Terima kasih bung Putu Satria atas ucapan selamat. Saya sangat tahu bahwa
Putu Oka itu orang baik hati meskipun pernah saya "damprat"karna kami beda
pendapat. Setelah kami berkenalan di kota Paris lebih satu tahun lalu saya
lebih mengenal dia dari dekat dan saya punya kesan baik tentangnya meskipun dia
pernah turut-turut momboikot saya karena dia terpengaruh oleh komplotan
orang-orang jelek seperti Martin Aleida dan sekutunya. Tapi memang saya juga
punya kekurangan serius: saya punya rasa dendam terhadap orang yang memusuhi
saya dan dendam itu tidak akan pernah saya lepaskan selama musuh saya itu tidak
minta maaf.
Salam persahabatan dan selamat tahun baru yang segera tiba.
asahan.
----- Original Message -----
From: putu satria kusuma
To:
Sent: Sunday, December 25, 2011 1:15 AM
Subject: Re: Hadiah ulang tahun
Selamat ulang tahun Bung Asahan...selamat memakai skuter baruu..
putu satria kusuma- saya berteman dengan Putu Oka Sukanta
------------------------------------------------------------------------------
From: ASAHAN <[email protected]>
ASAHAN:
HADIAH ULANG TAHUN
Direktur saya lahir pada 8 desember sedangkan saya pada 4 Desember. Usia kami
hanya berbeda satu tahun dan saya lebih tua satu tahun dari direktur saya.
Ketika saya masih aktif bekerja di perusahaan direktur saya yang juga dia
pemiliknya, setiap ulang tahun pegawai perusahaan, para personil akan menerima
hadiah ulang tahun sebanyak 120 euro yang diambil dari budget yang distor
secara otomatik oleh setiap pegawai setiap bulan lalu pada hari ulang tahun
mereka, perusahaan akan menyumbang beberapa puluh euro lagi yang jumlah
totalnya menjadi 120 euro itu. Itu sudah berahir bagi saya sejak saya dipensiun
secara resmi pada tahun 2003 ketika usia pensiun saya genap 65 tahun, jadi
sudah berahir 8 tahun lalu. Budaya merayakan atau memperingati hari jadi bukan
budaya Indonesia dan juga bukan budaya Islam. Tapi saya telah mulai merayakan
tanggal hari jadi saya sejak saya berumur 16 tahun, sendirian, dengan cara
pergi ke toko potret dan berpotret yang juga tidak selalu rapi setiap tahun
saya lakukan tapi bila ada uang saja. Kecuali dengan cara demikian tidak
seorangpun yang ingat hari ulang tahun saya dan kalau ingatpun tak seorangpun
yang akan memberi selamat ulang tahun kepada saya. Tapi sejak saya hidup di
Belanda dan bekerja, hari ulang tahun saya selalu diramaikan oleh perusahaan di
mana saya bekerja. Untuk itu saya hanya perlu mentraktir dengan kue tart ulang
tahun bagi teman-teman sekolega saya di perusaahan yang sering-sering tart
traktiran itu saya ganti dengan lumpia Vietnam bikinan istri saya yang juga
kebetulan orang Vietnam dan rupanya sangat digemari oleh teman-teman sekolega
di perusahaan dan mereka malah ketagihan yang seminggu sebelum tiba tanggal
hari lahir saya ada saja yang sambil bergurau tapi dengan makna tersembunyi
setengah serius: "Hei, asahan, saya sudah mencium bau lumpia". Dan minggu
berikutnya semua mereka bisa mencium serta mengunyahnya: Lumpia Vietnam.
Sedangkan saya menerima hadiah ulang tahun sebanyaak 120 euro yang lalu saya
bagi dua dengan istri saya, dia dapat 60 euro, untuk memupuk dan menjaga
semangatnya bikin lumpia tahun berikutnya (bikin lumpia cukup repot, membuang
waktu dan perlu semangat dan energi agar lumpianya enak). Di luar persangkaan
saya "diplomasi lumpia" yang saya lancarkan tidak kurang efektifnya dengan
"diplomasi pimpong" RRT di tahun enam puluhan. Saya menjadi sangat populer
setiap menjelang hari ulang tahun saya. Dan kalau saya menawarkan pada setiap
orang mau tart yang bagaimana (sudah menjadi kebiasaan menawarkan dulu kepada
setiap orang tart kesukaan mereka) maka hampir semuanya menjawab: "Persetan
dengan tart, ik wil Lumpia!".
Begitulah cerita delapan tahun lalu. Sekarang saya sudah terpisah dengan
perusahaan , tidak seorangpun yang ingat akan hari ulang tahun saya. Tahun lalu
di Internet setidaknya tidak kurang dari sepuluh orang yang mengucapkan selamat
kepada saya pada hari tanggal lahir saya. Tapi itupun sebenarnya saya
pancing-pancing , barangkali saja ada yang mau kasi selamat. Tapi tahun ini
saya tidak mau main pancing-pancing begitu karena terasa kepalsuan moral saya
dan ternyata tak seorangpu yang ingat dan memberi selamat kepada saya karena
tanpa pancingan. Tapi kejujuran lebih berharga dari moral palsu dan sifat
hypocrit. Tanpa ucapan selamat saya juga bisa selamat mencapai umur 73, semoga
saya selamat terus tanpa mengemis doa dan memancing-mancing minta ucapan
selamat dari orang lain. Saya tidak marah, tidak ngambek, bahkan cuma malu
pada diri sendiri mengharapkan perhatian dari orang lain dengan cara murahan.
Sekarang saya dan juga seluruh manusia di Eropah memasuki masa krisis ekonomi
yang sangat serius. Pemerintah Belanda terpaksa harus menjual 60 tank mereka
kepada siapa saja yang mau beli untuk cari duit penambah untuk kas negara
mereka disamping mengadakan penghematan drastis secara besar-besaran ratusan
milyar euro bagi mengatasi krisis ekonomi mereka. Bukan tidak mungkin mereka
akan mengail sepeda-sepeda butut yang berada di dasar-dasar kanal-kanal
Amsterdam yang dibuang orang-orang untuk dijual ke Indonesia karena mereka
menolak menjual 60 tank mereka kepada Indonesia. Mungkin mereka tahu Indonesia
tidak mampu bayar kontan dan mampunya cuma pinjam dulu dan bayar nyicil
sedangkan mereka perlu uang kontan, sekarang juga, bukan pakek nyicil meskipun
bunganya tinggi. Saya adalah juga salah seorang yang menikmati krisis ekonomi
global yang telah melanda Belanda sekarang ini. Cuma saja saya tidak punya tank
untuk dinjual bahkan sepeda bututpun tidak punya bahkan brommer saya yang tua
renta ahirnya roboh tak berdaya sesudah selama 15 tahun mengabdi saya bagaikan
kuda tua yang penuh penyakit yang ahirnya koit atau ambruk sama sekali tanpa
mampu beli yang baru.
Dalam keputus asaan yang hampir-hampir total, saya menemukan tulisan Pak
Trikoyo yang berjudul: "Putus asa tidak ada dalam kamus hidup saya"yang membuat
saya kembali menyambung tali asa saya yang hampir sekarat itu. Namun masaalah
kongkrit saya tetap saja tak terpecahkan. Tanpa brommer sangat sukar bagi saya
untuk pergi belanja dapur dan bila menggunakan kendaraan umum(bus) bukan main
repotnya: waktu dan juga biaya dan juga tenaga saya yang berkurang untuk
membawa belanjaan yang berat dengan menyandang rugzak di bahu saya yang sudah
renta yang setiap waktu bisa saja tulang-tulang saya patah dan cacatlah saya
untuk seumur hidup kalaupun tidak langsung mati. Hidup saya terasa menjadi
gelap karena hanya brommer rusak dan sudah tidak mungkin bergerak dinamis
seperti sebelumnya. Dengan situasi itulah saya memperingati ulang tahun saya
saat sekarang. Hal itu saya keluhkan(saya punya bakat besar dalam berkeluh
kesah) juga di depan istri saya. Tapi tiba-tiba istri saya bilang: "Hei, hari
ini kan 8 Desember, hari ulang tahun direkturmu, apa kamu sudah tilpon?". Sejak
saya pensiun saya sudah tak pernah memberikan ucapan selamat ulang tahun pada
bekas direktur saya dan kamipun sudah sangat jarang bertemu. Tapi usul istri
saya, entah bagaimana saya turuti juga dan saya menelpon bekas direktur saya
mengucapkan selamat hari ulang tahunnya. Direktur saya seperti sangat antusias
seolah ucapan selamat dari saya itu begitu penting baginya hingga dia berbicara
sangat banyak dan menanyakan keadaan saya begitu mendetail sampai-saampai
brommer saya yang dibelikan perusahaan itupun ditanyakannya juga apakah masih
jalan. Saya jawab, baru beberapa hari yang lalu rusak dan ongkos memperbaikinya
terlalu mahal karena banyak onderdil yang harus diganti yang untuk itu saya
harus membayar sebanyak 350 euro yang tak mungkin saya bayar dan harus saya
ambil kembali dari bengkel sebagai besi tua yang harus saya kubur di rumah saya
sendiri. Direktur cepat bilang. "Tunggu ya, saya akan tilpon ke bengkel, tak
usah diperbaiki, besok saya dengan kamu bersama ke bengkel". Saya tidak mau
cerita panjang-panjang. Besoknya saya bersama bekas direktur saya datang ke
bengkel sepeda motor yang juga adalah toko sepeda motor. Saya mendapat sepeda
motor atau scooter yang baru yang jauh lebih moderen dari yang lama dan dalam
sehari saya telah mendapat sebuah scooter yang baru, gratis pemberian bekas
direktur saya gara-gara saya mengucapkan hari ulang tahun dia pada hari yang
tepat dan tidak dia sangka-sangka. Hidup saya kembali bersinar. Supermarket
kembali saya kunjungi setiap hari dengan belanjaan dapur yang diangkut dengan
scooter saya yang mewah yang seperti datang dari langit.
Saya hanya berpikir: rupanya Tuhan belum melupakan saya. Sejak umur dua belas
tahun ketika saya pindah ke Jakarta saya sudah tidak pernah lagi sembahyang,
tidak pernah membaca Qur'an, tidak pernah ke mesjid, tidak pernah puasa hingga
sekarang. Dalam hidup, barangkalai saya juga tidak pernah membuat dosa besar
kecuali pernah menjadi Komunis dan menjadi Komunis bukanlah dosa bahkan menurut
keyakinan saya hingga sekarang adalah karena ingin berbuat baik kepada rakyat
tapi rupanya keinginan itu disabot oleh suharto dan sebagai hukuman yang
dijatuhkan suharto, saya tidak bisa pulang ke negeri saya sendiri.Tapi juga
rupanya Tuhan seperti telah memerintahkan kepada bekas-bekas musuh politik saya
agar menyelamatkan saya di negeri mereka dan isyallah saya tetap selamat hingga
sekarang meskipun terkadang cukup sering mengalami kesukaran hidup dan bebagai
kesialan namun selalu mendapat pertolongan bahkan di saat-saat hampir fatal.
Hari ini saya mulai lagi menggunakan scooter pemberian direktur saya yang ke
dua kalinya, sebuah scooter yang moderen dan elegant tanpa saya harus
mengeluarkan uang satu senpun. Kenyataan hidup kadang-kadang sungguh
menakjubkan.
ASAHAN.
Hoofddorp, 17 Desember 2011.
Kunjungi :
BLOG & Feed Tionghoanet
http://tionghoanet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
BLOG & Feed LowonganNet
http://lowonganNet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Lowongannet
BLOG & Feed Export Import Marketplaces
http://export-import-indonesia.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Export-import-indonesia
BLOG & Feed Bethany Indonesia
http://bethany-indonesia.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Bethany-indonesia
BLOG & Feed Bethani Indonesia
http://bethani-indonesia.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/bethani-indonesia