com Feeds : http://feeds.feedburner.com/tionghoanet Blog JAKARTA POST Online http://jakartapost.blogspot.com Feeds : http://feeds.feedburner.com/jakartapost Blog INDONESIA UPDATES http://indonesiaupdates.blogspot.com/ Feeds : http://feeds.feedburner.com/indonesiaupdates Online News Blog : http://jakartaonlinenews.blogspot.com/ http://indofinancialnews.blogspot.com/ http://chinese-clubs.blogspot.com/ http://batavia-news-networks.blogspot.com/ http://indoexchanges.blogspot.com/ http://jaktvnewsonline.blogspot.com/ Online Travel Reviews and Updates : http://adsensetravel.blogspot.com http://adsensetravelreviews.blogspot.com Blog Iklan Baris Bisnis http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/ http://iklanbarisbizniz.blogspot.com/
