APAPUN YANG AKAN DILAKUKAN - TIDAK AKAN BERHASIL DENGAN BAIK " SELAMA
ADMINISTRASI NEGARA DAN SELAMA SYSTEM HUKUM DAN
SUPERMASI HUKUM DI INDONESIA TETAP BERANTAKAN DAN TIDAK TERKONTROL - SERTA
SELAMA CONFICT OF INTEREST YG JUSTRU MEMICU DAN MENUNJANG BUDAYA KORUPSI
TETAP DIPERTAHANKAN DIDALAM SYSTEM DAN STRUKTUR PEMERINTAHAN INI "!!
** Note :
Saya tidak ingin jumawa dng Konstalasi ini - Namun jika Para Pembaca
sedikit menaruh minat dan menyimak tentang apa yg saya simpulkan diatas dng
amat singkat sbg suatu Kesimpulan yg saya anggap sangat Beralasan , maka
Anda semua bisa mempunyai kesempatan mengikuti tentang "Keberhasilan" dari
Langkah2 dan kebijaksaan Pemerintah - yg diambil tanpa suatui Pemikiran
Dasar yg akan sangat menentukan Jalannya dan Behasil Tidaknya suatu Beleid
Kebijaksanan yg diambilnya........ yg menurut pendapat saya Banyak yang
TIDAK BIJAKSANA......
motto :
Contra factum non datur argumentum ( Against THE TRUTH - there is no
Argument )
A nihilo nihil - ( Tiada sesuatu yang tanpa Asal/sebab ...)
mrc.-
-------Original Message-------
From: [email protected]
Date: 12.12.2011 20:59:00
To: [email protected]
Subject: [inti-net] Rp 1.000 Jadi Rp 1 Bisa Diwujudkan - Ekspor Batu Bara
Dari Kaltim Terhenti
Redenominasi
Rp 1.000 Jadi Rp 1 Bisa Diwujudkan
| Erlangga Djumena A
JAKARTA, KOMPAS.com Pengamat Senior Ekonomi Mirza Adityazwara menegaskan,
bisa saja Bank Indonesia (BI) mewujudkan niatnya melakukan redenominasi
terhadap mata uang rupiah.
"Namun, syarat redenominasi bisa dilaksanakan adalah pada saat situasi
ekonomi dan politik stabil, inflasi rendah," kata Mirza kepada Tribunnews
com, Kamis (8/12/2011).
Kendati demikian, mantan Kepala Ekonom Bank Mandiri ini mengatakan, perlu
persiapan serta sosialisasi yang baik dan masa transisi yang cukup panjang
untuk mewujudkan redenominasi.
Tahun lalu, wacana redenominasi sempat menguat ke publik. Namun, entah
mengapa wacana itu kembali menyeruak belakangan ini.
Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah nilai
tukar uang tersebut. Misalnya, nilai Rp 1.000 saat sekarang ini jika
mengalami redenominasi penghilangan tiga angka nol akan menjadi Rp 1. Namun,
nilainya tetap sama. Dengan kata lain, jika sekarang Rp 1.000 bisa untuk
membeli permen maka ketika dipotong menjadi Rp 1 tetap bisa membeli permen
yang sama.
Beberapa pihak menilai angka nol di belakang rupiah yang terlalu banyak
kadang menjadi olok-olokan oleh negara lain ketika rupiah ditransaksikan di
luar negeri. (Hasanudin Aco)
The Most Comprehensive Travel Blogs
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://adsensetravelreviews.blogspot.com/
http://indonesiatravelupdates.blogspot.com/
Ekspor Batu Bara Dari Kaltim Terhenti
Antara Kam, 8 Des 2011
Tenggarong (ANTARA) - Ekspor batu bara terhenti akibat ambruknya Jembatan
Kutai Kartanegara (Kukar) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
(Kaltim).
"Sejak ambruknya Jembatan Kukar, jalur distribusi batu bara dari hulu Sungai
Mahakam ke muara terhenti," ungkap Eksternal Relatiaon PT. Jembayan
Muarabara, Achmad, kepada wartawan saat mendatangi posko evakuasi korban
jembatan ambruk di Tenggarong, Rabu (7/12).
PT. Jembayan Muarabara kata Achmad mengekspor batu bara ke negeri Cina,
Australia dan India.
Namun, sejak Jembatan Kartanegara ambruk lanjut dia, pihak PT. Jembayan
Muarabara yang memiliki wilayah konsesi di Desa Separi, Kabupaten Kutai
Kartanegara harus menanggung kerugian hingga tujuh juta dolar AS atau
sekitar Rp63,2 miliar per minggu.
"Setiap hari kami mengapalkan 20 ribu ton batu bara dari dermaga kami, di
Separi menuju ke laut untuk kemudian diekspor. Namun sejak ambruknya
Jembatan Kartanegara, kapal ponton tidak diperbolehkan melintas di bekas
reruntuhan jembatan karena adanya proses evakuasi," katanya.
Hingga hari ke-12 pasca ambruknya jembatan itu, katanya, batu bara yang
tertahan di dermaga saat ini mencapai 240 ribu ton, katanya.
"Selain kerugian materi, terhambatnya jalur transportasi batu bara itu juga
menyebabkan terjadinya gejolak konsumen batu bara di luar negeri," katanya.
Namun untuk sementara, lanjut dia, konsumen tersebut bisa memahami
terhambatnya pengiriman setelah ada surat dari Administrator Pelabuhan
Samarinda yang menyampaikan terjadinya bencana jembatan ambruk di Sungai
Mahakam.
Namun, pihak perusahaan batu bara, kata dia, belum bisa memprediksi apakah
proses distribusi batu bara bisa kembali normal setelah masa tanggap darurat
jembatan ambruk pada 10 Desember 2011.
"Kami datang kesini (posko) untuk melihat kondisi proses evakuasi dan
berharap setelah masa tanggap darurat berakhir jalur lalu lintas angkutan
batu bara di Sungai Mahakam bisa kembali normal," katanya.
"Namun melihat kondisinya, kami pesimistis jalur lalu lintas angkutan batu
bara di Sungai Mahakam bisa normal usai masa tanggap darurat itu," katanya.
Untuk itu, pihaknya meminta pernyataan resmi dari pemerintah terkait kapan
kapal ponton batu bara bisa melintas dan sebagai upaya menyakinkan konsumen
agar bisa memahami kondisi yang tengah dihadapi perusahaan batu bara
khususnya yang memiliki jalur tansportasi di bekas reruntuhan Jembatan
Kartanegara.
Sejak sepekan terakhir, beberapa orang dari pihak manajemen perusahaan batu
bara yang beroperasi di Kutai Kartanegara termasuk manajemen PLN terlihat
mendatangi Posko Jembatan Ambruk pada sisi Tepian Sungai Mahakam di Kota
Tenggarong.
Selain ingin melihat langsung perkembangan proses evakuasi perusahaan batu
bara dan pihak PLN tersebut juga meminta kepastian dari pihak berwenang
terkait kapan jalur Sungai Mahakam bisa digunakan untuk lalu lintas ponton
batu bara dan BBM.
[Non-text portions of this message have been removed]