Polri Mulai Terjunkan Brimob Bersenjata dalam Kereta Adi Nugroho - detikNews
Jakarta - Drama pembajakan kereta menghebohkan khalayak ramai. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Mabes Polri telah menerjunkan aparatnya untuk mengawal perjalanan kereta. "Pasti akan kita kerahkan. Kita akan membantu pengamanan perjalanan kereta api," ujar Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada detikcom, Minggu (28/8/2011). Sebelumnya Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno menyatakan, Mabes Polri telah menyiapkan sekitar 500 personel untuk mengawal kereta api. Petugas pengawalan kereta dilakukan oleh polisi berseragam lengkap dengan senjata api. Kepala Humas PT KAI Daops I Sugeng Priyono menambahkan, pengawalan tidak hanya dilakukan di atas kereta penumpang. Mengingat adanya insiden pembajakan kereta yang diikuti penyanderaan masinis, maka pengawalan juga akan diberikan kepada masinis. Seperti diketahui, KA Gajayana Lebaran pada Sabtu (27/8) pagi dibajak oleh oknum TNI bernama Serti Darso saat melintas di Stasiun Haurgeulis Daops III Cirebon. Saat itu, Darso menodongkan senjata api dan senjata tajam ke arah masinis, Yodian Wiliarso dan asistennya Bambang Suradi. Pelaku membajak kereta tersebut karena ingin segera bertemu dengan komandannya. Darso disergap puluhan polisi di Stasiun Senen ketika teknisi KA melakukan pengereman kereta. Polisi sempat melepaskan tembakan sebanyak tiga kali untuk memperingatkan pelaku. Bersama dengan ditangkapnya Darso, polisi mengamankan Sugiyanto. Namun Sugiyanto dilepas kembali karena tidak terkait dengan aksi pembajakan yang dilakukan Darso. Tidak ada korban jiwa atau pun materi dalam peristiwa tersebut. (adi/mad) Ditipu, Ratusan Orang Gagal Mudik Liputan 6 Liputan6.com, Bekasi: Ini peringatan bagi pemudik yang hendak menggunakan transportasi bus; berhati-hatilah terhadap agen perusahaan bus. Jangan sampai tertipu seperti yang terjadi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. Ratusan orang yang tertipu akhirnya gagal mudik. Padahal, mereka sudah mengantongi tiket sejak sepekan silam. Namun karena tiketnya fiktif, mereka tak bisa diangkut menuju kampung halaman. Para korban mengaku membeli tiket seharga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta melalui agen resmi perusahaan bus yang ada di Terminal Cikarang. Tapi apa daya ternyata kantor PO bus itu sudah tutup dan agen penjual tiketnya menghilang. Umumnya, korban membeli tiket untuk tujuan Solo, Jawa Tengah, dan Surabaya, Jawa Timur. Namun bus yang mengangkut mereka tak kunjung datang, meski sudah ditunggu berjam-jam. Kasus penipuan ini ditangani polisi.(ULF) [Non-text portions of this message have been removed]
