Refl: Wah! Hebat sekali anggota DPR  bisa menemukan timbunan ribuan ton beras 
yang polisi tidak temukan atau polisi  sengaja tutup mata dan bisu sekalipun 
tahu adanya timbunan beras. Mungkin pak polisi sudah tahu tetapi lupa 
dilaporkan. Bagaima pun,   marilah kita usulkan agar anggota DPR penemu beras 
impor ini supaya gajinya dinaikan berlipatganda. 

http://www.antaranews.com/berita/273663/anggota-dpr-temukan-ribuan-ton-beras-impor

Anggota DPR temukan ribuan ton beras impor 
Minggu, 28 Agustus 2011 03:46 WIB | 


 
ilustrasi tumpukan beras di gudang beras (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)


Jakarta (ANTARA News) - Kalangan anggota Komisi IV DPR RI menemukan 
tersimpannya ratusan ribu ton beras impor di salah satu gudang beras milik 
Badan Urusan Logistik (Bulog) di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Temuan ini cukup ironis, impor beras yang dilakukan oleh Bulog ternyata 
dilakukan hanya untuk memenuhi gudang-gudang dengan beras dari negara lain. Ini 
semakin menegaskan bahwa keamanan dan ketahanan pangan kita bergantung dari 
impor," ujar anggota Komisi IV, Rofi Munawar, melalui e-mailnya yang diterima 
ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Dijelaskannya, saat sejumlah anggota Komisi IV DPR melakukan inspeksi mendadak 
ke Jawa Timur, mereka menemukan dari total 290 ribu ton beras yang tersimpan di 
Gudang Bulog, beras lokal hanya sebesar 1.000 ton, sedangkan kurang lebih 289 
ribu ton beras yang tersimpan merupakan beras impor.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Januari- Juni 2011 
impor pangan Indonesia senilai 5,36 miliar dolar AS (kurang lebih Rp 45 
triliun). Tahun 2011 Pemerintah memberikan kuota impor beras sekitar 1,5 juta 
ton. Realisasi impor beras ini akan dilakukan hingga Februari tahun 2012. Saat 
ini sekitar 3.850 ton beras telah
masuk, jika di total 800.000 ton beras diproyeksikan masuk selama 2011.

Padahal, menurut catatan Rofi, Pemerintah telah memastikan penghentian impor 
beras terhitung 31 Maret 2011. Ketika itu alasannya masa panen raya padi sedang 
berlangsung, stok beras secara nasional juga cukup memadai atau bisa untuk lima 
hingga enam bulan ke depan. 

Namun, kondisi itu tidak bertahan lama, empat bulan berselang pertengahan 
Agustus Bulog telah melakukan impor beras dari Vietnam sebesar 500.000 ton 
beras yang masuk dari 20 pelabuhan di seluruh Indonesia. Kemudian dilanjutkan 
di bulan September direncanakan impor beras dari Thailand sebesar 300.000 ton.

"Bulog saat ini sudah dibekali Inpres No.8/2011, seharusnya dengan Inpres ini 
Bulog tidak mengalami kesulitan menyerap gabah dan beras petani karena harga 
pembelian akan mengikuti harga di pasar sesuai dengan pantauan BPS," ujarnya.

Tetapi kenyataan di lapangan justru sebaliknya dan hal ini menunjukkan bahwa 
pelaksanaan Inpres tersebut tidak efektif

"Seharusnya gudang Bulog dipenuhi dengan beras dari petani lokal, adapun beras 
impor hanya pelengkap. Namun apa yang terjadi justru berbeda 180 derajat, beras 
lokal terpuruk sedangkan beras impor mendominasi," ujar anggota FPKS itu.

 
Berita Terkait
  a.. Penyaluran raskin dipercepat
  b.. Bulog Jawa Timur kirim beras ke Bali
  c.. Bangli raih penghargaan Presiden SBY
  d.. Stok beras nasional aman hingga Desember
  e.. Aburizal Bakrie pantau harga beras di Malang
Video
  a.. Cadangan Beras ASEAN 
  b.. Maret Deflasi 0,32 Persen 
  c.. DPR Tolak Pembebasan Bea Masuk Beras

Ditegaskannya pula bahwa temuan ini bukan tidak mungkin terjadi di 
gudang-gudang Bulog lainnya di seluruh Indonesia. Jika ini terjadi tentu 
menjadi sebuah gambaran rendahnya kesungguhan Bulog dalam menyerap beras dari 
petani lokal. Seharusnya dengan infrastruktur yang dimiliki Bulog tidak sulit 
menyerap gabah dari petani.
(T.D011/M012) 
Editor: Ruslan Burhani




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke