Terorisme
Waspadai Penyebaran Isu SARA
Ferry Santoso | Agus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com Masyarakat perlu mewaspadai isu-isu terkait suku, agama, 
ras, dan antargolongan (SARA) yang disebarkan atau dipropaganda oleh 
kelompok-kelompok tertentu di suatu daerah.
Isu SARA dapat dimanfaatkan oleh teroris atau dapat memicu aksi teror di daerah 
lain.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 
Ansya'ad Mbai, di Jakarta, Rabu (28/9/2011).

"Isu yang dikembangkan kelompok tertentu di suatu daerah, seperti Ambon, dapat 
dimanfaatkan kelompok teroris atau dapat memicu aksi teror di daerah lain," 
kata Ansya'ad.

Ansya'ad mencontohkan, kasus peledakan gereja-gereja tahun 2000 juga dipicu 
oleh berbagai isu yang dikembangkan di daerah-daerah konflik. Isu-isu dan 
propaganda di daerah konflik saat itu memicu aksi teror di daerah lain.

Terkait propaganda kelompok radikal melalui situs-situs di internet, menurut 
Ansya'ad, pembatasan isi-isi situs internet memang akan mengalami hambatan 
dalam era kebebasan berpendapat dan kebebasan media.

Ansya'ad mencontohkan, pemerintah pernah berencana membuat rancangan peraturan 
pemerintah mengenai isi situs-situs. Namun, rencana itu mendapat banyak 
penolakan.

Namun, menurut pengamat intelijen Wawan Purwanto, paham-paham radikal yang 
berkembang di situs-situs di jaringan internet sangat berbahaya. Situs-situs 
itu dikhawatirkan memengaruhi kalangan anak muda sehingga mudah terindoktrinasi 
paham radikal.

Apalagi jaringan teroris atau kelompok radikal saat ini banyak merekrut 
anak-anak muda untuk disiapkan menjadi pelaku teror, termasuk pelaku bom bunuh 
diri.

INDONESIAN BLOG CONSORTIUM

http://indoexchanges.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com/

Din Syamsuddin: tanggulangi terorisme secara menyeluruh
Rabu, 28 September 2011 22:04 WIB | 782 Views

Yogyakarta (ANTARA News) - Pemerintah dengan aparat intelijen, kepolisian, dan 
seluruh institusi terkait lainnya perlu melakukan penanggulangan terorisme 
secara menyeluruh, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

"Penanggulangan secara menyeluruh itu dilakukan sejak proses pencegahan hingga 
penindakan dengan tetap harus bertindak cermat, objektif, dan lebih bertumpu 
pada kekuatan sendiri," katanya usai Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di 
Yogyakarta, Rabu.

Namun demikian, menurut dia, dalam penanganan terorisme hendaknya tidak 
melalaikan dan mengalihkan perhatian pemerintah dari pemecahan masalah besar 
bangsa yang tidak kalah pentingnya untuk dihadapi dengan penuh 
pertanggungjawaban publik yang optimal.

"Dalam menyikapi terorisme, Muhammadiyah mengecam setiap tindakan kekerasan 
atas nama apa pun, oleh siapa pun, dan untuk kepentingan apa pun," katanya.

Ia mengatakan, Muhammadiyah sebagai komponen bangsa yang telah berdiri jauh 
sebelum Republik Indonesia merdeka selalu mengutamakan kepentingan dan kemajuan 
bangsa di atas segalanya.

Muhammadiyah sejalan dengan khittah dan kepribadiannya menegaskan sikap untuk 
konsisten dalam amar ma`ruf dan nahi munkar, berkiprah nyata melalui berbagai 
amal usaha, dan bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa 
secara cerdas dan mengedepankan nasib bangsa.

Muhammadiyah juga mengajak seluruh elite bangsa untuk konsisten antara kata dan 
tindakan, menjunjung tinggi moral yang utama, menunaikan amanat rakyat, dan 
memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri, kelompok, dan 
golongan.

"Kami juga mengajak pemerintah di seluruh tingkatan untuk semakin meningkatkan 
komitmen dan kesungguhan dalam memajukan bangsa disertai sikap mengedepankan 
keadilan dan kejujuran, berdiri di atas semua golongan, tidak partisan, dan 
mampu menunjukkan jiwa kenegarawanan," katanya.

INDONESIAN BLOG CONSORTIUM

http://indoexchanges.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com/

Kirim email ke