Aktivitas Freeport Lumpuh
Kamis, 15 September 2011
Karyawan PT Freeport ini sedang mencari ojek untuk mengantar mereka pulang
menyusul aksi mogok kerja yang mereka lakukan hingga 15 Oktober mendatang.
(Foto: SP/Robert Isidorus Vanwi)
[JAYAPURA] Aktivitas Produksi PT Freeport Indonesia pada Kamis (15/9) ini
dipastikan lumpuh total, menyusul aksi mogok ribuan karyawannya sejak dini hari
tadi. Hingga pukul 15.10 WWIT, karyawan PT Freeport Indonesia terus memenuhi
Gorong-Gorong atau terminal kedatangan karyawan untuk menuju Kota Timika.
Gorong-Gorong adalah tempat dimana karyawan PT Freeport hendak menuju
Tembagapura untuk bekerja maupun pulang semua melewati Gorong-Gorong.
Salah satu karyawan Freeport Indonesia yang bekerja di tambang bawah tanah
Oktovianus Hisage mengatakan, aktivitas produksi tambang mulai terhenti tadi
malam sekitar pukul 24.00 WIT.
"Ribuan karyawan khususnya yang bekerja di tambang bawah (underground) mulai
hari ini telah meninggalkan tempat kerja,"ujarnya.
Kami turun bergabung bersama rekan-rekan kami, di Timika untuk berkumpul di
Kuala Kencana.
Aksi mogok kerja karyawan Freeport ini dipicu tidak adanya jawaban dari
manajemen PT Freeport Indonesia, terhadap tuntutan kenaikan upah tetap yang
diajukan serikat pekerja.
Serikat pekerja menginginkan kenaikan upah 17,5 dolar hingga 43 dolar per jam.
Saat ini mereka diberi upah 1,5 dolar hingga 3,5 dolar perjam. Dalam sehari
apabila tidak ada produksi, PT Freeport Indonesia merugi sekitar Rp 200 miliar.
Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, mengatakan, negosiasi terus
kami lakukan. "Negosiasi ini terus kami lakukan, agar masalah ini selesai,"
ujarnya.
Sementara itu 114 personil aparat keamanan yang terdiri dari anggota intel,
reserse dan propam sejak kemarin telah tiba di Timika. Kabid Humas Polda Papua,
Kombes Pol Wachyono mengatakan, kedatangan mereka untuk membantu Polres Mimika
dalam mengamankan aksi mogok tanggal 15 September hingga 15 Oktober.
"Aksi mogok ini sesuai pemberitahuan Pengurus Unit Kerja-Federasi Serikat
Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-PT
Freeport Indonesia (PUK-FSP SPSI-PTFI). Dan kalau ada tindakan anarkis maka
akan ditindak tegas,"ujarnya. [154]
http://www.suarapembaruan.com/nasional/aktivitas-freeport-lumpuh/11266