Buruh
Dahlan Iskan: Awan Mendung Itu Pasti Bergeser...
M.Latief | Latief

JAKARTA, KOMPAS.com  Menteri BUMN Dahlan Iskan optimistis masalah perburuhan 
nasional dapat diatasi dengan baik. Hanya, syaratnya, semua pihak, yaitu 
pemerintah, pengusaha, dan buruh, dapat melakukan komunikasi intensif.


Seperti pepatah Tiongkok menyebutkan, awan mendung itu tidak akan berada di 
satu tempat terus-menerus, pasti akan bergeser. Pasti ada suasana yang lebih 
cerah.
-- Dahlan Iskan

"Masalah perburuhan bisa diselesaikan. Seperti pepatah Tiongkok menyebutkan, 
awan mendung itu tidak akan berada di satu tempat terus-menerus, pasti akan 
bergeser. Pasti ada suasana yang lebih cerah," kata Dahlan saat membuka seminar 
Economic Outlook 2012 bertajuk "Journey of Wealth in The Year of Dragon" di 
Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Pada pidato sambutannya itu Dahlan menyoroti demo buruh di Bekasi pada Jumat 
(27/1/2012), yang melumpuhkan aktivitas pabrik serta mengakibatkan kemacetan 
arus lalu lintas dan barang di kawasan itu. Dahlan mengatakan, arak-arakan para 
buruh menuntut penetapan upah yang berkeadilan telah mengakibatkan kegiatan 
ekonomi terganggu.

Dahlan berpendapat, demo tersebut sesungguhnya sangat tidak beralasan karena 
ada penyaluran aspirasi yang bisa dilakukan dengan cara lebih elegan dan tidak 
merugikan semua pihak.

"Kalau demonya seperti itu kan yang rugi semuanya, ya perusahaan, ya orang yang 
tidak terkait dengan demo tersebut, termasuk buruh yang melakukan unjuk rasa 
sebenarnya rugi karena menjadi tidak produktif," ujarnya.

Meski demikian, mantan Direktur Utama PT PLN ini meyakini bahwa masalah buruh 
akan segera diselesaikan dengan cara yang komprehensif, terutama dari sisi 
pengamanan. Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri sudah 
menemukan cara untuk dapat meredam setiap aksi demo buruh, di mana pun itu 
berlangsung.

"Kuncinya ada pada masalah penanganan demo oleh aparat kepolisian. Perlu 
peningkatan jumlah personel polisi untuk meredam setiap terjadinya unjuk rasa," 
ungkapnya.

Menurutnya, jumlah aparat kepolisian sangat minim atau sangat tidak seimbang 
dengan jumlah pendemo yang mengakibatkan pengunjuk rasa sering kali merasa 
lebih super dibandingkan petugas keamanan.

"Ini yang harus dicarikan solusinya, bagaimana agar pada setiap demo, polisi 
dapat mengendalikan keadaan. Nantinya, akan ada pembentukan batalyon-batalyon 
khusus yang sewaktu-waktu dapat dialihkan ke suatu lokasi demo secara cepat," 
ujar Dahlan.



Pemerintah kaji bentuk BUMN pangan selain Bulog
Kamis, 2 Februari 2012 22:17 WIB | 2049 Views


Menteri BUMN Dahlan Iskan (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan mengkaji pembentukan Badan Usaha Milik 
Negara (BUMN) membidangi masalah pangan, selain Perum Bulog yang selama ini 
ditugasi menangani perberasan nasional.

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di sela-sela Rapat Koordinasi Perum Bulog di 
Jakarta, Kamis, menyatakan, saat ini masih dalam perumusan kebijakan mengenai 
pembentukan BUMN pangan di luar Bulog tersebut.

Menurut dia, Kementerian BUMN menargetkan, kajian tersebut sudah dapat 
diselesaikan pada 2013.

"Bisa saja berbentuk satu holding BUMN. Atau bisa mendirikan BUMN pangan 
lainnya. Negara Indonesia ini sangat besar, dan memiliki 240 juta jiwa 
penduduk. Kalau ada tiga BUMN pangan, cukup memadai untuk melayani penduduk," 
katanya.

Untuk peran Perum Bulog, menurut dia, BUMN ini tetap harus terfokus pada 
komoditas beras dan gula.

"Ini korporasi, tentunya memiliki doktrin. Harus fokus, lebih baik menangani 
satu atau dua komoditas saja," katanya.

Pada kesempatan tersebut Menteri BUMN menyatakan, pemerintah juga meminta Perum 
Bulog untuk meningkatkan divisi komersial dan mengurangi ketergantungan pada 
jasa pelayanan publik (PSO).

"Kita menginginkan Bulog terus didorong untuk memperbesar non-Public Service 
Obligation (PSO). Kalau masih terus bergantung pada PSO, Bulog tidak tumbuh, 
malah sebagai korporasi akan melemah," katanya.

Menurut dia, masalah pangan menjadi persoalaan besar bangsa di manapun sehingga 
tantangan global ke depan harus dijawab secara taktis oleh Perum Bulog untuk 
turut bertanggung jawab menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam menjalankan peran jasa pelayanan publik, di antaranya Perum Bulog 
ditugasi menyerap gabah dan beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah 
(HPP).

Selain itu BUMN pangan tersebut juga ditugaskan mendistribusikan raskin yang 
sumber pendanaannya berasal dari APBN.

Sedangkan untuk membesarkan divisi komersial, lanjutnya, bisa melalui beberapa 
cara, seperti melakukan sistem resi gudang dan memperbanyak pembelian beras 
komersial.

"Sekecil apapun bisnisnya, resi gudang harus dijalankan," kata mantan Dirut PLN 
tersebut.

(T.S025/I007)

Kirim email ke