REFL. Tentu saja presiden kaget melihat lingkungan kumuh penuh sampah,  sebab 
beliau yang mulia ini tidak berdiam di Jakarta, tetapi di ujung dunia, jadi 
tidak tahu-menahu  adanya lingkungan demikan, sekalipun telah gambar-gambarnya 
sudah dimuat di media cetak maupun elektronik.  Kalau presiden saja tidak tahu, 
lantas bagaimana konco-konconya kaum elit berkuasa serta bawahan lainnya, 
apakah mereka tahu? Kalau mereka tahu tentu sekali telah mereka sampaikan 
kepada atasan mereka dan diambil langkah tertentu untuk dibersihakan dan 
diindahkan. Sejalan dengan ini bisa juga dipertanyakan akurasi angka-angka 
statistik yang dipakai sebagai sepuhan propaganda kemajuan pemerintahannya? 
Jangan dilupakan NKRI sudah berumur 66 tahun, kalau NKRI disamakan dengan orang 
yang lahir pada tahun 1965, berarti orang itu sudah dewasa. pensiun dan 
sebentar lagi good bye-adios. 

Dalam dunia “Seribu Satu Malam; gelap pun bisa dibilang terang-benderang 
matahari terik.
.  

http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/08/26/brk,20110826-353786,id.html

SBY Miris Lingkungan Kumuh Jadi Tontonan Tamu Negara 
Jum'at, 26 Agustus 2011 | 23:13 WIB


  


TEMPO Interaktif, Jakarta -- Mungkin baru kali ini, Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono menggunakan alat transportasi kereta api di siang hari, sepanjang 
kawasan kota dan kabupaten di sepanjang Pantai Utara Jawa. SBY berucap kaget 
dan prihatin karena menemukan pemandangan lingkungan kumuh penuh dengan sampah 
di sepanjang bantaran rel.





"Saya tersentuh dalam perjalanan kereta lihat jendela kanan dan kiri 
pemandangan tidak sedap, kotor. Sepanjang jalan jorok sekali," kata SBY dalam 
acara buka puasa bersama dengan Pemimpin Redaksi dan Wartawan di Istana Negara, 
Jumat 26 Agustus 2011.



SBY prihatin dan mengaku malu dengan keadaan tersebut karena hal itu disaksikan 
oleh tamu negara asing. "Ini tontonan gratis bagi semua termasuk tamu-tamu kita 
dari negara sahabat," tandasnya.



Sebelumnya, SBY berkeliling ke sejumlah daerah dalam rangka Safari Ramadhan. 
Kegiatan safari mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Dalam safari kali 
ini, SBY sempat meninjau Jalur Lingkar Nagrek pada kilometer 2+600, mengunjungi 
SDN 2 Rajapolah Tasikmalaya, Puskesmas Kawalu, Tasikmalaya dan Kerajinan Bordir 
Hayati.





Dalam safari ini, kegiatan berlangsung selama empat hari tiga malam. Kunjungan 
ini, SBY bertemu dengan kelompok masyarakat, situasi pendidikan, kesehatan dan 
sejumlah mata pencarian petani dan nelayan. Presiden didampingi Ibu Negara 
Kristiani Herrawati.



Pulangnya ke Jakarta dari Tegal, Presiden SBY memakai kereta luar biasa, dengan 
dua lokomotif, tiga gerbong wisata, satu restorasi dan sejumlah rangkaian 
gerbong yang lain. Di sepanjang rel dalam perjalanan pulang itulah, pemandangan 
tak sedap itu ditemukannya.





Menurut SBY, kondisi buruknya lingkungan dimana pun itu bisa mengganggu watak 
dan karakter masyarakatnya. Cara pandang dan cara berpikirnya juga bisa berbeda 
dengan lingkungan yang bersih. Mereka bisa menjadi tidak sensitif hidup sehat 
dan hidup secara teratur.



SBY mengaku sempat menjenguk lokasi sekolah yang rusak. "Saya merasa prihatin 
dan bisa mengganggiu siswa belajar," katanya. Meski kondisi seperti itu, masih 
ada juga siswa yang berprestasi. "Tentu kalau lingkungan baik, pasti 
prestasinya lebih baik lagi," ujarnya. 



Ia mengaku sempat mengunjungi pelayanan publik di sejumlah kelurahan. Ia 
bertemu dengan kepala desa, bupati dan gubernurnya. Dalam kesempatan itu, SBY 
meminta masukan dan keluhan untuk memperbaiki program pemerintah. Sejumlah 
komunitas petani, komunitas nelayan dan komunitas pesantren dikunjungi.





Masukan dari komunitas ini, kata dia, pemerintah juga bisa memperbaiki program 
dan kegiatan pemerintah. Kunjungan ini juga dalam evaluasi kinerja program 
pemerintah secara nyata. "Ada program yang berjalan, ada sejumlah yang belum 
berjalan karena alasan tertentu," katanya.





Pemerintah akan menyiapkan program untuk kebersihan dan hidup sehat. Ia 
mengingatkan program pemerintah tinggal 3 tahun sehingga pemerintah harus lebih 
baik dalam memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya.





EKO ARI WIBOWO

Berita terkait
  a.. Pagi Ini, Presiden SBY ke Tegal 
  b.. Giliran Presiden SBY Bersafari ke Jawa Tengah 
  c.. Karena Presiden Datang, Libur Sekolah Pun Mundur 
  d.. SBY: Toleran dan Antikekerasan Adalah Ciri Islam 
  e.. Usai Rapat Kabinet, SBY ke Pantura Jalan Darat 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke