KPK Dalami Aliran Dana Korupsi Alkes ke Emir Moeis

Politikindonesia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan 
adanya aliran dana berupa cek perjalanan kepada Ketua Panitia Anggaran 
(Panggar) DPR periode 2004-2009 Izedrik Emir Moeis. Hal ini terkait 
kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk penanggulangan 
wabah flu burung di Kemenko Kesra tahun anggaran 2006.

Wakil Ketua KPK bidang pencegahan M Jasin mengatakan, saat ini pihaknya
 tengah mengumpulkan bahan bukti dan keterangan atas indikasi suap pada 
proses persetujuan anggaran untuk proyek pengadaan yang telah merugikan 
negara sebesar Rp36,2 miliar itu.

"Tentunya akan dikumpulkan dulu data-data dan informasi lain yang lebih 
mendalam," kata M Jasin, Minggu (07/08).

Sebelumnya, dalam surat dakwaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan 
(alkes) penanggulangan wabah flu burung di Kemenko Kesra tahun anggaran 
2006 dengan terdakwa eks Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan 
Rakyat (Sesmenko Kesra) Soetedjo Yuwono, Emir disebut turut menerima cek
 senilai Rp200 juta. Emir menerima cek itu dalam kapasitasnya sebagai 
anggota Panitia Anggaran DPR RI.

Dalam kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan untuk penanggulangan 
flu burung di Kemenko Kesra pada tahun 2006, Soetedjo menerima uang 
senilai Rp6 miliar dalam bentuk Mandiri Travellers Cheque (MTC) dari 
Direktur Keuangan PT Bersaudara M Riza Husni.

Soetedjo menerima cek itu bulan Desember 2006. Cek diterima mantan 
bawahan Menko Kesra Aburizal Bakrie itu setelah PT Bersaudara ditunjuk 
sebagai penyedia alat-alat kesehatan untuk penanggulangan flu burung. 
Cek selanjutnya dialirkan Soetedjo kepada anggota Panitia Anggaran DPR 
RI.

"Terdakwa memberikan MTC dan BNI Cek Multi Guna kepada anggota Panitia 
Anggaran DPR RI antara lain Izedrik Emir Moeis seluruhnya senilai Rp200 
juta," ujar jaksa Siswanto saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan 
Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa (31/05) lalu.

Selain kepada Emir Moeis, cek juga mengalir kepada enam anggota Panitia 
Anggaran DPR periode 2004-2009 lainnya yaitu Imam Supardi sebesar Rp390 
juta), Rudianto Tjen Rp350 juta, Ahmad Hafiz Zamawi Rp 390 juta, 
Hasanudin Said Rp150 juta, Musfihin Dahlan Rp160 juta dan Mariani 
Baramuli Rp25 juta.

Saat kasus ini masih dalam proses penyidikan, Emir telah mengembalikan 
uang senilai Rp200 juta yang diterimanya itu. Pengembalian dilakukan 
oleh Ketua DPD PDIP Kalimatan Timur itu pada 23 November 2010.

Meski sudah mengembalikan uang tersebut, namun menurut Jasin, hal itu 
tidak akan menghapuskan tindak pidananya. "Akan dipelajari lagi lebih 
dalam. Bila benar uang hasil korupsi, pengembalian uang tidak 
menghilangkan pidananya."

Kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan untuk penanggulangan flu 
burung di Kemenko Kesra pada tahun 2006 ini berawal saat Direktur Utama 
PT Bersaudara, Daan Ahmadi meminta Soetedjo agar perusahaannya 
dilibatkan dalam pengadaan alat kesehatan.

Kemudian tanggal 3 Oktober 2006, Soetedjo mengajukan permohonan kepada 
Panitia Anggaran DPR RI untuk merevisi APBN-P tahun 2006 dengan 
menambahkan pengadaan alat kesehatan untuk pengendalian penyakit menular
 flu burung sebesar Rp100 miliar.

Permohonan itu ditindaklanjuti dengan terbitnya revisi ke VIII DIPA 
Nomor 0094.0./069-03/-2006 pada November 2006. Revisi DIPA ikut 
mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan rumah sakit dan obat 
flu burung sebanyak Rp100 miliar.

Jaksa Penuntut Umum M Rum memastikan dugaan adanya aliran dana ke 
Panggar DPR itu akan didalami lebih jauh oleh tim penyidik KPK. Namun 
demikian, M Rum juga memastikan tak akan menghadirkan Emir di 
persidangan kasus Soetedjo. Pasalnya, kasus yang menimpa keduanya, sudah
 berbeda konteks.

"Dengan Emir itu kaitan dengan penurunan anggaran, itu masih didalami. 
Jadi kalau di sini (sidang Soetedjo) ya sudah tidak (diperiksa) karena 
sudah selesai," pungkas M Rum.
(dir/rin/nis)

http://www.politikindonesia.com/inde...XonoE.facebook
Blog INTI-net online
http://tionghoanet.blogspot.com
Feeds : 
http://feeds.feedburner.com/tionghoanet

Blog JAKARTA POST Online
http://jakartapost.blogspot.com
Feeds :
http://feeds.feedburner.com/jakartapost

Blog INDONESIA UPDATES
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
Feeds :
http://feeds.feedburner.com/indonesiaupdates

Online News Blog :
http://jakartaonlinenews.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://jaktvnewsonline.blogspot.com/

Kirim email ke