Tahun "naga air" tahunnya investasi di Indonesia 

      Jakarta (ANTARA News) - Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia 
Aviliani mengatakan pemerintah harus memanfaatkan tahun 2012 sebagai tahun 
investasi di Indonesia karena Indonesia memiliki pasar potensial sebesar 70 
persen.
      " Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang paling menarik untuk 
investasi,"  katanya ketika diwawancara ANTARA News melalui telepon pada Kamis 
(2/2).
      China dan India sudah melakukan investasi besar-besaran sejak tujuh tahun 
lalu untuk meningkat perekonomian dan membangun infrastruktur, sedangkan 
investasi di Indonesia masih kurang. Indonesia membutuhkan Rp. 1.400 triliun 
untuk membangun infrastruktur dan Rp. 4.000 triliun untuk membangun 
perekonomian.

      "Indonesia masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan Indonesia karena 
kapasitas China dan India sudah penuh,"  katanya.

      Sebelumnya, majalah ekonomi luar negeri The Economist menyebutkan 
Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang dapat bertahan dari krisis 
global karena memiliki stabilitas moneter dan kebijakan fiskal untuk mendorong 
pertumbuhan ekonomi. 


      Ruang moneter dan fiskal yang memadai itulah yang membuat negara 
berkembang mampu bertahan dari krisis 2008-2009 karena mampu mendorong 
permintaan dan menjadikan sektor swasta dalam kondisi prima.


      Indonesia dianggap memiliki laju inflasi, pertumbuhan kredit, tingkat 
suku bunga, pergerakan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS serta anggaran 
negara, yang relatif sehat dan terjaga.


      Terkait hal itu, Aviliani mengatakan kebijakan moneter yang paling 
penting adalah perbankan. Bank-Bank di Indonesia cenderung konservatif karena 
sumber dana berasal dari nasabah bank. Kebijakan fiskal Indonesia juga cukup 
bagus karena hutang di bawah rasio hutang sebesar 25 persen sedangkan rasio 
hutang negara-negara Eropa yang sedang krisis sebesar 100 persen. 


      "Fiskal kita aman, juga fiskal APBN," katanya.


      Namun, untuk fiskal APBN, pemerintah harus menambahkan defisit dari dari 
satu setengah menjadi dua setengah. Setelah itu, baru pemerintah melaksanakan 
kebijakan-kebijakan proyek MP3i yang belum  berjalan pada 2012 sehingga 
tercipta mobilisasi tenaga kerja dan lapangan pekerjaan.


      "Harus tahun ini, karena tahun 2013 akan mendekati pemilu," katanya.


      Aviliani juga menyarankan agar Masyarakat tidak perlu khawatir dengan 
fluktuasi naik dan turun nilai mata uang dan turunya harga indeks saham. (adm)

Ekonomi - Hari ini Pkl. 00:11 WIB
Defisit Perdagangan Indonesia - China 
           
            (Ant/Zabur Karuru/mes) Seorang pedagang mainan menawarkan mainan 
impor buatan China kepada pembeli di pasar Gembrong, Jakarta Timur, Kamis.
            Defisit perdagangan Indonesia dengan China tahun 2011 mencapai 
US$3,937 miliar dengan impor dari China sebesar US$25,532 miliar dan ekspor 
non-migas (belum termasuk migas) Indonesia ke China, US$21,595. 

Kirim email ke