Garuda Lecehkan Calon Pramugari? 
Kamis, 25 Agustus 2011 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan Garuda Indonesia diterpa isu tak 
sedap. Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menyebut maskapai pelat merah ini 
melakukan pelecehan seksual terhadap calon pramugari pada bulan lalu.



Pelecehan terjadi saat Garuda mewawancarai calon awak kabin asal Korea. Seorang 
wanita mengaku diperintahkan melepas semua pakaiannya kecuali pakaian dalam 
untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.



Saat itu seorang dokter pria disebut meraba payudaranya dengan alasan memeriksa 
implan. Pemasangan implan, menurut aturan perusahaan, dianggap membahayakan 
awak kabin ketika bertugas. Setelah kejadian tersebut, para pelamar langsung 
mengajukan komplain atas prosedur yang memalukan dan membuat mereka tidak 
nyaman itu.



Juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto, membantah adanya insiden tersebut. 
"Itu sama sekali tak benar. Tak ada pelamar yang diminta tampil tanpa busana 
saat rekrutmen pramugari di Korea," katanya tadi malam.



Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan oleh Garuda sesuai dengan standar yang 
berlaku di dunia penerbangan. Dokter yang melakukan pemeriksaan juga mengacu 
pada standar profesi dan terikat sumpah dokter. "Ada staf lokal yang 
mendampingi untuk membantu menjelaskan pemeriksaan," katanya.



Meski demikian, Pujobroto menyatakan Garuda belum berencana melayangkan somasi 
terhadap Yonhap maupun The Korea Herald, yang ikut memberitakan kasus ini. 
"Belum ada rencana ke sana," katanya.



Proses seleksi dilakukan pada 27 Juli lalu. Ada 27 calon pramugari asal Korea 
yang mengikuti tes, lima di antaranya dinyatakan tak lulus. Proses rekrutmen 
dilaksanakan langsung oleh Garuda tanpa melibatkan pihak ketiga.



Garuda merekrut awak kabin asal Korea untuk mendukung pelayanan maskapai ini. 
Menurut Pujobroto, dalam sepekan Garuda terbang ke Korea sebanyak lima kali. 
Garuda juga merekrut pramugari asal Cina dan Jepang untuk rute Jakarta-Cina dan 
Jakarta-Jepang.



Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, mengatakan 
proses rekrutmen awak kabin tak termasuk wewenang kementeriannya. "Kami hanya 
mengawasi dan mengatur keselamatan, keamanan, serta pelayanan penerbangan," 
katanya.



Pemerintah juga belum berencana mengambil langkah apa pun terkait dengan berita 
itu. "Secara informal, kami akan memastikan kepada Garuda tentang berita 
tersebut," ucapnya.

ROSALINA

Kunjungi juga Konsorsium Blog Nasional

Tulisan ini juga ditayangkan serentak di Jaringan Blog Nasional
berikut ini
Blog INTI-net online
http://tionghoanet.blogspot.com
Feeds : 
http://feeds.feedburner.com/tionghoanet

Blog JAKARTA POST Online
http://jakartapost.blogspot.com
Feeds :
http://feeds.feedburner.com/jakartapost

Blog INDONESIA UPDATES
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
Feeds :
http://feeds.feedburner.com/indonesiaupdates

Online News Blog :
http://jakartaonlinenews.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://jaktvnewsonline.blogspot.com/

Online Travel Reviews and Updates :
http://adsensetravel.blogspot.com
http://adsensetravelreviews.blogspot.com

Blog Iklan Baris Bisnis
http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/
http://iklanbarisbizniz.blogspot.com/

Kirim email ke