http://kabarnet.wordpress.com/2011/09/13/fpi-siapkan-laskar-jihad-ke-ambon/

FPI siapkan Laskar Jihad ke Ambon
Posted by KabarNet pada 13/09/2011

Menyikapi pecahnya tragedi Ambon jilid II, Front Pembela Islam (FPI) akan 
menyiapkan laskar jihad ke Ambon bila diperlukan. Hal itu diungkapkan Sekjen 
FPI, KH Muhammad Shabri Lubis, menyikapi kerusuhan Ambon yang ditengarai 
bernuansa SARA yang melibatkan aparat Kristen dan kelompok separatis RMS.
“Kita sudah memberikan maklumat kepada seluruh aktivis FPI di seluruh tanah air 
agar mempersiapkan diri untuk berangkat ke Ambon untuk membela kaum muslimin 
dan untuk mempertahankan NKRI dari RMS,” ujarnya kepada voa-islam.com, Senin 
sore, (12/9/2011).

Sambil menunggu perkembangan, untuk mematangkan rencana pengiriman laskar jihad 
ke Ambon, FPI bahkan telah mengeluarkan maklumat kepada seluruh anggota FPI 
agar melakukan persiapan membuka posko relawan kemanusiaan ke Ambon. “Kita 
masih mengikuti perkembangan terus, kita sudah mengeluarkan maklumat kepada 
anggota FPI untuk bersiap-siap dan masing-masing akan membuka Posko nanti,” 
paparnya.

Untuk solidaritas sesama Muslim terhadap nasib umat Islam di Ambon, FPI 
mengimbau umat Islam agar bahu-membahu membantu perjuangan umat Islam Ambon 
mempertahankan diri dari kezaliman. FPI berharap agar umat Islam siap sedia 
menerima panggilan jihad bila diperlukan. “Kepada umat Islam agar melakukan 
langkah-langkah yang objektif, kita persiapkan diri kita untuk membantu 
saudara-saudara kita di Maluku. Kemudian kita membantu mereka dengan cara apa 
saja yang bisa kita berikan. Kalau mereka yang mampu dan insya Allah kalau 
memang diperlukan untuk penerjunan para mujahidin kita berharap umat Islam siap 
untuk memenuhi panggilan itu,” jelas Shabri.

Selain itu, FPI mengimbau agar umat Islam membantu kebutuhan finansial, 
logistik dan medis terhadap kaum Muslimin Ambon yang rumah dan harta bendanya 
terbakar dalam kerusuhan. “Namun jika kita berhalangan maka sesuai dengan 
firman Allah, ‘Jahidu biamwalikum wa anfusikum fi sabilillah,’ harta benda kita 
yang kita korbankan untuk membela kaum muslimin di sana. Tentu mereka yang 
rumahnya dibakar, warungnya dibakar tentu sulit untuk makan, terutama mereka 
yang mengungsi, harta bendanya tidak ada kita harus bantu mereka dengan 
memberikan makanan, untuk memberikan pakaian itu semuanya memerlukan dana. Jadi 
logistik itu wajib bagi kita untuk berpartisipasi,” papar Shabri.

Pertolongan yang tak kalah pentingnya, menurut Shabri, adalah perjuangan opini 
dan doa qunut Nazilah untuk menggelorakan semangat kaum muslimin dalam membela 
saudaranya yang tertindas. “Langkah apa pun, cara apa pun, perhatian apa pun 
yang dilakukan untuk saudara kita semua bermanfaat dan tidak ada alasan bagi 
kita untuk tidak membantu karena mereka adalah saudara-saudara kita innamal 
mu’minuna ikhwah. Dengan cara apa pun bantu kaum muslimin maka itu semua adalah 
bagian daripada jihad. Maka mari seluruh umat Islam ikut andil dalam program 
jihad ini semampu apa yang bisa kita lakukan,” pungkasnya.

Polisi Ikut Bantai Umat Islam
Front Pembela Islam (FPI) menemukan fakta adanya aparat kepolisian yang turut 
membantai umat Islam dalam kerusuhan Ambon. Terkait hal tersebut FPI mendesak 
Kapolri memecat Kepala Brimob dan mengadili polisi yang terlibat dalam 
kerusuhan itu.

Menurut Sekjen FPI, KH Muhammad Shabri Lubis, aparat Kristen terlibat langsung 
dalam kerusuhan Ambon jilid II yang menewaskan umat Islam ini. “Kita terus 
mengikuti perkembangan, memang kerusuhan ini sekarang meluas dan melibatkan 
aparat-aparat Kristen untuk ikut serta membantai umat Islam. Jadi aparat 
Kristen itu turun, itu temuan kita,” ujarnya Senin sore, (12/9/2011).

Selain itu, FPI juga mensinyalir ada permainan kelompok separatis Republik 
Maluku Selatan (RMS) di belakang tragedi Ambon berdarah itu. “Iya ini RMS yang 
bermain,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi agar kerusuhan yang tak berimbang itu tidak meluas, FPI 
menuntut Kapolri agar menindak aparat kepolisian yang terlibat dalam 
pembantaian umat Islam dalam tragedi Ambon jilid II itu. “Kita minta kepada 
Kapolri dan Panglima TNI untuk segera mengirimkan Polisi Militernya agar 
melihat di situ aparat-aparat yang terlibat dan ikut serta membantai kaum 
muslimin,” desak Shabri. “Mereka harus diseret ke pengadilan atau mahkamah 
militer dan juga kepada HAM Internasional, itu yang kita akan tuntut,” 
tambahnya.

FPI sangat menyayangkan aparat yang tidak profesional dalam menjalankan tugas 
di Ambon dengan ikut membantai kaum Muslimin. “Tidak boleh terjadi lagi adanya 
aparat yang diketahui berbuat seperti itu karena mereka itu digaji, dibayar 
oleh Negara bukan untuk membantai umat Islam apalagi untuk pengkhianatan karena 
mereka itu ingin mendirikan RMS,” kecamnya.

Untuk itu, FPI mendesak Kapolri agar turun langsung ke TKP di Ambon untuk 
melakukan sidak dan mengusut anak prajuritnya. FPI menengarai, keterlibatan 
aparat dalam kerusuhan di Ambon yang menewaskan umat Islam itu mudah terjadi 
karena komposisi aparat Brimog yang mayoritas beragama Kristen. “Kita juga 
mempertanyakan apakah normal jumlah dan komposisi Brimob yang ada di Ambon ? 
Sebab di situ ada Brimob bisa berjumlah lebih dari 70 persen Nasrani. Ini masuk 
di akal apa tidak?” tukas Shabri. “Ini jadi kesempatan mereka, bukannya 
melakukan penertiban malah melakukan pembantaian,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut FPI menuntut agar Kepala Komando Brimob dicopot, lalu 
komposisi anggota Brimob yang ditugaskan ke Maluku diperbaiki yang 
proporsional. “Kita juga minta Kepala Komando Brimob di sana untuk diganti, dan 
juga jumlah komposisi anggota Brimob yang Muslim dan yang Nasrani bisa segera 
disesuaikan misalnya 50-50 jadi ada keadilan, jadi tidak didominasi kalau 
mereka memang betul-betul untuk menjaga NKRI. Tapi kalau Polisi ini memang 
dikuasai agen-agen Yahudi untuk melepas Indonesia melalui itu, urusan mereka,” 
ujar Shabri. [Voa-Islam.COM/ Arrahmah.COM]


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke