ICW: Panwaslu Masih Belum Independen
Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta: Panitia pengawas pemilu (panwaslu) dinilai masih belum 
independen. Alhasil banyak pemilihan kepala daerah yang dipenuhi kecurangan. 
Demikian dikatakan peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch 
Apung Widadi di Jakarta, Kamis (2/2).
"Di Pandeglang tidak banyak temuan pelanggaran yang diperoleh panwaslu, padahal 
jika melihat di lapangan dan laporan tim sukses dalam sengketa di MK, banyak 
terjadi pelanggaran sebelum dan saat pemilihan," kata Apung dalam dalam 
pemaparan hasil risetnya di Hotel Akmani.

Tidak hanya memihak, berdasarkan pengakuan tim sukses peserta pilkada, mereka 
harus membayar panitia penyelenggara dan pengawas. Hal ini untuk mengamankan 
posisi mereka.

Sedangkan untuk di Jayapura, Papua, Apung menjelaskan, kondisi penyelenggaraan 
terlihat lebih parah. Menurutnya, KPU Jayapura tidak netral. "Ketua KPU dan 
Panwas pada Pilkada 2010 menjadi tersangka suap untuk meloloskan pasangan 
incumbent,"  kata Apung.

Hal ini yang menjadi salah satu penyebab pilkada Kota Jayapura diulang. 
"Parahnya lagi, pengganti Ketua KPU ditemukan adalah salah satu tim sukses 
pasangan pemenang dalam Pemilukada Kota Jayapura," pungkasnya.(BJK/JUM)

Kirim email ke