Siapa di Balik Pelarian Nunun 
http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/5495-siapa-di-balik-pelarian-nunun


Ketua KPK menengarai, Nunun dilindungi jaringan bisnis internasional yang tidak 
menghendaki penyidikan atas Nunun berjalan. Penangkapan Nunun bisa menguak 
penyandang dana kasus suap pemilihan Deputi Gubenur Senior Bank Indonesia. 

Apa hubungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Ayu Tingting? Rupanya, 
keduanya sama-sama memegang "alamat palsu". Buktinya, hingga kini KPK tak 
kunjung mampu menemukan Nunun Nurbaetie. Sejak meninggalkan Indonesia, 23 
Februari tahun lalu, keberadaan tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur 
Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Swaray Goeltom, itu seakan tak terlacak. 

Hasil pencarian KPK ke alamat Nunun di Singapura nihil. Juni lalu, istri 
politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Adang Daradjatun, itu dikabarkan 
tertangkap di Bangkok, Thailand. Tapi berita yang heboh di media sosial itu 
dipastikan cuma isapan jempol. 

Keseriusan KPK menangkap Nunun diungkit lagi setelah foto mirip Nunun yang 
sedang berjalan-jalan di keremangan Orchard Road, Singapura, beredar pada pekan 
lalu. Kenapa KPK begitu kesulitan menangkap Nunun? Bukankah Nunun sudah menjadi 
buronan internasional di 188 negara? 

Sebenarnya, akhir Oktober lalu, sebelum foto Nunun jalan-jalan beredar, Ketua 
KPK Busyro Muqoddas pernah mengungkapkan adanya perlindungan keamanan di 
sekitar Nunun. "Ada kekuatan-kekuatan besar sehingga kami belum bisa 
menghadirkan Nunun yang sedang di luar negeri," ujarnya. Kekuatan besar itu, 
menurut Busyro, sulit dijangkau. 

Sampai-sampai, Busyro berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
mengeluarkan instruksi untuk memulangkan Nunun. "Presiden itu kan punya 
kewenangan memerintahkan anak buahnya. Jadi, tanpa kami minta pun, harusnya 
sudah ada political will dari presiden," katanya. Ia juga meminta Presiden SBY 
melakukan komunikasi dengan negara yang diduga menjadi tempat persembunyian 
Nunun. 

Busyro tidak merinci kekuatan besar yang ia maksud. Namun ia memastikan bahwa 
perlindungan itu diberikan anggota keamanan. Bisa jadi, kekuatan yang dimaksud 
Busyro adalah kolega Adang Daradjatun di luar negeri. Maklum, Adang adalah 
mantan Wakil Kepala Polri. Bisa dipahami jika pada saat ini dia masih memiliki 
jaringan personel keamanan di luar negeri. 

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M. Hamzah, menegaskan bahwa Nunun 
sulit ditemukan karena dilindungi pihak-pihak yang tidak menghendaki proses 
penyidikan atas Nunun berjalan. Tapi, soal apakah kepentingan orang-orang itu 
sehingga menolak penyidikan atas Nunun, Chandra mengaku tidak tahu. 

Juru bicara KPK, Johan Budi, memberi keterangan lebih spesifik. "Yang dimaksud 
kekuatan besar itu adalah asing," ujarnya. Sekalipun begitu, menurut dia, 
kekuatan asing itu jangan diartikan orang Amerika atau negara lainnya. "Asing 
itu bisa orang, bukan negara," ia menambahkan. Jadi, kekuatan besar yang 
dimaksud, menurut dia, adalah pihak asing secara individu, bukan negara. 

Individu itu, kata Johan, melindungi Nunun karena memiliki hubungan dekat 
dengan pengusaha asal Indonesia yang berkepentingan dengan pelarian Nunun. 
Lalu, siapakah pengusaha Indonesia yang tidak menginginkan kepulangan Nunun 
itu? Busyro hanya menyebut jaringan bisnis Nunun di luar negeri. Sayang, 
informasi itu terputus sampai di sana. "Saya tidak punya detail info identitas 
yang melindunginya," ujar Busyro kepada GATRA. 

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donald Fariz, menduga kekuatan yang 
melindungi Nunun yang dimaksud Busyro adalah mafia perbankan. Sebab, menurut 
dia, dalam kasus suap pemilihan Deputi Senior Gubernur BI, Nunun merupakan 
kunci yang mempertemukan beberapa titik yang hingga kini masih terputus. "Saya 
tidak bisa menunjuk satu atau dua orang raja bisnis itu," kata Donald kepada 
Toto Sudharma dari GATRA. Karena itu, menurut dia, kinerja KPK dalam menangani 
kasus Nunun harus dievaluasi. 

Ritar Triana Budiarti, Andhya Dyaksa, dan Anthony Djafar
(Laporan Utama GATRA edisi 18/04, terbit Kamis 1 Desember 2011)
http://tionghoanet.blogspot.com

Kirim email ke