Renovasi Banggar
Akhirnya, Kursi Banggar Rp 24 Juta Itu Ditukar
Sandro Gatra | Latief

 KOMPAS/RIZA FATHONI Wartawan melihat Ruang Banggar yang baru di kompleks 
Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/1/2012). Ruang di Gedung Nusantara II DPR 
tersebut menghabiskan anggaran lebih dari Rp 20 miliar. Upaya renovasi itu 
untuk mengoptimalkan kapasitas ruang, memperbarui sistem penerangan, pendingin, 
sound system, akustik, lantai, dan plafon.

JAKARTA, KOMPAS.com  Pergantian beberapa barang impor di ruang kerja Badan 
Anggaran (Banggar) di lantai 2 Gedung Nusantara II DPR akhirnya dilakukan pada 
Kamis (2/2/2012) menjelang dini hari. Tahap pertama, puluhan petugas dari pihak 
kontraktor mengeluarkan satu per satu kursi yang diklaim seharga Rp 24 juta.

Kursi buatan Jerman tersebut dibawa menuruni tangga melalui pintu samping 
gedung. Belasan petugas pamdal ikut mengawal pergantian kursi itu.

Kursi-kursi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam lima mobil boks di parkiran 
DPR. Total kursi yang ditukar sebanyak 178 kursi, dengan rincian empat kursi 
untuk pimpinan, 85 kursi untuk anggota, dan sisanya untuk tamu yang terlibat 
pembahasan anggaran. Harga total kursi itu disebut mencapai Rp 4 miliar.

Menurut pihak Sekretariat Jenderal DPR (Setjen DPR), barang lain yang akan 
ditukar adalah lampu impor dari Belanda seharga Rp 1,9 miliar dan sound system 
nirkabel. Rencananya, kursi itu akan ditukar dengan kursi buatan lokal berharga 
antara Rp 1,5 juta dan Rp 2 juta, begitu pula lampu lokal dan perangkat suara 
dengan kabel. Pihak Setjen DPR menyebutkan, penukaran barang itu dapat 
menghemat sekitar Rp 5 miliar.

Seperti diberitakan, penukaran barang-barang di ruangan Banggar itu dilakukan 
pascakritikan dari berbagai pihak. Biaya renovasi yang menelan dana hingga Rp 
20,3 miliar terhadap ruangan tersebut dinilai tak masuk akal. Pihak Setjen 
menyebut besarnya biaya itu lantaran mahalnya interior yang mencapai Rp 14 
miliar.

Saat ini, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Komisi 
Pemberantas Korupsi (KPK) tengah mengusut proyek itu atas permintaan pimpinan 
DPR. Belum diketahui ada atau tidaknya korupsi dalam proyek renovasi tersebut.

Kirim email ke