ASAHAN:
HOOFDDORP
Untuk bung Harsutejo & May Swan
Hoofddorp di mana saya tinggal, bernyawa dan bernafas terletak kira-kira 17 km
dari kota Amsterdam. Dia sebuah desa yang agak besar dan sekarang sudah menjadi
setengah kota karna selalu dibangun dan punya Gemeente yang sangat ambisius.
Dibandingkan dengan dua puluh tahun lalu ketika untuk pertama kalinya saya
menginjakkan kaki di Hoofddorp, sudah banyak sekali yang berubah, penduduknya
saja sudah bertambah tiga kali lipat dan sekarang sudah mempunyai sebuah
centrum atau daerah pertokoan yang moderen dan selalu ramai dikunjungi orang
yang bahkan dari tempat-tempat lain hingga bahkan dari Amsterdam untuk
berbelanja ke Hoofddorp.
Centrum Hoofddorp yang lama sudah dua kali direnovasi dan yang terahir
bangunan-bangunan dan perumahan penduduk yang baru berumur sepuluh tahun
dihancurkan dan dibangun sama sekala baru dan celakanya persis ketika krisis
global ekonomi sedang gila-gilanya melanda ke seluruh dunia.
Desa yang setengah kota ini masih mempunyai tempat parkir mobil yang luas dan
relatif mudah dicapai yang di kota-kota besar lainnya selalu menjadi problim
bagi setiap pengendara mobil. Hoofddorp dirancang untuk mengundang
pembelanja-pembelanja di luar wilayahnya untuk datang bebelanja atau sekedar
jalan-jalan.
Ada kemungkinan orang-orang Gemeente ingin meniru desa-desa kecil di sekitar
Paris yang dibangun sebagai daerah pertokoan yang menarik dan lengkap untuk
mengurangi pembelanja-pembelanja kota Paris agar beralih ke desa-desa
sekitarnya tanpa menemui kesukaran parkin mobil. Dan nampaknya Hoofddorp cukup
berhasil.
Desa besar yang menjadi kota kecil itu sudah lama penuh dengan
bangunan-bangunan kantor yang tinggi-tinggi dan besar dan manusianya banyak
yang kedengaran berbahasa asing yang bukan penduduk asli Hoofdorp. Stasion
kereta apinya diperbesar dan diperpanjang dan juga hubungan dengan kota
Amsterdaam menjadi lebih lancar daripada sebelumnya. Dengan hanya memakan waktu
20 hingga 25 menit, dengan trein dari stasion Hoofddorp sudah bisa berada di
stasion Central Amsterdam.
Ternyata Hoofddorp masih punya banyak rencana pembangunan lainnya yang pada
ahir tahun ini distop semuanya karena pengaruh krisis moneter dunia yang
semakin mengusik Eropah. Kalau diperhatikan, cukup jelas banyak sekali
gedung-gedung yang puluhan tinggkat tetap kosong melompong tanpa penyewa tanpa
pembeli.
Bangunan besar yang terletak di tengah-tengah Hoofdddorp Centrum, pada tingkat
atasnya yang baru selesai beberpa bulan lalu tetap kosong tanpa penyewa dan
reklamenya yang menuliskan tawaran yang mencari penyewa atau pembeli sudah lama
tak menemukan maksudnya alias tidak laku. Hoofddorp menghadapi problim ekonomi
yang serius, perkembangannya terhambat dan macet, ambisi Gemeente harus direm
yang sudah harus menggunakan "rem bahaya", pembayar pajak satu persatu
menghilang dan tidak bertambah dan itu bukan berarti tidak akan ada pengaruh
penting terhadap kehidupan pribadi saya bersama puluhan ribu penduduk Hoofddorp
lainnya.
Tahun 2012 uang pensiun saya(juga yang laian-lainnya) akan dikurangi sebanyak
62 euro kontan dan masih belum termasuk biaya-biaya pengobatan yang sangat
banyak harus bayar sendiri ditambah dengan pengurangan-pengurangan layanan
kesehatan lainnya yang dulu masih gratis.
Tentu tidak akan saya paparkan semuanya di sini seberapa banyak yang
menghilang dari dompet saya yang semakain kempes. Pemerintah Pusatpun telah
menjanjikan untuk mengadakan penghematan secara lebih drastis dan lebih pahit
lagi yang terutama harus ditanggung oleh kaum lemah ekonomi dan janji-janji itu
sudah pasti akan dilaksanakan Pemerintah zonder pardon sedangkan saya sendiri
sudah tidak mungkin melancarkaan politik penghematan seperti yang dilakukan
oleh Pemerintah karena bila saya berhemat lebih keji lagi berarti sudah
terancam bahaya lapar dan dingin.
Saya hanya kembali melaksanakan ajaran orang Rusia: "Syto bujet, to bujet" atau
"apa yang akan datang, ya datanglah" karena kita tak berdaya menghadapinya,
rejeki ada di tangan yang Maha Kuasa, habis perkara!.
Dan bagaimanakah akan jadinya Hoofddorp yang saya banggakan?. Golongan menengah
Belanda semuanya adalah golongan milyuner, setiap mereka adalah milyuner.
Secara pribadi, mereka sangat sedikit terusik oleh krisis ekonomi dunia dan
Eropah.
Lebih dari lima ratus bank-bank akan mendapat injeksi milyardan euro dari
Pemerintah dan tidak satu senpun yang mengalir ke saya yang malah sebaliknya
saya akan kehilangan lebih dari 60 euro sejak Januari 2012 untuk paling tidak
puluhan tahun akan berlaku.
Pada tahun 2008 saya dilanda krisis ekonomi begitu serius hingga saya mendapat
bantuaan dari "voetsel bank" (bank bahan makanan) karena saya sudah tidak mampu
belanja dapur dan mempunyai saldo tekort yang chronis tanpa bisa dilunasi
selama bertahun tahun, padahal krisis ekonomi dunia baru dimulai. Selama tiga
bulan saya menerima bahan makanan gratis pada setiap satu kali seminggu.
Tapi untuk mendapatkan bantuan bahan makanan gratis tidaklah mudah dan
sederhana. Saya harus mengumnpulkan begitu banyak dokumen yang membuktikan
bahwa saya memang miskin dan tidak lagi mampu belanja dapur. Kemarin saya
lihat di beberapa supermarket di Hoofddorp para aktivist Voetsel bank sudah
mulai mengadakan kegiatan mereka mengumpulkan derma bahan makanan dari para
pembeli di supermarket.
Itu berarti sudah banyak yang mulai kelaparan dan tidak mampu bertahan seperti
yang pernah saya alami sendiri pada tahun 2008. Apakah saya akan lagi-lagi
jadi pelanggaan berikutnya dari "voetsel bank"?. Hingga sekarang, saya masih
beruntung belum jadi pengemis di Amsterdam , selalu ada saja rejeki yang
menyelamatkan saya.
Hidup dengan pensiun kecil sungguh tidak selalu mudah. Saya hidup dalam sebuah
Gemeente yang hampir terkaya di Belanda ini. Harga sebuah pasportnya saja sudah
40 euro yang di Gemeente yang agak miskin hanya perlu membayar 15 euro saja.
Jadi saya termasuk orang kaya karena harus bayar pasport lebih mahal atau
mungkin yang termahal di Belanda. Sungguh banyak yang saya banggakan dalam
hidup ini, hanya saja terlalu sedikit yang bisa saya nikmati.Toh, saya masih
ingin hidup lama.
ASAHAN.
HOOFDDORP, 23 Desember 2011
Travel Mailing Lists
http://groups.yahoo.com/group/liburan
http://groups.yahoo.com/group/IndonesiaTravelClub