Perbedaan Idul Fitri Jangan Dibesar-besarkan 
http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/2156-perbedaan-idul-fitri-jangan-dibesar-besarkan
Minggu, 28 Agustus 2011 
Banjarmasin - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan, 
H Ahmad Makkie, mengajak kaum Muslim agar tidak membesar-besarkan masalah jika 
terjadi perbedaan Idul Fitri/awal Syawal 1432 Hijriah.

"Memang melihat fenomena yang ada, mungkin terjadi perbedaan Idul Fitri. Tapi 
dari perbedaan tersebut mari kita mengambil hikmah," ujarnya di sela-sela sahur 
bersama keluarga HA Sulaiman HB dengan PWI Kalsel, Minggu dinihari (29/8).

"Perbedaan itu jangan sampai membuat pecah Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan 
sesama Muslim). Karena di balik perbedaan itu pasti ada hikmah yang perlu kita 
simak bersama," lanjut A Makkie di Banjarmasin.

Keluaran Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari 
Banjarmasin itu, yang juga adalah mantan anggota DPD-RI asal Kalsel, 
mengutipkan hadits Nabi Muhammad Saw yang berkaitan dengan perbedaan tersebut.

"Sebab itu, tidak pada tempatnya membesar-besarkan perbedaan Idul Fitri, 
apalagi sampai menimbulkan perselisihan atau kehancuran persatuan dan kesatuan 
umum Islam, karena Islam sudah mengatur masalah perbedaan tersebut," demikian A 
Makkie.

HA Sulaiman HB adalah seorang politikus yang juga tokoh pengusaha dan dunia 
olah raga di Kalsel, serta anggota Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia 
(PWI) sejak Tahun 1999.

Pada kesempatan terpisah Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel, H Ansor 
Ramadlan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menganggap perbedaan Idul 
Fitri merupakan hal yang wajar dan sering terjadi.

"Tapi walau terjadi perbedaan Idul Fitri, persatuan dan kesatuan umat Muslim 
tetap utuh, karena tak hal-hal yang prinsipil," kata wakil rakyat dari PPP yang 
menyandang gelar magister filsafat Islam itu.

Sebabnya ialah baik mereka yang melaksanakan perayaan Idul Fitri lebih awal 
maupun belakangan tetap menjaga toleransi, sehingga tak menimbulkan 
permasalahan umat, lanjutnya.

"Kerukunan sesama umat beragama tersebut hendaknya kita jaga terus, dan jika 
mungkin ditingkatkan lagi, begitu pula kerukunan antara umat beragama," 
demikian Ansor Ramadlan. [TMA, Ant]


Kirim email ke